Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Air Kelapa Bisa Menggantikan Oralit saat Diare?
ilustrasi proses pengemasan air kelapa (pexels.com/Heru Vision)
  • Air kelapa dapat diminum sebagai cairan biasa, tetapi bukan pengganti oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare.

  • Oralit memiliki komposisi glukosa dan garam yang terukur. Kandungan air kelapa berbeda-beda dan kadar natriumnya tidak setara dengan oralit.

  • Larutkan oralit sesuai petunjuk pada kemasan. Segera cari pertolongan medis jika muncul tanda dehidrasi berat atau ada darah dalam tinja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Diare sering menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit dalam waktu singkat. Karena itu, penggantian cairan yang tepat menjadi kunci untuk mencegah dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia. Di tengah kondisi seperti ini, beberapa orang memilih minuman alami seperti air kelapa karena dikenal menyegarkan dan mengandung berbagai mineral penting.

Namun, apakah air kelapa dapat menggantikan oralit saat diare? Meski sama-sama mengandung elektrolit, tetapi keduanya dirancang untuk tujuan yang berbeda.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pahami apa yang hilang dari tubuh saat diare dan mengapa oralit selama puluhan tahun menjadi rekomendasi dalam penanganan dehidrasi akibat diare.

1. Oralit dirancang untuk mengganti cairan dan elektrolit

Oralit adalah larutan glukosa dan garam dengan komposisi terukur. Kombinasi natrium dan glukosa membantu usus menyerap air, sementara larutan itu juga mengganti elektrolit yang terbuang.

Air kelapa mengandung kalium, tetapi kadar natrium dan glukosanya tidak dirancang agar setara dengan oralit. Komposisinya juga dapat berbeda menurut tingkat kematangan buah.

Dalam analisis laboratorium terhadap air kelapa pada berbagai tahap kematangan, kadar natrium dan glukosanya bervariasi. Sampel yang diuji tidak memiliki kadar yang dinilai sesuai untuk menjadi larutan rehidrasi oral.

2. Ada penelitian lama tentang air kelapa, tetapi temuannya terbatas

Sebuah penelitian klinis pada 1992 menyimpulkan bahwa air kelapa muda, bersama pemberian makanan kembali, mungkin dapat membantu rehidrasi di awal diare ringan pada anak bergizi baik. Namun, penelitian itu tidak menyarankan penggunaannya untuk kolera berat atau pasien yang sudah mengalami dehidrasi maupun gangguan fungsi ginjal.

Temuan tersebut tidak membuktikan bahwa air kelapa setara dengan oralit untuk semua orang atau semua tingkat keparahan diare. Karena itu, sah saja minum air kelapa sebagai asupan cairan, tetapi tetap gunakan oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.

3. Larutkan oralit sesuai petunjuk kemasan

ilustrasi larutan oralit (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Gunakan air bersih dan takaran yang tertulis pada kemasan. Jangan melarutkan bubuk oralit dengan air kelapa atau mengubah jumlah airnya, karena komposisi larutan bergantung pada takaran yang tepat.

Tetap berikan ASI dan makanan sesuai usia selama diare, kecuali tenaga kesehatan menyarankan hal lain. Pemberian makanan bergizi tetap dilanjutkan selama episode diare.

4. Kenali tanda bahaya

Segera cari pertolongan medis jika seseorang sangat lemas atau mengantuk, sulit minum, sangat haus, jarang buang air kecil, pusing, atau mengalami mata cekung.

Darah dalam tinja dan diare yang menetap juga perlu dinilai oleh dokter.

Referensi

World Health Organization, “Diarrhoeal Disease,” diakses Oktober 2026.

Caleb K. King, Roger Glass, Joseph S. Bresee, dan Christopher Duggan, “Managing Acute Gastroenteritis among Children: Oral Rehydration, Maintenance, and Nutritional Therapy,” MMWR Recommendations and Reports 52, no. RR-16 (2003): 1–16, https://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/rr5216a1.htm.

U. Fagundes Neto, L. Franco, K. Tabacow, dan N. L. Machado, “Negative Findings for Use of Coconut Water as an Oral Rehydration Solution in Childhood Diarrhea,” Journal of the American College of Nutrition 12, no. 2 (1993): 190–93, https://doi.org/10.1080/07315724.1993.10718301.

William Adams dan D. E. Bratt, “Young Coconut Water for Home Rehydration in Children with Mild Gastroenteritis,” Tropical and Geographical Medicine 44, nos. 1–2 (1992): 149–53, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/1496708/.

World Health Organization, “Cholera Outbreaks,” diakses Oktober 2026.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, “Symptoms & Causes of Diarrhea,” diakses Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article