Comscore Tracker

7 Faktor yang Bisa Memperparah Gejala COVID-19, yuk Saling Melindungi!

Bukan hanya usia saja...

Wabah virus corona yang melanda dunia masih belum usai. Bahkan, per 13 Mei 2020, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di Indonesia mencapai 15.438 dengan rincian 3.287 orang sembuh dan 1.028 meninggal. Orang-orang yang terjangkit virus corona terus bertambah, meskipun beberapa waktu lalu terjadi penurunan kasus COVID-19 di Indonesia.

Untuk itu, pemerintah terus menggalakkan masyarakat agar tetap berada di rumah dengan melakukan karantina mandiri demi menekan jumlah pasien COVID-19. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pun masih berlangsung supaya penularan virus corona berkurang. 

Bagaimanapun juga, virus corona tetap mudah menular dan mampu merenggut nyawa. Berikut beberapa faktor yang membuat virus corona SARS-CoV-2 mampu menimbulkan gejala lebih parah. Ketahui untuk mengantisipasi dan ekstra melindungi mereka yang memiliki faktornya!

1. Usia

7 Faktor yang Bisa Memperparah Gejala COVID-19, yuk Saling Melindungi!pexels.com/Andrea Piacquadio

Melansir Washington Post, sejauh ini pasien COVID-19 kebanyakan merupakan orang-orang yang sudah lanjut usia. Risiko meninggal akibat infeksi semakin tinggi, dan kemungkinan memerlukan rawat inap atau perawatan medis intensif semakin diperlukan seiring bertambahnya usia.

Menurut CDC, kecenderungan ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa banyak orang lanjut usia memiliki penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes, yang dapat memperburuk gejala COVID-19. Kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan patogen juga menurun dengan bertambahnya usia, membuat orang lanjut usia rentan terhadap infeksi virus yang parah.

2. Diabetes

7 Faktor yang Bisa Memperparah Gejala COVID-19, yuk Saling Melindungi!pixabay.com/TesaPhotography

Penyakit yang mengakibatkan kadar gula darah tinggi yang berbahaya seperti diabetes mellitus juga tampaknya membuat risiko terinfeksi COVID-19 semakin parah. Contoh lainnya adalah pada para penderita diabetes tipe 2 di mana sel-sel tubuh tidak merespons hormon insulin. Akibatnya, gula yang seharusnya bergerak dari aliran darah ke sel untuk digunakan sebagai energi hanya menumpuk di aliran darah.

Di dalam Journal of Infection, ada 13 studi di mana para ilmuwan menemukan bahwa orang yang mengidap diabetes memiliki potensi 3,7 kali lipat untuk mengalami kasus kritis COVID-19 atau meninggal dibandingkan dengan pasien COVID-19 tanpa kondisi kesehatan yang mendasarinya. 

Meski demikian, para ilmuwan tidak yakin apakah peningkatan risiko infeksi COVID-19 yang parah ini juga berlaku untuk penderita diabetisi tipe 1. Namun, menurut sebuah studi yang dikoordinir oleh T1D Exchange, ketika seseorang dengan diabetes tipe 1 mendapat infeksi, kadar gula darahnya cenderung meningkat ke tingkat yang berbahaya dan mereka dapat memiliki penumpukan asam dalam darah, sesuatu yang disebut ketoasidosis diabetik.

3. Penyakit jantung dan hipertensi

7 Faktor yang Bisa Memperparah Gejala COVID-19, yuk Saling Melindungi!clinicaladvisor.com

Orang yang mengalami gangguan pada sistem kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan hipertensi, umumnya menderita komplikasi yang lebih buruk dari COVID-19 daripada mereka yang tidak memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya, demikian dilaporkan oleh American Heart Association. Dalam beberapa kasus, ada pula orang yang tiba-tiba mengalami penyakit jantung karena virus corona.

Dikutip dari Live Science, ada seorang wanita berusia 57 tahun yang mengalami kerusakan otot jantung akibat terinfeksi virus corona. Padahal, wanita tersebut selalu menjaga kesehatannya dan berolahraga secara teratur, dan dia dilaporkan memiliki jantung yang sehat dengan ukuran dan berat normal.

Baca Juga: Ini 8 Jenis Obat COVID-19 yang Terdaftar Secara Resmi pada BPOM

4. Merokok

7 Faktor yang Bisa Memperparah Gejala COVID-19, yuk Saling Melindungi!freepik.com

Orang yang merokok lebih rentan terhadap infeksi COVID-19, yang berarti mereka memiliki risiko tinggi terkena pneumonia, menderita kerusakan organ, dan mengalami gangguan pernapasan. Menurut New England Journal of Medicine, dari 1.000 pasien COVID-19 di Tiongkok, sekitar 12,3 persen yang merupakan pasien perokok harus dirawat di ICU, berbeda jauh dari non perokok yang hanya 4,7 persen.

Pada awalnya, perokok mungkin rentan terhadap infeksi virus corona karena paparan asap rokok yang mampu melemahkan sistem kekebalan tubuh dari waktu ke waktu, merusak jaringan saluran pernapasan, dan memicu peradangan kronis. Selain itu, virus corona juga sering hinggap di rokok yang kemudian bisa masuk dengan mudah melalui mulut perokok.

5. Obesitas

7 Faktor yang Bisa Memperparah Gejala COVID-19, yuk Saling Melindungi!https://www.harrowhealthcare.co.uk/

Orang yang mengalami obesitas memiliki potensi terkena COVID-19 2 kali lipat dibanding orang-orang dengan berat tubuh normal. Sebenarnya tidak harus obesitas, karena jurnal The Lancet Infectious Diseases mengatakan bahwa mereka yang kelebihan berat tubuh tapi tidak sampai obesitas memiliki risiko 86 persen lebih tinggi terkena pneumonia daripada orang dengan berat normal.

Obesitas umumnya dianggap sebagai faktor risiko infeksi parah, termasuk COVID-19. Sebagai contoh, mereka yang mengalami obesitas memiliki penyakit yang lebih lama sembuh dan lebih parah selama epidemi flu babi.

6. Golongan darah

7 Faktor yang Bisa Memperparah Gejala COVID-19, yuk Saling Melindungi!asianscientist.com

Golongan darah juga bisa menjadi acuan prediksi apakah seseorang memiliki risiko tinggi terkena COVID-19 atau tidak. Jiao Zhao beserta koleganya dari The Southern University of Science and Technology menjelaskan bahwa orang-orang yang memiliki golongan darah A berisiko lebih tinggi terjangkit virus corona.

Sementara itu, hanya sedikit orang dengan golongan darah O yang menderita COVID-19. Namun penelitian ini dinilai oleh para ilmuwan lain bahwa perlu dikembangkan lagi, terutama karena jumlah sampelnya terlalu sedikit untuk bisa diambil kesimpulan.

Hingga saat ini, belum diketahui mengapa golongan darah bisa memengaruhi risiko seseorang terpapar SARS-CoV-2. Golongan darah seseorang menunjukkan jenis antigen tertentu yang menutupi permukaan sel darah mereka, antigen ini menghasilkan antibodi tertentu untuk membantu melawan patogen.

7. Faktor genetik

7 Faktor yang Bisa Memperparah Gejala COVID-19, yuk Saling Melindungi!verywellfamily.com

Banyak jenis penyakit bawaan yang dapat memperburuk gejala COVID-19, tetapi mengapa orang yang sehat juga bisa meninggal karena virus tersebut? Para ilmuwan menduga bahwa faktor-faktor genetik tertentu dapat membuat beberapa orang rentan terhadap COVID-19.

Dalam satu skenario, gen yang memerintahkan sel untuk membangun reseptor ACE2 mungkin berbeda antara orang yang tertular infeksi parah dan mereka yang hampir tidak mengalami gejala sama sekali. Perbedaan mungkin terletak pada gen yang membantu meningkatkan sistem kekebalan terhadap patogen invasif.

Itulah beberapa faktor yang harus kamu ketahui kenapa seseorang bisa mati dan terkena COVID-19. Jadi, yang terpenting saat ini adalah tetap memperkuat sistem imun serta menghindari kerumunan agar tidak mudah terjangkit virus corona.

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN: Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com (http://kitabisa.com/kitaidnlawancorona)

Baca Juga: 9 Hasil Penelitian Terbaru COVID-19, Ada Spesimen Virus di Sperma?

Topic:

  • Adhyasta Dirgantara
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya