"Skring kesehatan pria itu tidak banyak dibicarakan. Kalau di masyarakat itu konsennya skrining untuk anak, perempuan—Pap smear dan kanker payudara. Tapi pria ini agak ketinggalan sebenarnya," ujar dr. Dyandra Parikesit, BMedSc., Sp.U, FICS, spesialis urologi di Eka Hospital MT Haryono, pada Kamis (11/06/2026) di Jakarta.
Gangguan Saluran Kemih Ancam Pria Muda, Dokter Imbau Skrining Dini

Gangguan saluran kemih kini mengancam pria muda akibat gaya hidup minim gerak, stres tinggi, dan faktor genetik, sehingga skrining dini sangat disarankan.
Panduan skrining urologi dibagi berdasarkan usia: 30-an fokus pada analisis sperma dan varikokel; 45 ke atas evaluasi fungsi seksual dan ginjal, serta 50 tahun pemeriksaan prostat tahunan.
Tanda bahaya seperti kencing berdarah, nyeri atau sulit buang air kecil harus segera diperiksa tanpa menunggu jadwal skrining untuk mencegah komplikasi serius.
Banyak pria sering mengabaikan gejala gangguan saluran kemih dan baru ke dokter saat gejalanya memburuk. Meski dianggap penyakit orang tua, tetapi faktanya saat ini gangguan saluran kemih bisa dialami pria usia berapa pun.
Table of Content
Kewaspadaan harus ditingkatkan
Dokter Dyandra menjelaskan bahwa pola hidup masyarakat modern yang minim bergerak, tingkat stres yang tinggi, serta faktor genetik kini membuat pria usia produktif sudah harus waspada terhadap kesehatan saluran kemih.
"Saluran kemih bekerja diam-diam setiap hari. Sedikit perhatian bisa mencegah masalah besar di kemudian hari. Salah satu tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah saluran kemih adalah skrining," jelasnya.
Panduang skrining kesehatan urologi

Berikut ini panduan lengkap skrining kesehatan urologi pria berdasarkan kelompok usia beserta rincian indikasi klinisnya.
Usia 30-an: fokus pada program kehamilan dan kesehatan reproduksi
Pada rentang usia ini, pria umumnya berada di puncak masa produktif dan masa keemasan karier. Tekanan pekerjaan yang memicu stres tinggi, kebiasaan merokok, serta pola hidup yang terlalu banyak duduk menjadi pemicu utama gangguan urologi pada usia muda.
- Analisis sperma: Skrining ini wajib bagi pria yang sedang merencanakan program kehamilan bersama pasangan. Melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air mani, dokter dapat mengevaluasi kuantitas, pergerakan dan bentuk sperma.
- Deteksi dini varikokel: USG testis juga bisa digunakan untuk mendeteksi varikokel, yaitu pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantung testis. Varikokel merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pria yang paling sering ditemukan pada usia produktif, namun sering kali tidak disadari.
Usia 45 ke atas: evaluasi fungsi seksual dan gejala awal masalah prostat
- Memasuki usia kepala empat, tubuh pria mulai mengalami penurunan produksi hormon testosteron secara perlahan serta berkurangnya elastisitas jaringan saluran kemih.
- Evaluasi disfungsi ereksi (impotensi): Disfungsi ereksi sering menjadi penanda adanya kerusakan pembuluh darah. Kondisi ini umumnya berkaitan erat dengan penyumbatan pembuluh darah akibat penyakit jantung koroner, hipertensi, atau diabetes mellitus.
- Pemeriksaan fungsi ginjal berkala: Tes darah laboratorium untuk memantau kadar Ureum dan Kreatinin. Skrining ini bertujuan menilai kemampuan filtrasi ginjal dalam menyaring sisa metabolisme, sehingga tanda-tanda gagal ginjal dapat diidentifikasi sejak awal.
- Pemantauan gejala berkemih (gejala saluran kemih bagian bawah): Gejala gejala saluran kemih bagian bawah meliputi aliran urine yang melemah, harus mengejan saat berkemih, urine menetes di akhir BAB, atau sering terbangun pada malam hari hanya untuk buang air kecil (nokturia).
Usia 50 tahun ke atas: skrining kanker prostat dan BPH
- Saat memasuki usia 50 tahun, pria sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan saluran kemih tahunan. Pada fase ini, kelenjar prostat pria mengalami pertumbuhan sekunder yang rentan memicu keganasan.
- Tes PSA (prostate-specific antigen): Pemeriksaan darah sederhana untuk mengukur kadar protein PSA yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Peningkatan kadar PSA dalam darah menjadi indikator awal adanya gangguan pada prostat, termasuk risiko tinggi terkena kanker prostat, bahkan jauh sebelum gejala fisik muncul.
- Uroflowmetry: Prosedur diagnostik noninvasif untuk mengukur volume, kecepatan pancaran, dan durasi keluarnya urine saat berkemih. Hasil grafik dari alat uroflowmetry ini membantu dokter menentukan tingkat keparahan sumbatan pada saluran kemih yang umumnya disebabkan oleh pembesaran prostat jinak.
Ciri-ciri tanda bahaya
Dokter Dyandra menjelaskan, jika pria menemui tanda bahaya, mereka tidak lagi perlu menunggu jadwal skrining. Berikut adalah tanda bahaya yang jangan ditunda lagi untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.
- Kencing berdarah.
- Sulit atau tidak bisa kencing.
- Sering bangun malam untuk kencing.
- Nyeri saat kencing atau di pinggang.
- Demam disertai gangguan kencing.
Skrining adalah bentuk dari menjaga diri, bukan menunggu sampai sakit. Jangan menunda pemeriksaan urologi hanya karena merasa belum ada keluhan yang menyakitkan. Melakukan skrining sejak dini dapat membantu mempertahankan fungsi reproduksi, seksual, dan sistem ekskresi urin yang optimal hingga usia lanjut.
![[QUIZ] Berdasarkan Tujuan Kamu, Ini Jenis Diet yang Paling Cocok](https://image.idntimes.com/post/20260603/pexels-karola-g-5714348_561a6e62-1437-4727-8268-fca4db23bbf8.jpg)






![[QUIZ] Pilih Workout Station HYROX Tersulit, Kami Tebak Kondisi Mentalmu](https://image.idntimes.com/post/20251209/upload_3d6c2660299615dc7370ee9897f59de5_2bf142e8-ba76-4e2a-bd73-c5087d60da0d.jpg)







![[QUIZ] Genre Musik Favoritmu Bisa Ungkap Cara Kamu Mengelola Amarah](https://image.idntimes.com/post/20230413/pexels-cottonbro-studio-9063608-799c959c8a681bc3037abd5954852522.jpg)


