Comscore Tracker

Suka Makan Daging yang Belum Matang Sempurna? Awas Kena Taeniasis

Terutama daging sapi dan babi

Daging adalah salah satu sumber protein tinggi yang penting untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Namun, pengolahan daging yang tidak benar dapat berpotensi menyebabkan infeksi.

Beberapa orang lebih suka makan daging yang tidak matang sempurna, misalnya steak dengan tingkat kematangan rare-medium atau bahkan ada yang senang memakannya mentah, misalnya pada sashimi atau tartare.

Memang pilihan kembali lagi ke selera atau preferensi. Namun, kamu tetap perlu tahu kalau daging yang dimasak kurang matang ataupun masih mentah bisa menyebabkan salmonelosis (gangguan saluran pencernaan akibat bakteri Salmonela).

Selain itu, ada pula ancaman infeksi taeniasis. Penyakit apa ini? Simak selengkapnya!

1. Taeniasis disebabkan oleh infeksi parasit

Suka Makan Daging yang Belum Matang Sempurna? Awas Kena Taeniasisunsplash.com/Frederick Tubiermont

Menurut penjelasan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), taeniasis adalah infeksi parasit yang terjadi pada manusia akibat mengonsumsi daging setengah matang atau daging mentah, yang di dalamnya terdapat parasit.

Jenis parasit yang menyebabkan taeniasis adalahTaenia saginata (cacing pita sapi), Taenia solium (cacing pita babi), dan Taenia asiatica (cacing pita Asia). 

2. Gejala taeniasis

Suka Makan Daging yang Belum Matang Sempurna? Awas Kena Taeniasisunsplash.com/Anh Nguyen

Dilansir Healthline, setelah mengonsumsi daging yang mengandung cysticercus (larva cacing pita) Taenia saginata dan Taenia solium, biasanya belum menunjukkan gejala yang signifikan. 

Gejala seperti nyeri perut, mual, diare, atau sembelit baru muncul saat cacing pita sudah berkembang sempurna di dalam perut, kira-kira selama 8 minggu.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan bahwa infeksi taeniasis di daerah endemik, terutama di Asia, juga menunjukkan gejala benjolan di mata. Selain itu, taeniasis juga membuat penderitanya mengalami penurunan berat badan serta rasa gatal di area perianal (daerah sekitar anus). Bila tidak segera ditangani, cacing pita yang bersarang dalam tubuh bisa hidup selama 2-3 tahun.

Baca Juga: Mengerikan, 7 Cacing Parasit Ini Bisa Hidup di Dalam Tubuhmu Tiba-tiba

3. Bagaimana parasit tersebut bisa masuk dan berkembang di dalam tubuh?

Suka Makan Daging yang Belum Matang Sempurna? Awas Kena Taeniasisunsplash.com/ Max Delsid

Menurut informasi dari CDC, konsumsi daging yang mengandung parasit ditambah pengolahan daging yang tidak matang sempurna, dikhawatirkan cacing belum mati sehingga bisa masuk dan berkembang dalam tubuh.

Larva cacing pita tersebut akan masuk ke dalam usus dan akan berkembang menjadi cacing dewasa dalam waktu 2 bulan. Nah, cacing dewasa tersebut bisa hidup selama bertahun-tahun di dalam tubuh. Hiii!

4. Mengerikannya lagi, cacing ini bisa merusak sistem saraf!

Suka Makan Daging yang Belum Matang Sempurna? Awas Kena TaeniasisCacing pita Taenia solium. commons.wikimedia.org

Bila tidak mendapatkan pengobatan dan cacing hidup terlalu lama dalam tubuh, sistem saraf bisa terancam. Kondisi ini disebut dengan neurocysticercosis (NCC). 

Menurut sebuah laporan yang dipublikasikan dalam "Annals of Gastroenterology" tahun 2018, NCC adalah salah satu penyakit akibat parasit tersebut yang menjadi perhatian utama di daerah endemik seperti Amerika Latin, Asia, Afrika, dan Eropa Timur. NCC mengakibatkan kematian dengan angka mencapai 50.000 per tahun. 

Di negara berkembang, NCC menjadi penyebab utama terjadinya epilepsi (gangguan pada sistem saraf) dengan korban 1,2 juta jiwa per tahun. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa kasus terbanyak dilaporkan dari Eropa karena banyaknya imigran yang berpindah ke benua tersebut.

5. Semua orang berisiko terkena taeniasis

Suka Makan Daging yang Belum Matang Sempurna? Awas Kena Taeniasispixabay.com/vika-imperia550

Berdasarkan keterangan dari WHO, selain menginfeksi dengan cara mengonsumsi daging yang belum matang serta mengandung parasit, kamu juga bisa terkena taeniasis secara langsung lewat kotoran hewan yang mengandung parasit, misalnya kawasan peternakan.

CDC juga menyebutkan bahwa kurangnya akses untuk mendapatkan air bersih dan rendahnya sanitasi diri dan lingkungan bisa menjadi faktor penyebab.

Setelah membaca artikel ini, jangan langsung menjauhi olahan daging, ya, karena nutrisinya diperlukan bagi kesehatan. Untuk mencegah taeniasis, pilih daging berkualitas, mengolahnya dengan tepat, memasaknya hingga matang, dan optimalkan dengan menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Baca Juga: 8 Diet Alternatif dan Alami Ini Bisa Menyingkirkan Cacing di Tubuhmu

Aisya Kusumawati Photo Verified Writer Aisya Kusumawati

Hope you enjoy the article and find some helpful things alongside the reading. Xoxo, Aisya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya