Fang-Hua Liu et al., “ABO And Rhesus Blood Groups and Multiple Health Outcomes: An Umbrella Review of Systematic Reviews With Meta-analyses of Observational Studies,” BMC Medicine 22, no. 1 (May 20, 2024): 206, https://doi.org/10.1186/s12916-024-03423-x.
James B. Meigs, “The Genetic Epidemiology of Type 2 Diabetes: Opportunities for Health Translation,” Current Diabetes Reports 19, no. 8 (July 22, 2019): 62, https://doi.org/10.1007/s11892-019-1173-y.
Sylvia H Ley et al., “Prevention and Management of Type 2 Diabetes: Dietary Components and Nutritional Strategies,” The Lancet 383, no. 9933 (June 1, 2014): 1999–2007, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(14)60613-9.
Studi Ungkap Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Kena Diabetes

Golongan darah B dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 sekitar 28 persen, menurut temuan penelitian.
Risiko ini relatif kecil dibanding faktor gaya hidup, seperti pola makan dan aktivitas fisik.
Temuan ini berbasis umbrella review besar, tetapi tetap perlu penelitian lanjutan.
Golongan darah, sesuatu yang kita bawa sejak lahir ini, ternyata tidak hanya berperan dalam hal transfusi, tetapi juga berkaitan dengan risiko penyakit tertentu.
Sebuah studi besar mencoba menjawab pertanyaan lama yang masih terus diperbincangkan, mengenai apakah golongan darah memengaruhi kesehatan. Temuannya menarik. Dari ratusan hubungan yang diteliti, cuma satu golongan darah yang memiliki bukti paling kuat dalam hal kaitan dengan risiko diabetes tipe 2.
Table of Content
1. Temuan penelitian
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Medicine ini merupakan umbrella review, yaitu analisis besar yang menggabungkan puluhan reviu sistematis dan metaanalisis. Dalam studi ini, tim peneliti mengevaluasi 51 studi dengan sekitar 270 hubungan antara golongan darah dan berbagai penyakit.
Untuk memastikan hasilnya valid, setiap hubungan diuji ulang menggunakan metode statistik ketat. Mulai dari konsistensi hasil, ukuran sampel, hingga potensi bias. Banyak temuan sebelumnya ternyata tidak cukup kuat untuk dipertahankan.
Hasil akhirnya, cuma satu hubungan yang benar-benar memenuhi standar bukti tertinggi, yaitu golongan darah B (positif maupun negatif) memiliki risiko diabetes tipe 2 sekitar 28 persen lebih tinggi dibanding non-B. Meski tidak besar, tetapi peningkatan ini dianggap cukup signifikan secara populasi.
2. Kenapa golongan darah bisa berpengaruh?

Golongan darah ditentukan oleh keberadaan antigen tertentu di permukaan sel darah merah. Antigen ini bukan sekadar penanda biologis, tetapi juga dapat memengaruhi interaksi tubuh dengan sistem imun, peradangan, dan bahkan mikrobiota usus.
Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perbedaan kecil ini dapat memengaruhi kerentanan terhadap penyakit tertentu.
Dalam konteks diabetes tipe 2, ada hipotesis bahwa mikrobioma usus mungkin berperan dalam menjembatani hubungan ini, meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami.
Namun, penting untuk dicatat bahwa peneliti ini tidak meneliti penyebab langsung (kausalitas). Artinya, golongan darah B bukan penyebab diabetes, melainkan salah satu faktor yang mungkin berkontribusi dalam konteks yang lebih luas.
3. Seberapa besar risiko ini dalam kehidupan nyata?
Peningkatan risiko sebesar 28 persen mungkin terdengar signifikan, tetapi dalam praktiknya, faktor lain jauh lebih berpengaruh.
Misalnya, konsumsi daging olahan sekitar 50 gram per hari dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 37 persen, sementara gaya hidup sedentari bahkan bisa meningkatkan risiko lebih dari 100 persen.
Dengan kata lain, gaya hidup tetap menjadi faktor dominan. Pola makan, aktivitas fisik, dan berat badan memiliki dampak yang jauh lebih besar dibanding golongan darah.
Namun, informasi ini tetap relevan. Bagi individu dengan golongan darah B, temuan ini bisa menjadi pengingat tambahan untuk lebih waspada terhadap faktor risiko yang bisa dikendalikan.
Temuan bahwa golongan darah B memiliki risiko lebih tinggi terhadap diabetes tipe 2 membuka perspektif baru dalam memahami kesehatan. Ini menunjukkan bahwa faktor biologis yang tampak sederhana bisa memiliki implikasi yang lebih luas.
Namun, penting untuk menempatkan temuan ini dalam konteks yang tepat. Golongan darah bukan takdir. Risiko terbesar tetap datang dari faktor yang bisa diubah sehingga kamu bisa memodifikasinya sejak hari ini. Mengetahui informasi ini dapat membantu kamu mengambil keputusan yang lebih sadar dan terarah.
Referensi
![[QUIZ] Dari Playlist Lari Kamu, Kami Bisa Tebak Tipe Kepribadian Kamu](https://image.idntimes.com/post/20251227/pexels-olly-3764533_8ca73bd2-0b14-4462-81cf-35efcfbbbd23.jpg)


![[QUIZ] Gaya Larimu Bisa Ungkap Cara Kamu Menghadapi Hidup](https://image.idntimes.com/post/20241226/pexels-ketut-subiyanto-5037354-c6e430ffa2ab45408b74e54c6f8d59e3.jpg)












![[QUIZ] Genre Musik Favoritmu Bisa Bocorkan Responsmu saat Tertekan](https://image.idntimes.com/post/20220311/whatsapp-image-2022-03-11-at-112034-am-1-68380bd095c0dd0760a7d48c486cb7e1.jpeg)

