TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Benarkah PCOS Bisa Menyebabkan Hipertensi? Ini 5 Faktanya!

Hormon androgen disebut-sebut sebagai salah satu pemicunya

ilustrasi nyeri akibat PCOS (pexels.com/Sora Shimazaki)

Sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah kondisi saat ovarium menghasilkan jumlah hormon androgen yang tidak normal, yaitu hormon seks pria yang biasanya dimiliki perempuan dalam jumlah sedikit.

PCOS merujuk pada banyak kista kecil (kantung berisi cairan) yang terbentuk di ovarium. Namun, beberapa perempuan dengan kelainan ini tidak memiliki kista, sementara beberapa perempuan tanpa PCOS mengembangkan kista.

Selain masalah hormonal, PCOS juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sebenarnya apa hubungan antara PCOS dan hipertensi? Yuk, kita eksplorasi bersama! 

1. PCOS memperbesar kemungkinan hipertensi

ilustrasi perempuan dengan hipertensi (pexels.com/Mikhail Nilov)

PCOS merupakan salah satu gangguan fungsi endokrin yang umum terjadi pada perempuan usia subur. Sindrom ini umumnya dikaitkan dengan masalah reproduktif dan kesuburan pada perempuan. Namun, siapa sangka sindrom ini juga berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.

Menurut laporan dalam jurnal Frontiers in Medicine tahun 2020, perempuan dengan PCOS 62 persen lebih berpotensi terkena hipertensi daripada perempuan tanpa kondisi ini. Dalam kondisi normal, perempuan yang usianya masih muda seharusnya memiliki potensi rendah mengembangkan hipertensi.

Risiko ini timbul akibat gangguan endokrin oleh PCOS, apalagi jika perempuan dengan kondisi ini tidak aware dengan kondisinya dan menjalani pola hidup yang tidak sehat. Hal ini memperbesar risiko hipertensi pada perempuan dengan PCOS.   

Baca Juga: Bagaimana PCOS Memengaruhi Kehidupan Seks Perempuan?

2. PCOS meningkatkan risiko hipertensi serta komplikasi selama kehamilan dan persalinan

ilustrasi pemeriksaan rutin kehamilan (freepik.com/Valuavitaly)

Kehamilan merupakan dambaan bagi banyak pasangan. Momen ini diharapkan menjadi momen yang menyenangkan dan penuh kebahagiaan. Namun, banyak yang tidak sadar bahwa PCOS dapat menjadi batu sandungan untuk harapan calon orang tua baru.

Laporan dalam Journal of Pregnancy tahun 2019 menjelaskan bahwa perempuan yang mengalami PCOS lebih tinggi peluangnya untuk mengalami kondisi kehamilan dan persalinan yang berisiko tinggi. Risiko terjadinya hipertensi dan gangguan lainnya meningkat sebesar 11,1 persen daripada perempuan tanpa PCOS.    

Risiko seperti hipertensi atau preeklamsia, diabetes gestasional, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan persalinan caesar bisa membayangi. Terutama risiko hipertensi gestasional akan membuat perjalanan menyambut calon buah hati menjadi terjal.

Namun, jangan langsung berkecil hati. Ada cara untuk meminimalkan risiko-risiko tersebut. Rajin kontrol kehamilan bisa menjadi langkah preventif. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mengetahui risiko apa pun dan dokter bisa dengan cepat bertindak.

3. Hormon androgen disebut-sebut sebagai salah satu pemicunya

ilustrasi perempuan dengan PCOS (pexels.com/Andrea Piacquadio)

PCOS tidak hanya sekadar nyeri parah saat menstruasi atau breakout. Jauh dari yang terlihat di permukaan, gangguan ini bisa menyebabkan beberapa penyakit serius, termasuk hipertensi yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

Menurut studi dalam jurnal Hypertension, pada perempuan tanpa PCOS, produksi hormon androgen akan diimbangi oleh hormon estrogen. Namun, para perempuan dengan PCOS, sel endotelium justru memperbanyak produksi endotelin. Endotelin sendiri meningkatkan kinerja hormon androgen yang berakibat naiknya tekanan darah pada perempuan dengan PCOS.

4. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

ilustrasi perempuan dengan PCOS (pexels.com/Andres Ayrton)

Menjalani hidup dengan PCOS bisa menantang. Tidak cuma menstruasi menjadi tidak teratur, tetapi juga wajah breakout dan potensi masalah kehamilan dan melahirkan.

Tak hanya itu, ada lagi risiko yang menghantui perempuan dengan PCOS. Dilansir Johns Hopkins Medicine, banyak perempuan dengan PCOS khawatir akan infertilitas, jerawat, dan penambahan berat badan, tetapi mereka mungkin tidak memikirkan tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2. Penting untuk mengetahui bahwa mereka memiliki risiko yang lebih tinggi dan betapa pentingnya pola makan dan rutin olahraga.

Sebagian besar perempuan dengan PCOS mengalami resistansi insulin yang berimbas pada meningkatnya risiko diabetes. Ini karena terlalu banyak hormon androgen di dalam tubuh.

Selain itu, resistansi insulin juga berdampak pada penambahan berat badan yang mengakibatkan perempuan dengan PCOS rentan mengalami obesitas.

Faktor-faktor tersebutlah yang menyebabkan perempuan dengan PCOS lebih berisiko mengalami penyakit kardiovaskular di kemudian hari. 

Baca Juga: 7 Pilihan Pengobatan untuk Perempuan dengan PCOS

Verified Writer

Masrurotul Hikmah

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya