Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Campak Bisa Menyebabkan Kebutaan?

Apakah Campak Bisa Menyebabkan Kebutaan?
ilustrasi balita sakit campak (cdc.gov/phil/Heinz F. Eichenwald, MD/ID#: 24423)
Intinya Sih
  • Campak dapat menyebabkan kebutaan permanen karena virusnya bisa merusak berbagai bagian mata, terutama pada anak-anak di negara berkembang dengan akses kesehatan terbatas.
  • Komplikasi mata akibat campak meliputi konjungtivitis, keratitis, ulkus kornea, neuritis optik, hingga retinopati yang semuanya berpotensi menurunkan atau menghilangkan penglihatan.
  • Kekurangan vitamin A memperparah risiko kebutaan akibat campak, sehingga vaksinasi, asupan vitamin A cukup, dan gizi baik menjadi langkah utama pencegahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Campak dikenal sebagai penyakit yang ditandai demam tinggi, batuk, pilek, dan ruam merah di kulit. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa infeksi virus ini juga dapat memengaruhi kesehatan mata dan dalam kasus tertentu menyebabkan gangguan penglihatan yang serius.

Lalu, apakah campak bisa menyebabkan kebutaan? Jawabannya adalah ya. Meskipun tidak terjadi pada semua penderita, campak dapat menimbulkan komplikasi pada mata yang berpotensi menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Bahkan, di sejumlah negara berkembang, campak masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah pada anak-anak. Yuk, ketahui bagaimana campak bisa menyebabkan kebutaan!

Table of Content

1. Apakah campak bisa menyebabkan kebutaan?

1. Apakah campak bisa menyebabkan kebutaan?

Ya, campak dapat menyebabkan kebutaan. Virus campak tidak hanya menyerang saluran pernapasan dan kulit, tetapi juga dapat merusak berbagai bagian mata. Pada sejumlah kasus, kerusakan yang terjadi bersifat permanen sehingga menyebabkan hilangnya penglihatan.

Di berbagai negara berkembang, campak masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah. Setiap tahunnya, puluhan ribu anak di dunia mengalami kehilangan penglihatan akibat komplikasi campak yang tidak tertangani dengan baik.

2. Bagaimana campak dapat merusak mata

Infeksi campak dapat memicu berbagai gangguan pada mata, mulai dari yang ringan hingga yang mengancam penglihatan. Berikut beberapa komplikasi mata yang dapat terjadi akibat campak:

  • Konjungtivitis: Konjungtivitis atau peradangan pada selaput bening yang melapisi mata merupakan komplikasi yang cukup umum pada campak. Kondisi ini biasanya menyebabkan mata merah, berair, dan terasa tidak nyaman.
  • Keratitis: Keratitis adalah peradangan pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata. Jika tidak ditangani dengan baik, keratitis dapat mengganggu penglihatan secara permanen.
  • Ulkus kornea: Campak juga dapat memicu terbentuknya luka terbuka atau ulkus pada kornea. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat berkembang dengan cepat dan meningkatkan risiko kehilangan penglihatan.
  • Keratomalasia: Keratomalasia adalah kondisi ketika kornea menjadi kering, melunak, dan rusak. Komplikasi ini sering dikaitkan dengan kekurangan vitamin A yang terjadi bersamaan dengan infeksi campak.
  • Jaringan parut pada kornea: Peradangan dan luka yang terjadi selama infeksi campak dapat meninggalkan jaringan parut pada kornea. Akibatnya, kornea menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat masuk ke mata dengan baik.
  • Neuritis optik: Dalam kasus yang lebih jarang, campak dapat menyebabkan peradangan pada saraf optik, yaitu saraf yang menghubungkan mata dengan otak. Neuritis optik dapat menimbulkan gangguan penglihatan berat, mulai dari penglihatan kabur hingga kebutaan sementara atau permanen.
  • Retinopati: Campak juga dapat merusak retina, yaitu lapisan peka cahaya di bagian belakang mata. Kerusakan retina dapat mengurangi kualitas penglihatan dan dalam kondisi tertentu menyebabkan gangguan yang menetap.

3. Peran penting vitamin A dalam mencegah kebutaan

Beberapa tablet putih vitamin A tersebar di atas permukaan kain hijau dengan botol suplemen putih terbuka di sampingnya.
ilustrasi suplemen vitamin A (pexels.com/Alex Green)

Salah satu faktor yang membuat campak lebih berbahaya bagi mata adalah kekurangan vitamin A. Infeksi campak diketahui dapat menguras cadangan vitamin A dalam tubuh. Di sisi lain, vitamin A sangat penting untuk menjaga kesehatan kornea dan permukaan mata. Ketika kadar vitamin A rendah, risiko terjadinya komplikasi mata meningkat secara signifikan.

Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan:

  • Mata kering (xerophthalmia).
  • Ulkus kornea.
  • Keratomalasia.
  • Jaringan parut pada kornea.
  • Kebutaan permanen.

Karena alasan tersebut, pemberian suplemen vitamin A dosis tinggi sering direkomendasikan pada anak yang mengalami campak, terutama di negara berkembang.

4. Siapa yang paling berisiko mengalami kebutaan akibat campak?

Meskipun komplikasi mata dapat terjadi pada siapa saja, beberapa kelompok memiliki risiko yang lebih tinggi, antara lain:

  • Anak-anak berusia di bawah 5 tahun.
  • Anak yang mengalami kekurangan gizi.
  • Anak dengan defisiensi vitamin A.
  • Individu yang belum mendapatkan vaksin campak.
  • Masyarakat di negara berpenghasilan rendah dengan akses kesehatan terbatas.

Pada anak yang mendapatkan nutrisi baik dan tinggal di daerah dengan cakupan vaksinasi tinggi, komplikasi mata berat akibat campak relatif jarang terjadi. Namun, risikonya tetap ada.

5. Bisakah kebutaan akibat campak dicegah

Kabar baiknya, sebagian besar kasus kebutaan akibat campak sebenarnya dapat dicegah. Beberapa langkah pencegahan yang efektif meliputi:

  • Mendapatkan vaksin campak: Vaksin merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi campak sekaligus seluruh komplikasinya, termasuk kebutaan.
  • Memenuhi kebutuhan vitamin A: Asupan vitamin A yang cukup membantu menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko kerusakan kornea selama infeksi.
  • Menjaga status gizi anak: Anak dengan kondisi gizi yang baik cenderung memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan anak yang mengalami malnutrisi.
  • Segera mencari pertolongan medis: Jika penderita campak mengalami mata merah berat, nyeri mata, penglihatan kabur, atau tanda gangguan mata lainnya, pemeriksaan medis perlu dilakukan sesegera mungkin.

Campak bukan sekadar penyakit yang menyebabkan ruam pada kulit. Dalam kondisi tertentu, infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi serius pada mata yang berujung pada kebutaan permanen. Risiko tersebut terutama meningkat pada anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin A, malnutrisi, atau belum mendapatkan vaksinasi.

Untungnya, kebutaan akibat campak dapat dicegah melalui vaksinasi, pemenuhan kebutuhan vitamin A, gizi yang baik, serta penanganan medis yang cepat. Oleh karena itu, pencegahan campak tetap menjadi langkah terbaik untuk melindungi kesehatan mata dan kualitas hidup anak.

Referensi

All About Vision. Diakses pada Juni 2026. "6 Ways Measles Can Affect Eyesight."

American Academy of Ophthalmology. Diakses pada Juni 2026. "6 Ways Measles Can Harm Eyes and Vision."

Associated Retina Consultants. Diakses pada Juni 2026. "Measles Can Cause Vision Loss."

The Conversation. Diakses pada Juni 2026. "Measles isn’t Just Dangerous – It May Erase Your Immune System."

The International Agency for the Prevention of Blindness. Diakses pada Juni 2026. "Covid-19, Measles and Vision."

Share Article
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More