- Sifilis.
- HIV.
- Hepatitis B.
- Klamidia.
- Gonore.
Kenapa Ibu Hamil Perlu Skrining Infeksi Menular Seksual?

- Skrining infeksi menular seksual (IMS) penting bagi ibu hamil karena banyak infeksi seperti sifilis, HIV, dan hepatitis B tidak bergejala namun bisa membahayakan janin.
- Pemeriksaan dilakukan lewat tes darah, urine, atau usapan untuk mendeteksi dini penyakit seperti klamidia dan gonore agar dapat segera diobati sebelum berdampak pada kehamilan.
- Deteksi dan pengobatan dini mampu mencegah komplikasi serius seperti keguguran, kelahiran prematur, infeksi bawaan, hingga kematian bayi baru lahir.
Sebagian besar ibu hamil berharap kehamilannya berjalan lancar hingga hari persalinan. Pola makannya diatur, rutin cek kandungan ke dokter atau bidan, mengonsumsi vitamin prenatal, dan menghindari berbagai faktor risiko yang dapat mengganggu tumbuh kembang janin. Namun, ada ancaman yang sering tidak menimbulkan gejala, yaitu penyakit menular seksual atau infeksi menular seksual (IMS).
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jutaan perempuan di seluruh dunia hidup dengan IMS yang tidak terdiagnosis. Sebagian besar infeksi tersebut dapat berlangsung tanpa gejala selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Pada ibu hamil kondisi ini bisa menjadi tantangan karena perempuan bisa terlihat sehat, tetapi tanpa disadari membawa infeksi yang berpotensi memengaruhi kehamilan maupun kesehatan bayinya.
Itulah alasan kenapa IMS menjadi salah satu komponen penting dalam layanan antenatal modern.
Table of Content
Skrining IMS saat hamil
Skrining IMS adalah serangkaian pemeriksaan yang bertujuan mendeteksi infeksi tertentu walaupun tidak ada gejala.
Pemeriksaan ini biasanya dilakukan melalui tes darah, sampel urine, atau usap dari area genital, tergantung jenis infeksi yang dicurigai.
Infeksi yang umum direkomendasikan untuk diskrining selama kehamilan meliputi:
Pada kelompok tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan sesuai faktor risiko dan kondisi kesehatan pasien.
Selain mendeteksi penyakit, tujuan penting skrining lainnya adalah memberikan kesempatan untuk mengobati atau mengendalikan penyakit sebelum berdampak pada ibu dan janin.
Banyak IMS tidak menimbulkan gejala
Salah satu alasan utama mengapa skrining diperlukan adalah karena gejala sering kali tidak muncul.
Sebagian besar perempuan dengan klamidia atau gonore tidak mengalami keluhan yang jelas. Demikian pula pada infeksi HIV, hepatitis B, maupun sifilis tahap awal.
Ketika tidak ada gejala, seseorang mungkin menganggap dirinya sehat dan tidak memerlukan pemeriksaan tambahan. Padahal, bakteri atau virus tetap dapat berkembang di dalam tubuh dan memengaruhi kehamilan.
Penelitian menunjukkan, skrining berbasis gejala saja sering gagal mengidentifikasi sebagian besar kasus IMS pada perempuan. Dengan kata lain, menunggu munculnya keluhan bukanlah strategi yang efektif. Karena itu, para ahli menganjurkan skrining universal untuk beberapa jenis IMS selama kehamilan.
Infeksi dapat menular dari ibu ke janin

Alasan lain yang membuat skrining sangat penting adalah kemungkinan terjadinya penularan dari ibu ke bayi. Beberapa mikroorganisme dapat menembus plasenta selama kehamilan. Sebagian lainnya ditularkan saat proses persalinan ketika bayi melewati jalan lahir.
Konsekuensi penularan ini bisa sangat serius. Bayi dapat mengalami infeksi bawaan, gangguan pertumbuhan, kerusakan organ, gangguan saraf, hingga kematian.
Penularan dari ibu ke anak merupakan salah satu jalur penyebaran utama untuk sifilis, HIV, dan hepatitis B di berbagai negara.
Kabar baiknya, sebagian besar risiko tersebut dapat ditekan secara signifikan jika infeksi ditemukan dan ditangani lebih awal.
Sifilis bisa menyebabkan keguguran dan lahir mati
Di antara berbagai IMS, sifilis termasuk yang paling ditakuti selama kehamilan. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum ini dapat menular ke janin melalui plasenta. Sifilis yang tidak diobati berhubungan dengan peningkatan risiko keguguran, lahir mati (stillbirth), kelahiran prematur, dan kematian neonatal.
Selain itu, bayi yang lahir dengan sifilis kongenital dapat mengalami gangguan pendengaran, kelainan tulang, kerusakan neurologis, dan berbagai komplikasi jangka panjang lainnya.
Pengobatan menggunakan penisilin sangat efektif bila diberikan tepat waktu, sehingga skrining sifilis menjadi salah satu pemeriksaan antenatal yang paling direkomendasikan.
HIV bisa dicegah agar tidak menular ke bayi
Dahulu, HIV pada ibu hamil hampir selalu dianggap sebagai ancaman besar bagi bayi. Sekarng, berkat perkembangan terapi antiretroviral (ARV), risiko penularan HIV dari ibu ke anak dapat ditekan hingga di bawah 1 persen apabila diagnosis dan pengobatan dilakukan sejak dini. Namun, keberhasilan ini hanya mungkin terjadi jika infeksi terdeteksi secara dini.
Tes HIV selama kehamilan merupakan langkah penting untuk memulai terapi, merencanakan persalinan yang aman, serta menentukan strategi pemberian makan bayi yang sesuai.
Hepatitis B bisa menyebabkan infeksi kronis pada bayi

Hepatitis B memiliki implikasi besar selama kehamilan. Bayi yang tertular hepatitis B saat lahir memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami infeksi kronis dibanding orang dewasa.
Menurut WHO, sekitar 80–90 persen bayi yang terinfeksi pada tahun pertama kehidupan dapat berkembang menjadi penderita hepatitis B kronis. Kondisi ini meningkatkan risiko sirosis dan kanker hati di kemudian hari.
Melalui skrining selama kehamilan, tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi ibu yang terinfeksi dan memberikan langkah pencegahan yang sesuai, termasuk imunisasi serta imunoglobulin hepatitis B pada bayi segera setelah lahir.
Klamidia dan gonore bisa memengaruhi kehamilan
Klamidia dan gonore termasuk IMS bakteri yang paling umum. Meski sering tanpa gejala, tetapi kedua infeksi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko ketuban pecah dini, persalinan prematur, dan infeksi pada bayi baru lahir.
Bayi yang terpapar selama persalinan dapat mengalami infeksi mata serius yang berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan jika tidak ditangani dengan baik.
Karena itu, beberapa pedoman internasional merekomendasikan skrining pada kelompok ibu hamil tertentu yang memiliki faktor risiko lebih tinggi.
Kapan skrining IMS dilakukan?
Sebagian besar pemeriksaan dilakukan pada kunjungan antenatal pertama karena makin cepat infeksi ditemukan, makin besar peluang untuk mencegah komplikasi.
Pada kelompok berisiko tinggi, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan ulang pada trimester ketiga atau menjelang persalinan.
Pendekatan ini membantu mendeteksi infeksi yang mungkin terjadi setelah pemeriksaan awal.
Keamanan skrining IMS buat ibu hamil
Skrining IMS umumnya aman, cepat, dan cuma perlu sampel darah, urine, atau usapan sederhana.
Meski sebagian orang merasa canggung, tetapi tenaga kesehatan memandang pemeriksaan ini sebagai bagian rutin dari perawatan kehamilan, sama seperti pemeriksaan tekanan darah atau kadar gula darah.
Perlu diingat bahwa tujuan skrining bukan mencari kesalahan atau menilai perilaku seseorang. Fokus utamanya adalah melindungi kesehatan ibu dan bayi.
Dalam banyak kasus, hasil negatif justru memberikan ketenangan. Dan, jika hasilnya positif, ibu memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengobatan dan pemantauan yang tepat.
Bukan cuma menjaga kehamilan sehat, ibu hamil juga harus menciptakan lingkungan yang aman bagi perkembangan janin.
Banyak infeksi menular seksual dapat dicegah dampaknya melalui deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Sebaliknya, infeksi yang tidak diketahui dapat meningkatkan risiko komplikasi. Skrining IMS merupakan bagian penting dari layanan antenatal. Tesnya biasanya cuma butuh beberapa menit, tetapi bisa membantu mencegah keguguran, kelahiran prematur, infeksi bawaan, hingga kematian bayi baru lahir.
Referensi
World Health Organization (WHO). "Global Health Sector Strategies on HIV, Viral Hepatitis and Sexually Transmitted Infections, 2022–2030." Geneva: World Health Organization, 2022. Diakses Juni 2026.
WHO. "Sexually Transmitted Infections (STIs)." Diakses Juni 2026.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). "Pregnant Women and STDs." Diakses Juni 2026.
CDC. "Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines." Diakses Juni 2026.
Gabriela B Gomez et al., “Untreated Maternal Syphilis and Adverse Outcomes of Pregnancy: A Systematic Review and Meta-analysis,” Bulletin of the World Health Organization 91, no. 3 (January 17, 2013): 217–26, https://doi.org/10.2471/blt.12.107623.
Lori Newman et al., “Global Estimates of Syphilis in Pregnancy and Associated Adverse Outcomes: Analysis of Multinational Antenatal Surveillance Data,” PLoS Medicine 10, no. 2 (February 26, 2013): e1001396, https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1001396.
WHO. "Mother-to-Child Transmission of HIV." Diakses Juni 2026.
WHO. "Hepatitis B." Diakses Juni 2026.
Us Preventive Services Task Force et al., “Screening for HIV Infection,” JAMA 321, no. 23 (June 11, 2019): 2326, https://doi.org/10.1001/jama.2019.6587.
Lisa M Vallely et al., “Performance of Syndromic Management for the Detection and Treatment of Genital Chlamydia Trachomatis , Neisseria Gonorrhoeae and Trichomonas Vaginalis Among Women Attending Antenatal, Well Woman and Sexual Health Clinics in Papua New Guinea: A Cross-sectional Study,” BMJ Open 7, no. 12 (December 1, 2017): e018630, https://doi.org/10.1136/bmjopen-2017-018630.



![[QUIZ] Cek Kebutuhan Air Harian Berdasarkan Gaya Hidup Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260526/tips-efektif-minum-air-untuk-detoks-pasca-idul-adha_968e84b8-5723-485e-b544-dde813648a5c.jpeg)

![[QUIZ] Dari Cara Kamu Menyikapi Rasa Haus, Ini Kebutuhan Cairan Tubuhmu](https://image.idntimes.com/post/20250604/pexels-maumascaro-907865-98578fc533dc034ea3dc70254c5ffc9d-6806676fc951453ca0eb738eb04487e0.jpg)
![[QUIZ] Dari Olahan Daging Favoritmu, Ini Penyakit yang Mengintai](https://image.idntimes.com/post/20260505/resep-daging-panggang-ala-maroko_57a5c686-b9fa-44df-856c-249f30b1b27a.jpg)
![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu Capek atau Mulai Stres](https://image.idntimes.com/post/20250602/img-20250602-232248-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-10d0d970fe707292815711bf6b95b641.jpg)





![[QUIZ] Cara Kamu Menenangkan Diri saat Cemas Mirip Siapa di 'Upin & Ipin'?](https://image.idntimes.com/post/20260505/screenshot_20260505-172134_youtube_e14e3aa1-93bd-4770-8b32-75b302d13c59.jpeg)


