6 Cara Mengobati Sleep Apnea, dari Kasus Ringan hingga Berat

Pengobatan sleep apnea ditentukan berdasarkan jenis, tingkat keparahan, gejala, penurunan oksigen, kondisi kesehatan, dan penyebab sumbatan.
Kasus ringan dapat ditangani dengan perubahan gaya hidup, terapi posisi, alat oral, atau CPAP, tergantung kebutuhan masing-masing pasien.
CPAP menjadi terapi utama untuk banyak kasus sedang hingga berat. Obat penurun berat badan, implan, dan operasi hanya cocok untuk pasien tertentu.
Sleep apnea bukan sekadar kebiasaan mendengkur. Sleep apnea atau apnea tidur adalah gangguan serius ketika napas terhenti seketika saat sedang tidur. Pola napas tersebut akan terjadi berulang-ulang yang menyebabkan kualitas tidur menurun.
Jika tidak diatasi, sleep apnea bisa menyebabkan dengkuran yang keras, kelelahan pada siang hari, atau dalam kasus yang lebih serius bisa menyebabkan masalah jantung dan tekanan darah tinggi.
Pada obstructive sleep apnea (OSA), saluran napas berulang kali menyempit atau tertutup saat tidur. Ada pula sleep apnea sentral, ketika otak untuk sementara tidak mengirimkan sinyal pernapasan secara memadai. Karena mekanismenya berbeda, pengobatannya pun tidak bisa disamaratakan. Cek di bawah ini apa saja cara untuk mengobati sleep apnea, dari kasus yang ringan hingga berat.
Table of Content
1. Pengobatan dimulai setelah diagnosis ditegakkan
Dengkuran, terbangun seperti tersedak, dan rasa mengantuk pada siang hari dapat menimbulkan kecurigaan, tetapi belum cukup untuk menentukan jenis maupun tingkat keparahan sleep apnea. Diagnosis biasanya memerlukan pemeriksaan tidur di laboratorium atau tes sleep apnea di rumah.
Salah satu angka yang dinilai adalah apnea-hypopnea index (AHI), yaitu jumlah episode napas berhenti atau berkurang dalam setiap jam tidur. Pada orang dewasa, AHI 5 hingga kurang dari 15 biasanya digolongkan ringan, 15 hingga kurang dari 30 sedang, dan 30 atau lebih berat.
Namun, dokter juga mempertimbangkan seberapa jauh kadar oksigen turun, rasa kantuk, gangguan konsentrasi, tekanan darah, penyakit jantung, bentuk saluran napas, berat badan, dan posisi tubuh ketika apnea terjadi. Karena itu, dua orang dengan angka AHI yang sama belum tentu terapinya sama.
2. Perbaiki pemicu dan pertimbangkan terapi posisi pada kasus ringan
Perubahan gaya hidup biasanya menjadi bagian dari pengobatan OSA pada semua tingkat keparahan. Langkahnya dapat meliputi aktivitas fisik teratur, menjaga berat badan, berhenti merokok, membatasi alkohol, terutama menjelang tidur, dan menghindari kurang tidur.
Sebagian orang terutama mengalami apnea ketika tidur telentang. Pada kasus yang telah dipastikan sebagai OSA posisional, dokter dapat menyarankan tidur menyamping atau memakai perangkat yang mencegah tubuh kembali telentang.
Sebuah tinjauan menemukan bahwa terapi posisi dapat mengurangi AHI dibandingkan tanpa terapi, tetapi umumnya tidak seefektif continuous positive airway pressure (CPAP). Terapi ini juga belum tentu cocok apabila apnea tetap sering terjadi saat tidur menyamping.
Mengubah posisi tidur sendiri tidak cukup apabila seseorang tetap sangat mengantuk, kadar oksigennya turun tajam, atau memiliki kondisi seperti hipertensi. Istilah “ringan” pada hasil pemeriksaan tidak otomatis berarti keluhannya juga ringan.
3. Alat oral dapat menjadi pilihan pada pasien tertentu

Oral appliance Orthoapnea. (commons.wikimedia.org/Orthoapnea) Alat oral atau oral appliance biasanya bekerja dengan menahan rahang bawah dan lidah sedikit lebih maju agar saluran napas tidak mudah tertutup. Pilihan ini terutama dipertimbangkan pada OSA ringan hingga sedang, atau ketika pasien tidak dapat menggunakan maupun memilih alternatif selain CPAP.
Alatnya sebaiknya dibuat khusus berdasarkan bentuk gigi dan rahang. Penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan nyeri rahang, perubahan gigitan, pergeseran gigi, atau produksi air liur berlebihan sehingga perlu dipantau dokter gigi yang memahami terapi sleep apnea.
Setelah alat digunakan, pemeriksaan tidur ulang biasanya diperlukan untuk memastikan apnea benar-benar berkurang. Dengkuran yang menghilang belum tentu berarti semua gangguan pernapasan telah teratasi.
4. CPAP menjadi terapi utama pada kasus sedang hingga berat

ilustrasi mesin CPAP (commons.wikimedia.org/myupchar) Positive airway pressure (PAP) mengalirkan udara bertekanan melalui masker untuk menjaga saluran napas tetap terbuka. CPAP memberi tekanan yang konstan, automatic positive airway pressure (APAP) menyesuaikan tekanan secara otomatis, sedangkan bilevel positive airway pressure (BPAP) memberikan tekanan berbeda ketika menarik dan mengembuskan napas.
Pedoman American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan terapi PAP untuk orang dewasa dengan OSA, terutama jika ada kantuk berlebihan, gangguan kualitas hidup terkait tidur, atau hipertensi. PAP dapat mengurangi gangguan pernapasan, rasa mengantuk, dan tekanan darah pada kelompok pasien tertentu.
CPAP bekerja selama alat digunakan. Karena itu, masker idealnya dipakai setiap kali tidur, termasuk saat tidur siang. Menggunakannya hanya beberapa malam dalam seminggu membuat pasien tetap tidak terlindungi pada malam ketika alat dilepas.
Jika mengalami hidung tersumbat, mulut kering, masker bocor, mata kering, atau ketidaknyamanan, itu bisa diatasi dengan mengganti jenis atau ukuran masker, menambahkan pelembap udara, mengatasi gangguan hidung, serta menyesuaikan tekanan alat bersama tenaga kesehatan. Edukasi, pendampingan, pemecahan masalah, dan pemantauan jarak jauh juga dapat membantu meningkatkan kepatuhan pemakaian.
5. Penurunan berat badan dapat mengurangi keparahan OSA
Pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan dapat mengurangi jaringan di sekitar leher dan beban pada saluran napas.
Metaanalisis tahun 2024 menemukan bahwa penurunan berat badan berkaitan dengan perbaikan AHI, meskipun besar manfaatnya sangat bervariasi dan OSA tidak selalu menghilang sepenuhnya.
Karena hasilnya butuh waktu, pasien tidak sebaiknya menghentikan CPAP sambil menunggu berat badan turun. Setelah terjadi perubahan berat yang bermakna, dokter dapat menyarankan pemeriksaan ulang sebelum terapi dikurangi atau dihentikan.
Pada Desember 2024, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui tirzepatide untuk orang dewasa dengan obesitas dan OSA sedang hingga berat, bersama pola makan rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik.
Dua uji klinis pada 469 peserta menunjukkan penurunan AHI, berat badan, dan gejala setelah 52 minggu. Namun, obat ini tidak ditujukan untuk seluruh pasien sleep apnea dan dapat menimbulkan efek samping maupun kontraindikasi tertentu. Status persetujuan dan indikasinya juga dapat berbeda di setiap negara
6. Operasi dan implan dipertimbangkan jika terapi lain tidak memadai

ilustrasi operasi pembedahan (unsplash.com/Piron Guillaume) Operasi dapat dipertimbangkan jika ada masalah anatomi yang jelas atau pasien tidak mampu menggunakan PAP.
Prosedurnya berbeda-beda, mulai dari pengangkatan amandel, pembuangan jaringan yang menyumbat tenggorokan, pemajuan rahang, hingga stimulasi saraf hipoglosus yang membantu menarik lidah agar tidak menutup jalan napas.
Pedoman AASM merekomendasikan agar pilihan konsultasi dengan ahli bedah tidur dibahas pada pasien OSA dengan indeks massa tubuh di bawah 40 kg/m² yang tidak dapat menerima atau menoleransi PAP. Pada obesitas kelas II atau III, konsultasi bedah bariatrik juga dapat dipertimbangkan. Meski demikian, PAP umumnya tetap dicoba dulu, bahkan ketika terdapat kelainan anatomi saluran napas.
Operasi bukan jaminan sembuh permanen. Hasilnya bergantung pada lokasi sumbatan, anatomi, berat badan, jenis prosedur, dan karakteristik pasien. Pemeriksaan tidur ulang tetap penting untuk memastikan terapi berhasil.
Bagaimana dengan sleep apnea sentral?
Pada sleep apnea sentral, masalah utamanya adalah kendali pernapasan dari otak. Kondisi ini dapat berkaitan dengan gagal jantung, penggunaan opioid, ketinggian, penyakit neurologis, atau muncul setelah terapi PAP pada sebagian pasien.
Pedoman AASM tahun 2025 menekankan penanganan penyebab yang mendasari. Pilihan terapinya dapat berupa CPAP, BPAP dengan laju napas cadangan, adaptive servo-ventilation, oksigen aliran rendah, asetazolamid, atau stimulasi saraf frenikus—tergantung penyebab dan kondisi pasien.
Langkah praktis setelah didiagnosis
Minta dokter menjelaskan jenis sleep apnea, nilai AHI, penurunan oksigen, dan faktor yang paling berperan.
Tanyakan juga tujuan terapinya, apakah untuk mengatasi kantuk, memperbaiki tekanan darah, mengurangi gangguan oksigen, atau seluruhnya.
Jika CPAP terasa tidak nyaman, catat masalah yang muncul, karena setiap masalah solusinya berbeda.
Sleep apnea pada anak juga perlu pendekatan tersendiri. Pembesaran amandel dan adenoid sering berperan, sehingga operasi mungkin dibutuhkan. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter anak, dokter THT, atau spesialis tidur.
Sleep apnea dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup, terapi posisi, alat oral, CPAP, obat untuk kelompok tertentu, implan, atau operasi. Kunci pengobatannya adalah menemukan terapi yang sesuai dengan penyebabnya.







![[QUIZ] Kamu Lari ke Hiburan Apa saat Burnout? Ini Makna Psikologisnya](https://image.idntimes.com/post/20251223/1000192518_10cfa4e2-0e6f-461c-ba0e-defe47ef2fbe.jpg)














