Comscore Tracker

Mengenal Hifema, Kondisi Adanya Gumpalan Darah di Bilik Depan Mata

Hilang penglihatan adalah dampak buruk yang bisa terjadi

Pernahkah kamu mengalami benturan pada mata yang menyebabkan mata menjadi merah dan memunculkan rasa sakit? Bisa jadi, mata yang merah tersebut adalah hifema.

Hifema adalah kumpulan darah yang berada di dalam ruang anterior mata, yaitu ruang antara kornea dan iris. Darah dapat menutupi sebagian besar atau seluruh iris dan pupil, sehingga bisa mengganggu penglihatan sebagian atau seluruhnya.

Bisa berlangsung sementara ataupun permanen bila tidak segera ditangani, inilah fakta mengenai hifema lebih lanjut yang perlu diketahui supaya kita lebih waspada.

1. Apa itu hifema?

Mengenal Hifema, Kondisi Adanya Gumpalan Darah di Bilik Depan Matailustrasi hifema (nejm.org/Beate J. Langner-Wegscheider, M.D., Robert Krause, M.D.)

Menurut keterangan dari American Academy of Ophthalmology (AAO) hifema adalah kondisi akibat benturan pada mata yang menyebabkan darah terkumpul di bagian depan mata, di antara kornea dan iris. Darah mungkin menutupi sebagian atau seluruh iris dan pupil.

Hifema biasanya terjadi ketika ada cedera atau robekan pada iris atau pupil mata. Kadang, orang salah mengira pembuluh darah yang pecah di depan mata sebagai hifema. Pembuluh darah yang pecah di mata adalah kondisi umum dan tidak berbahaya yang disebut perdarahan subkonjungtiva.

Perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, beda dengan hifema yang biasanya menyakitkan. Hifema harus segera ditangani dengan benar agar tidak menyebabkan masalah penglihatan permanen.

2. Cedera mata adalah penyebab utama hifema

Mengenal Hifema, Kondisi Adanya Gumpalan Darah di Bilik Depan Matailustrasi mata (pexels.com/ Dids)

Penyebab paling umum dari hifema adalah trauma pada mata yang biasanya terjadi akibat cedera olahraga, kecelakaan di tempat kerja, atau jatuh. Selain itu, dilansir Healthline, kondisi lainnya yang juga bisa menyebabkan hifema termasuk:

  • Pembuluh darah abnormal pada permukaan iris mata 
  • Infeksi mata yang disebabkan oleh virus herpes 
  • Masalah pembekuan darah seperti hemofilia dan anemia sel sabit
  • Kanker mata 

Anak-anak sangat berisiko mengalami cedera saat bermain olahraga tertentu, seperti bisbol, basket, softball, atau sepak bola. Hifema juga merupakan komplikasi potensial dari operasi mata dan memerlukan perawatan.

Baca Juga: 8 Fakta Floaters Mata, Bayangan Kecil yang Menghalangi Penglihatan

3. Gejala hifema pada mata

Mengenal Hifema, Kondisi Adanya Gumpalan Darah di Bilik Depan Matailustrasi mata sensitif terhadap cahaya (everydayhealth.com)

Gejala hifema pada mata pada umumnya tidak terlalu spesifik, yang bisa meliputi:

  • Terlihat adanya darah pada bagian depan mata 
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya 
  • Mata terasa sakit 
  • Penglihatan kabur, berkabut, atau terhalang darah mungkin tidak terlihat jika hifema kecil

4. Tingkat keparahan hifema

Mengenal Hifema, Kondisi Adanya Gumpalan Darah di Bilik Depan Matailustrasi tingkat atau grade keparahan hifema (blog.clinicalmonster.com)

Dilansir Verywell Health, hifema dinilai pada skala 0 hingga 4 berdasarkan jumlah darah yang menutupi kornea. Makin tinggi tingkatannya, maka semakin besar pula risiko tekanan intraokular yang dapat menyebabkan glaukoma dan kehilangan penglihatan. Tingkatan hifema yaitu: 

  • Tingkat 0: ini adalah mikrohifema tanpa lapisan darah yang terlihat, tetapi sel darah merah akan terlihat ketika dilakukan pemeriksaan yang lebih spesifik dengan alat
  • Tingkat 1: kurang dari sepertiga bilik mata depan terisi darah
  • Tingkat 2: antara sepertiga dan setengah ruangan diisi dengan darah
  • Tingkat 3: lebih dari setengah bagian mata terlihat darah
  • Tingkat 4: seluruh bagian terlihat merah akibat hifema

5. Diagnosis dan penanganan hifema harus dilakukan oleh dokter

Mengenal Hifema, Kondisi Adanya Gumpalan Darah di Bilik Depan Matailustrasi pemeriksaan mata oleh dokter (pexels.com/cottonbro)

Ketika mata terasa sakit dan muncul darah pada area depan mata, sebaiknya langsung periksakan ke dokter spesialis mata. Dokter akan terlebih dahulu mengecek riwayat medis lengkap, apakah pasien baru saja mengalami trauma mata atau ada kondisi lain yang dapat menyebabkan pendarahan di mata.

Setelah melakukan pemeriksaan fisik pada area mata, dokter akan menggunakan metode berikut untuk mendiagnosis hifema: 

  • Pemeriksaan mata komprehensif untuk menguji kemampuan penglihatan 
  • Pemeriksaan tekanan pada mata 
  • Pemeriksaan bagian dalam mata dengan mikroskop khusus yang disebut slit lamp 
  • CT scan mungkin disarankan untuk memeriksa fraktur orbit jika ada trauma pada mata

Pada kasus yang ringan, hifema bisa sembuh dengan sendiri dalam waktu sekitar satu minggu. Pasien bisa mengobati rasa sakitnya dengan minum obat pereda nyeri yang dijual bebas yang tidak mengandung aspirin. Aspirin perlu dihindari karena dapat mengencerkan darah, yang malah bisa meningkatkan pendarahan.

Dokter akan mengobati hifema berdasarkan beberapa faktor, seperti usia, luasnya cedera, toleransi pasien terhadap obat-obatan tertentu, atau preferensi atau pendapat pribadi. Setelah itu, berikut ini adalah beberapa perawatan yang bisa diberikan oleh dokter:

  • Pemberian obat tetes mata (steroid untuk membatasi peradangan atau obat tetes mata untuk membantu mengatasi rasa sakit)
  • Menutup mata yang terkena, misalnya dengan perban
  • Bed rest
  • Membatasi gerakan mata (misalnya tidak membaca atau memandangi layar komputer)
  • Meninggikan posisi kepala saat tidur setidaknya 40 derajat, untuk membantu tubuh menyerap darah
  • Cek tekanan mata mata setiap hari

Hifema merupakan keadaan darurat medis yang tidak boleh diobati tanpa bantuan dokter mata. Pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui tingkat keparahan hifema yang juga bertujuan untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Benturan pada mata memang baiknya jangan diabaikan, terlebih jika memunculkan rasa sakit. Jika kamu mengalami gejala-gejala hifema setelah mengalami benturan pada mata, segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata untuk pemeriksaan lengkap. Jangan ditunda, ya!

Baca Juga: Penyakit Mata karena Usia, Kenali 6 Fakta AMD Basah

Aisya Kusumawati Photo Verified Writer Aisya Kusumawati

Hope you enjoy the article and find some helpful things alongside the reading <3

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya