Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Campak Bisa Menyerang Otak?

Kenapa Campak Bisa Menyerang Otak?
Pemberian vaksin campak di Desa Ringinpitu Tulungagung. (IDN Times/ Bramanta Pamungkas)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Virus campak dapat menyebar ke otak dan menyebabkan ensefalitis, kondisi serius yang berpotensi fatal.

  • Kerusakan terjadi melalui infeksi langsung dan respons imun berlebihan, yang merusak jaringan saraf.

  • Komplikasi otak bisa muncul saat infeksi akut maupun bertahun-tahun setelahnya, seperti pada kasus subacute sclerosing panencephalitis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bicara soal campak, gejala yang umum dikenal adalah demam tinggi dan ruam merah yang menyebar di kulit. Namun, di balik gejala yang tampak itu, virus penyebab campak punya kemampuan untuk menyerang organ vital, termasuk otak.

Kasusnya memang tidak sering, tetapi ketika terjadi, dampaknya bisa sangat serius. Dari gangguan kesadaran hingga kerusakan otak permanen, komplikasi neurologis campak menjadi salah satu alasan mengapa penyakit ini tidak boleh disepelekan.

Table of Content

Bagaimana virus campak bisa mencapai otak?

Bagaimana virus campak bisa mencapai otak?

Virus campak awalnya menginfeksi saluran pernapasan, lalu menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah (viremia). Dalam kondisi tertentu, virus dapat menembus sistem saraf pusat.

Ada beberapa jalur yang diduga:

  • Melalui pembuluh darah yang menembus sawar darah otak (blood-brain barrier).
  • Melalui sel imun yang terinfeksi dan membawa virus ke otak.
  • Melalui jaringan saraf perifer.

Virus campak memiliki kemampuan unik untuk menyebar antar sel tanpa terdeteksi oleh sistem imun, memungkinkan penetrasi ke jaringan sensitif seperti otak.

Apa yang terjadi saat otak terinfeksi?

Virus campak.
ilustrasi virus campak (CDC/Public Health Image Library (PHIL), ID#5622)

Ketika virus mencapai otak, dua mekanisme utama menyebabkan kerusakan.

Infeksi langsung

Virus menyerang sel saraf (neuron) dan sel pendukungnya, menyebabkan:

  • Kerusakan jaringan otak.
  • Gangguan fungsi saraf.
  • Kematian sel.

Respons imun secara berlebihan

Tubuh merespons infeksi dengan peradangan, tetapi respons ini bisa menjadi terlalu agresif.

Akibatnya:

  • Pembengkakan otak.
  • Kerusakan jaringan akibat inflamasi.
  • Gangguan sinyal saraf.

Studi menunjukkan bahwa kombinasi infeksi virus dan respons imun berlebih berperan besar dalam komplikasi neurologis campak.

Jenis komplikasi pada otak akibat campak

Ensefalitis akut

Ini adalah komplikasi paling langsung dan terjadi selama atau segera setelah infeksi.

Gejalanya antara lain:

  • Kejang.
  • Penurunan kesadaran.
  • Kebingungan.

Ensefalitis terjadi pada sekitar 1 dari 1.000 kasus campak dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.

Acute disseminated encephalomyelitis (ADEM)

ADEM adalah kondisi autoimun yang muncul setelah infeksi.

Ciri khasnya dapat meliputi:

  • Sistem imun menyerang jaringan saraf sendiri.
  • Terjadi beberapa hari hingga minggu setelah infeksi.

Penelitian menunjukkan bahwa ADEM terkait dengan respons imun yang “salah sasaran” setelah infeksi virus.

Subacute sclerosing panencephalitis (SSPE)

Ini adalah komplikasi paling jarang, tetapi paling fatal.

Karakteristiknya:

  • Muncul bertahun-tahun setelah infeksi campak.
  • Virus tetap laten di otak.
  • Menyebabkan degenerasi progresif otak.

Gejala awalnya bisa berupa:

  • Perubahan perilaku.
  • Penurunan kemampuan kognitif.
  • Kejang.

SSPE hampir selalu berakibat fatal dalam beberapa tahun setelah diagnosis.

Kenapa tidak semua orang mengalaminya?

Pemberian vaksin campak di Desa Ringinpitu Tulungagung.
Pemberian vaksin campak di Desa Ringinpitu Tulungagung. (IDN Times/ Bramanta Pamungkas)

Tidak semua kasus campak berujung pada komplikasi otak. Risikonya meningkat pada:

  • Anak yang usianya sangat muda.
  • Individu dengan malnutrisi.
  • Sistem imun lemah.
  • Tidak divaksinasi.

Vaksinasi secara signifikan mengurangi risiko komplikasi berat, termasuk yang melibatkan sistem saraf.

Peran immune amnesia

Campak memiliki efek unik yang dapat melemahkan sistem imun dalam jangka panjang. Ini dikenal sebagai immune amnesia, kondisi ketika tubuh kehilangan memori terhadap infeksi sebelumnya.

Akibatnya:

  • Lebih rentan terhadap infeksi lain.
  • Sistem imun kurang efektif melindungi otak.

Menurut penelitian, campak dapat menghapus sebagian besar memori imun tubuh, meningkatkan risiko penyakit lain setelah sembuh.

Pencegahan adalah kunci

Pemberian vaksin campak di Desa Ringinpitu Tulungagung.
Pemberian vaksin campak di Desa Ringinpitu Tulungagung. (IDN Times/ Bramanta Pamungkas)

Cara paling efektif mencegah komplikasi otak akibat campak adalah dengan:

  • Vaksinasi lengkap (MMR).
  • Deteksi dini gejala.
  • Penanganan cepat jika muncul tanda bahaya.

Vaksin campak sebagai salah satu intervensi kesehatan paling efektif dalam sejarah, dengan perlindungan hingga 97 persen setelah dua dosis.

Kemampuan virus untuk menyerang otak menunjukkan bahwa campak bisa lebih berbahaya daripada gejala yang terlihat. Dari infeksi akut hingga komplikasi yang muncul bertahun-tahun kemudian, dampaknya bisa berlangsung lama dan serius. Kabar baiknya, sebagian besar komplikasi campak bisa dicegah. Dengan pemahaman yang tepat dan langkah pencegahan yang konsisten, campak tidak harus menjadi ancaman.

Referensi

Griffin, Diane E., Brian J. Ward, and Lisa M. Esolen. “Pathogenesis of Measles Virus Infection: An Hypothesis for Altered Immune Responses.” The Journal of Infectious Diseases 170 (1994): s24–31. http://www.jstor.org/stable/30133420.

William J Moss, “Measles,” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.

Centers for Disease Control and Prevention. “Measles Complications.” Diakses April 2026.

Til Menge et al., “Acute Disseminated Encephalomyelitis: An Acute Hit Against the Brain,” Current Opinion in Neurology 20, no. 3 (May 10, 2007): 247–54, https://doi.org/10.1097/wco.0b013e3280f31b45.

Generoso G. Gascon, “Subacute Sclerosing Panencephalitis,” Seminars in Pediatric Neurology 3, no. 4 (December 1, 1996): 260–69, https://doi.org/10.1016/s1071-9091(96)80030-1.

World Health Organization. “Measles.” Diakses April 2026.

Michael J. Mina et al., “Measles Virus Infection Diminishes Preexisting Antibodies That Offer Protection From Other Pathogens,” Science 366, no. 6465 (October 31, 2019): 599–606, https://doi.org/10.1126/science.aay6485.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More