Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Aktivitas Sehari-hari yang Harus Dihindari Pasien Hemofilia
ilustrasi memotong sayuran dengan pisau (unsplash.com/Alyson McPhee)
  • Hemofilia membuat darah sulit membeku, sehingga pasien harus menghindari aktivitas berisiko tinggi untuk mencegah perdarahan dan kerusakan sendi jangka panjang.
  • Olahraga kontak, aktivitas ekstrem, serta penggunaan benda tajam atau panas dapat memicu cedera serius bagi penderita hemofilia jika tidak dilakukan dengan hati-hati.
  • Pekerjaan rumah tangga, berkebun, dan konsumsi obat tertentu juga perlu diwaspadai karena bisa meningkatkan risiko perdarahan; pengawasan dan perlindungan ekstra sangat disarankan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menonjolkan sisi positif dari kesadaran dan pengelolaan diri bagi pasien hemofilia. Dengan memahami aktivitas yang berisiko, mereka dapat melindungi tubuhnya secara lebih efektif dan tetap menjalani kehidupan aktif tanpa rasa takut berlebihan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kehati-hatian bukanlah batasan, melainkan bentuk kendali dan tanggung jawab terhadap kesehatan pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hemofilia adalah kelainan genetik yang menyebabkan darah sulit membeku. Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan faktor pembekuan tertentu sehingga luka kecil sekalipun bisa memicu perdarahan yang berlangsung lebih lama. Karena itulah, orang dengan hemofilia perlu lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Menghindari kegiatan yang berisiko tinggi sangat penting untuk mencegah cedera, luka, maupun perdarahan pada sendi. Jika tidak dikelola dengan baik, perdarahan berulang dapat menyebabkan kerusakan sendi jangka panjang yang dikenal sebagai artropati. Dengan memahami aktivitas apa saja yang sebaiknya dihindari, orang dengan hemofilia tetap dapat menjalani kehidupan yang aktif dan sehat.

1. Olahraga kontak yang berisiko tinggi

Olahraga kontak merupakan salah satu aktivitas yang paling dianjurkan untuk dihindari oleh pasien hemofilia. Jenis olahraga ini biasanya melibatkan benturan fisik, tabrakan, atau jatuh yang bisa menyebabkan cedera serius.

Contohnya, sepak bola, rugbi, hoki, tinju, gulat, judo, dan lain-lain. Dalam olahraga tersebut, benturan antar pemain sering kali tidak dapat dihindari. Bahkan dengan perlengkapan pelindung sekalipun, risiko perdarahan internal tetap cukup tinggi.

Seni bela diri seperti karate juga termasuk aktivitas yang perlu diwaspadai. Gerakan pukulan, tendangan, dan lemparan dapat meningkatkan kemungkinan cedera pada otot maupun sendi.

2. Aktivitas ekstrem dan berkecepatan tinggi

Selain olahraga tim, berbagai aktivitas ekstrem juga memiliki risiko cedera yang cukup besar. Kegiatan seperti bermain ski, snowboarding, skateboard, atau mengendarai motor dengan kecepatan tinggi berpotensi menyebabkan jatuh atau kecelakaan.

Jika terjadi benturan keras, orang dengan hemofilia bisa mengalami memar dalam yang sulit berhenti berdarah. Aktivitas seperti senam dengan lompatan dan gerakan akrobatik juga dapat memberikan tekanan besar pada sendi.

Kegiatan lain, seperti bersepeda gunung atau arung jeram juga memiliki risiko karena medan yang tidak stabil. Bahkan aktivitas sederhana seperti lari atau melompat secara berulang dapat memberi tekanan pada lutut dan pergelangan kaki yang rentan mengalami perdarahan spontan.

3. Menggunakan benda tajam

ilustrasi mengelap pisau (unsplash.com/Blake Cheek)

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak aktivitas yang melibatkan benda tajam. Misalnya, saat memotong bahan makanan di dapur, menggunakan gunting, mencukur rambut atau jenggot, hingga menjahit.

Bagi orang dengan hemofilia, luka kecil akibat benda tajam bisa menjadi masalah serius karena darah tidak cepat membeku. Oleh karena itu, penggunaan benda tajam sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati.

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko, seperti menggunakan alat cukur listrik, gunting pengaman, atau membeli sayuran yang sudah dipotong. Pada anak-anak yang hidup dengan hemofilia, orang tua juga perlu memberikan pengawasan ekstra ketika mereka menggunakan benda tajam.

4. Aktivitas yang melibatkan api atau panas

Aktivitas rumah tangga, seperti memasak juga memiliki potensi risiko tertentu. Menggunakan kompor dengan api terbuka, memanggang makanan, atau menggoreng dengan minyak panas dapat menyebabkan luka bakar jika tidak berhati-hati.

Luka bakar bisa merusak jaringan kulit dan pembuluh darah, yang pada orang dengan hemofilia dapat memicu perdarahan di bawah kulit. Selain itu, kegiatan seperti menyetrika atau menggunakan alat penata rambut yang panas juga berpotensi menyebabkan luka.

Untuk mengurangi risiko, sebaiknya gunakan peralatan yang lebih aman seperti kompor listrik atau microwave. Sarung tangan tahan panas juga bisa membantu melindungi tangan saat memasak.

5. Aktivitas bersih-bersih yang berisiko cedera

Pekerjaan rumah tangga juga dapat menimbulkan risiko jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Menggosok permukaan dengan bahan abrasif atau menggunakan bahan kimia keras dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Selain itu, aktivitas seperti membersihkan bagian rumah yang tinggi atau menyedot debu di tangga juga berpotensi menyebabkan jatuh. Bagi pasien hemofilia, cedera akibat jatuh bisa memicu perdarahan pada otot atau sendi.

Sebagai alternatif, gunakan kain microfiber yang lebih lembut, sabun pembersih yang ringan, atau alat bantu seperti vacuum otomatis untuk mengurangi risiko cedera.

6. Berkebun dan pekerjaan luar rumah

ilustrasi berkebun (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

Berkebun juga bisa menimbulkan risiko bagi pasien hemofilia. Tanaman berduri, alat pemangkas, atau sekop dapat menyebabkan luka tusuk yang sulit berhenti berdarah. Selain itu, memotong rumput di tanah yang tidak rata juga berisiko menyebabkan jatuh atau terkilir.

Untuk mengurangi risiko, gunakan sarung tangan tebal, pilih alat berkebun dengan gagang panjang, dan hindari tanaman berduri. Sebaiknya juga tidak menggunakan tangga saat memangkas tanaman agar terhindar dari risiko jatuh.

7. Mengonsumsi obat tertentu

Selain aktivitas fisik, beberapa obat juga dapat meningkatkan risiko perdarahan. Misalnya, aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), yang dapat mengganggu proses pembekuan darah. Orang dengan hemofilia juga sebaiknya tidak melewatkan terapi faktor pembekuan yang direkomendasikan dokter sebelum melakukan aktivitas tertentu.

Pasien hemofilia memang perlu menjalani hidup dengan lebih berhati-hati, terutama dalam memilih aktivitas sehari-hari. Dengan menghindari kegiatan berisiko tinggi dan mengikuti saran medis, mereka tetap dapat menjalani kehidupan yang aktif dan produktif. Pemahaman yang baik tentang batasan tubuh menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi yang berbahaya.

Referensi

AmeriPharma. Diakses pada April 2026. "Lifestyle Changes That Make Living with Hemophilia Easier."

Hemophilia News Today. Diakses pada April 2026. "Activities and Levels of Bleeding Risk They May Carry Ranked by Physical Therapists."

Liv Hospital. Diakses pada April 2026. "Essential Things Hemophiliacs Should Avoid."

Editorial Team