Comscore Tracker

7 Alasan Kenapa Lansia Perlu Segera Mendapat Vaksinasi COVID-19

Semakin lama ditunda, semakin berbahaya dampaknya

Vaksinasi COVID-19 nasional sudah berjalan. Pada tahap dua, vaksinasi ditargetkan untuk lansia (usia di atas 60 tahun) dan pekerja publik. Ada beberapa alasan kenapa kelompok tersebut didahulukan. Untuk lansia, ini berhubungan dengan tingkat mortalitas.

Dilansir berbagai sumber, tingkat kematian pasien COVID-19 lansia jauh lebih tinggi daripada usia yang lebih muda. Kekhawatiran ini mendasari pemerintah di berbagai negara untuk memprioritaskan vaksinasi terhadap kelompok lansia. 

Tanpa berpanjang lebar lagi, berikut ini beberapa alasan kenapa penting bagi lansia untuk segera mendapatkan vaksinasi COVID-19.

1. Jumlah kematian lansia akibat COVID-19 bisa mencapai 20 kali lipat daripada pasien muda

7 Alasan Kenapa Lansia Perlu Segera Mendapat Vaksinasi COVID-19IDN Times/Sukma Shakti

Hingga saat ini, COVID-19 sudah banyak merenggut nyawa lansia. Dilansir The Conversation, sebagai contoh di Australia, angka kematian pasien yang usianya di atas 65 tahun mencapai 90 persen.

Di Indonesia pun tak kalah banyak. Berdasarkan data dari Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, 48 persen dari seluruh kematian COVID-19 adalah pada pasien yang berusia lebih dari 60 tahun.

Angka tersebut jauh bila dibandingkan dengan pasien usia muda. Untuk usia 19 hingga 30 tahun, jumlah kasus kematian yang tercatat sebanyak 2,7 persen. Itu berarti angka kematian pada lansia akibat COVID-19 mencapai 24 kali lipat dibanding usia muda.

2. Ada banyak faktor penyebab, tetapi utamanya adalah sistem imun yang kian melemah

7 Alasan Kenapa Lansia Perlu Segera Mendapat Vaksinasi COVID-19IDN Times/Sukma Shakti

Tubuh kita bisa melemah karena banyak hal. Mulai dari jarang berolahraga, lingkungan yang tidak sehat, hingga gaya hidup yang buruk. Namun, lebih dari itu, faktor utamanya diperkirakan datang dari sistem imunitas yang melemah akibat penuaan.

Berbicara langsung dengan dr. RA Adaninggar, SpPD, ia mengatakan bahwa penurunan sistem imun lansia adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Berkurangnya kualitas organ akan mengganggu fungsinya, hingga menyebabkan penurunan kapasitas fungsional sistem organ. Ini menjelaskan tentang angka kematian yang tinggi pada lansia.

Baca Juga: Dikaitkan dengan COVID-19, Apa Itu Komorbid? Ini Penjelasannya

3. Akan lebih parah lagi jika ada penyakit bawaan

7 Alasan Kenapa Lansia Perlu Segera Mendapat Vaksinasi COVID-19usdermatologypartners.com

Melemahnya sistem imun akibat penuaan saja sudah cukup untuk meningkatkan risiko terkena infeksi COVID-19, apalagi bila pasien memiliki komorbid, mengingat penyakit penyerta juga akan menurunkan sistem imun menuju titik terendah.

Komorbid didefinisikan sebagai adanya dua atau lebih kondisi yang terjadi pada seseorang, baik di saat yang sama atau secara berurutan (satu kondisi yang terjadi tepat setelah yang lain). Pada banyak kasus, komorbid adalah kondisi jangka panjang (kronis). Contoh komorbid adalah diabetes, penyakit ginjal, kanker, dan masih banyak lagi.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.EPid, menjelaskan bahwa lansia berusia 60 tahun ke atas, pemberian vaksinasi lansia diberikan dua dosis diikuti dengan beberapa ketentuan.

Ada prosedur spesifik dan berbeda untuk vaksinasi lansia. Selain interval penyuntikan 28 hari, suhu tubuh juga harus di bawah 37,5 derajat Celcius, dan tekanan darah tak boleh lebih dari dari 180/110 mmHg.

Yang berbeda adalah yang berhubungan dengan kondisi fisik, nantinya akan ada tambahan wawancara medis saat skrining sebelum penyuntikan pada lansia sebagai bentuk dari kehati-hatian. 

Pertanyaan yang akan diajukan kepada lansia calon penerima vaksinasi antara lain:

  • Apakah mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga?
  • Apakah sering merasa kelelahan?
  • Apakah memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit (hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal)?
  • Apakah mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100-200 meter?
  • Apakah mengalami penurunan berat badan yang signifikan dalam setahun terakhir?

Apabila tiga dari lima pertanyaan di atas dijawab "iya" oleh calon penerima vaksinasi lansia, maka vaksin tidak dapat diberikan. Pertanyaan-pertanyaan di atas harus dijawab jujur agar efek vaksin yang nantinya diberikan akan maksimal dan memperkecil risiko Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius.

Lansia dengan hipertensi tetap bisa menerima vaksin bila tekanan darahnya tidak lebih dari 180/110 mmHg. Bila komorbidnya adalah diabetes, vaksin bisa diberikan sepanjang tidak ada kondisi sakit lainnya.

Bahkan, pasien kanker dan penyakit autoimun memungkinkan untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 setelah mendapat persetujuan dari dokter yang merawatnya.

4. Dikhawatirkan efektivitas vaksin bisa menurun jika ada komorbid

7 Alasan Kenapa Lansia Perlu Segera Mendapat Vaksinasi COVID-19IDN Times/Sukma Shakti

Disampaikan oleh dr. Ninggar, selama penyakit komorbid itu dirawat dengan baik dan benar, penyakit bawaan itu tidak akan mengancam seseorang ketika mendapat efek samping vaksin.

“Kondisi komorbid, asalkan terkontrol dan stabil, tidak akan berbahaya saat divaksin. Yang lebih ditakutkan justru efektivitasnya yang bisa lebih rendah karena adanya penyakit kronis dan penuaan sistem imun. Ditakutkan pembentukan antibodinya jadi tidak optimal,” ujar dr. Ninggar.

5. Tingkat perlindungan vaksin terhadap seseorang mencapai 70 persen

7 Alasan Kenapa Lansia Perlu Segera Mendapat Vaksinasi COVID-19IDN Times/Sukma Shakti

Pernyataan dr. Ninggar pada poin sebelumnya didukung oleh data dari jurnal Clinical Infectious Disease. Di situ disebutkan bahwa pemberian vaksin memberi perlindungan penerimanya hingga 70 persen. Namun, efektivitas tersebut akan berkurang pada usia 65 tahun ke atas, yaitu menjadi 30 hingga 40 persen saja. Itu pun belum dipengaruhi komorbid.

Bagi mereka yang terinfeksi COVID-19, vaksin memang bisa mengurangi gejala. Namun, kemungkinannya hanya 23 persen untuk masing-masing kelompok umur.

“Kalau untuk vaksin AstraZeneca, keefektivitasannya pada lansia masih tinggi, sekitar 70 persen. 74 persen kalau tidak salah,” kata dr. Ninggar.

6. Bagusnya, efek samping vaksin lebih sedikit dialami oleh lansia

7 Alasan Kenapa Lansia Perlu Segera Mendapat Vaksinasi COVID-19Ilustrasi vaksinasi COVID-19. cnbc.com

Banyak efek samping usai vaksinasi yang dilaporkan, misalnya nyeri. Namun, dr. Ninggar mengatakan bahwa efek samping ini tidak akan terlalu berat pada lansia.

Ia menjelaskan bahwa itu disebabkan karena sistem imun yang sudah tua, membuat reaksi imun tidak kentara. Sistem imun mereka tidak lagi sesensitif usia muda, sehingga dampaknya tidak terlalu kelihatan.

“Di laporan resmi uji klinis AstraZeneca jelas sekali ditulis, efek samping pada lansia lebih ringan,” katanya.

7. Jadi, untuk para lansia, jangan takut untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19, ya!

7 Alasan Kenapa Lansia Perlu Segera Mendapat Vaksinasi COVID-19IDN Times/Sukma Shakti

Dokter Ninggar mengimbau lansia untuk segera mendapatkan vaksinasi COVID-19. Bila sudah mendapat jadwal, jangan menundanya. Semakin lama tidak menerima vaksinasi bukan hanya meningkatkan risiko mortalitas, tetapi juga risiko menularkan terhadap orang-orang di sekitarnya.

“Mungkin karena banyak berita efek samping ‘mengerikan’ tentang vaksin, orang-orang jadi berpikir kalau efek samping pada orang tua bisa lebih berat efeknya. Padahal itu salah. Justru efek samping lebih ringan karena respons imunnya sudah tidak sekuat orang muda. Menunda vaksin malah meningkatkan risiko terkena COVID-19, yang mana itu malah jauh lebih berbahaya untuk lansia. Itu sudah terbukti dengan angka kematian lansia akibat COVID-19 yang menduduki peringkat pertama," dr. Ninggar menjelaskan.

Baca Juga: Apa Itu KIPI Vaksin COVID-19? Begini Penjelasannya!

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya