Kabar baiknya, sebagian besar kasus kebutaan akibat campak sebenarnya dapat dicegah. Beberapa langkah pencegahan yang efektif meliputi:
Mendapatkan vaksin campak: Vaksin merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi campak sekaligus seluruh komplikasinya, termasuk kebutaan.
Memenuhi kebutuhan vitamin A: Asupan vitamin A yang cukup membantu menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko kerusakan kornea selama infeksi.
Menjaga status gizi anak: Anak dengan kondisi gizi yang baik cenderung memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan anak yang mengalami malnutrisi.
Segera mencari pertolongan medis: Jika penderita campak mengalami mata merah berat, nyeri mata, penglihatan kabur, atau tanda gangguan mata lainnya, pemeriksaan medis perlu dilakukan sesegera mungkin.
Campak bukan sekadar penyakit yang menyebabkan ruam pada kulit. Dalam kondisi tertentu, infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi serius pada mata yang berujung pada kebutaan permanen. Risiko tersebut terutama meningkat pada anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin A, malnutrisi, atau belum mendapatkan vaksinasi.
Untungnya, kebutaan akibat campak dapat dicegah melalui vaksinasi, pemenuhan kebutuhan vitamin A, gizi yang baik, serta penanganan medis yang cepat. Oleh karena itu, pencegahan campak tetap menjadi langkah terbaik untuk melindungi kesehatan mata dan kualitas hidup anak.
Referensi
All About Vision. Diakses pada Juni 2026. "6 Ways Measles Can Affect Eyesight."
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada Juni 2026. "6 Ways Measles Can Harm Eyes and Vision."
Associated Retina Consultants. Diakses pada Juni 2026. "Measles Can Cause Vision Loss."
The Conversation. Diakses pada Juni 2026. "Measles isn’t Just Dangerous – It May Erase Your Immune System."
The International Agency for the Prevention of Blindness. Diakses pada Juni 2026. "Covid-19, Measles and Vision."