Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagaimana Gelombang Panas Dapat Menyebabkan Kematian?
ilustrasi gelombang panas (pexels.com/Louis Laboratory)
  • WHO melaporkan lebih dari 1.300 kematian dan 150 juta orang terdampak gelombang panas ekstrem yang mengganggu layanan publik di berbagai negara Eropa.
  • Paparan suhu tinggi dapat menyebabkan dehidrasi, heatstroke, hingga memperparah penyakit kronis karena tubuh kehilangan kemampuan mengatur suhu secara normal.
  • Lansia, anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta penderita penyakit kronis menjadi kelompok paling rentan terhadap dampak fatal gelombang panas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa kembali menunjukkan bahwa suhu yang sangat tinggi bukan sekadar membuat tubuh terasa gerah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1.300 kematian berlebih sejak 21 Juni. Selain itu, sekitar 150 juta orang terdampak kondisi panas ekstrem yang juga mengganggu layanan kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur.

Namun, bagaimana gelombang panas dapat menyebabkan kematian? Paparan suhu yang terlalu tinggi dapat membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu sehingga memicu dehidrasi, heatstroke, hingga memperparah penyakit kronis. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Bagaimana gelombang panas dapat menyebabkan kematian?

Gelombang panas dapat berdampak serius bagi kesehatan karena tubuh harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap normal. Jika paparan panas berlangsung terlalu lama atau suhunya sangat ekstrem, mekanisme pendinginan tubuh bisa gagal sehingga memicu berbagai kondisi yang mengancam nyawa. Berikut beberapa penyebabnya.

  • Mengalami heat stress

Gelombang panas dapat menyebabkan heat stress, yaitu kondisi ketika tubuh kesulitan mengatur suhu internal akibat paparan panas yang berlebihan. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat berkembang menjadi dehidrasi, heat exhaustion, hingga heatstroke yang berisiko fatal.

  • Memicu dehidrasi

Suhu yang tinggi membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat untuk mendinginkan diri. Kehilangan cairan secara berlebihan tanpa diimbangi asupan yang cukup dapat menyebabkan dehidrasi, mengganggu sirkulasi darah, serta mengurangi pasokan oksigen ke organ-organ vital.

  • Menyebabkan heatstroke

Jika suhu inti tubuh meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celsius dan tubuh tidak lagi mampu mendinginkan diri, seseorang dapat mengalami heatstroke. Kondisi darurat medis ini dapat menyebabkan gangguan kesadaran, kejang, kegagalan organ, hingga kematian apabila tidak segera ditangani.

  • Meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke

Saat cuaca sangat panas, jantung harus bekerja lebih keras untuk membantu tubuh melepaskan panas. Kondisi ini dapat memicu serangan jantung, stroke, atau gangguan pernapasan, terutama pada lansia dan orang yang memiliki penyakit kronis.

  • Memperburuk penyakit kronis

Gelombang panas juga dapat memperparah penyakit yang sudah ada, seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal, maupun gangguan pernapasan. Akibatnya, risiko terjadinya komplikasi serius hingga kematian menjadi lebih tinggi, terutama pada kelompok rentan.

2. Siapa yang paling rentan terhadap gelombang panas?

ilustrasi seseorang mengalami heatstroke (pexels.com/Liliana Drew)

Gelombang panas dapat dialami siapa saja, tetapi beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan serius. Kelompok tersebut meliputi lansia, anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta orang yang memiliki penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal, dan gangguan pernapasan. Pada kelompok ini, kemampuan tubuh untuk mengatur suhu biasanya tidak sebaik orang sehat sehingga lebih mudah mengalami dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heatstroke.

Selain itu, orang dengan gangguan kognitif seperti demensia, individu yang mobilitasnya terbatas, tunawisma, serta mereka yang tinggal di hunian dengan suhu tinggi, misalnya apartemen di lantai paling atas juga lebih rentan terhadap dampak gelombang panas. Karena itu, kelompok-kelompok tersebut memerlukan perhatian lebih dan sebaiknya menghindari paparan panas berlebihan selama cuaca ekstrem berlangsung.

3. Cara melindungi diri saat terjadi gelombang panas

Saat gelombang panas terjadi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat suhu yang sangat tinggi. Berikut beberapa cara yang disarankan:

  • Hindari beraktivitas di luar ruangan saat cuaca sedang paling panas

  • Berteduh atau berada di tempat yang sejuk selama beberapa jam setiap hari

  • Tutup jendela dan tirai pada siang hari, lalu buka jendela pada malam hari agar rumah lebih sejuk

  • Gunakan pakaian yang tipis, longgar, dan menyerap keringat

  • Minum air putih secara rutin agar tubuh tetap terhidrasi

  • Mandi atau kompres tubuh dengan air dingin untuk membantu menurunkan suhu tubuh

  • Gunakan kipas angin atau pendingin ruangan sesuai kebutuhan

  • Kurangi penggunaan perangkat elektronik yang menghasilkan panas

  • Hindari paparan sinar matahari langsung dan gunakan topi, kacamata hitam, atau tabir surya saat beraktivitas di luar

  • Ikuti informasi atau peringatan resmi terkait gelombang panas dari pemerintah atau otoritas setempat.

Dengan mengetahui bagaimana gelombang panas dapat menyebabkan kematian, kamu bisa lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan sejak dini. Semoga penjelasan ini bermanfaat, ya.

FAQ seputar bagaimana gelombang panas dapat menyebabkan kematian

Apakah gelombang panas bisa menyebabkan kematian?

Ya. Gelombang panas dapat menyebabkan heatstroke, dehidrasi berat, hingga memicu kegagalan organ atau memperparah penyakit kronis yang berujung pada kematian.

Apa tanda-tanda seseorang mengalami heatstroke?

Gejalanya meliputi suhu tubuh sangat tinggi, kebingungan, kulit terasa panas, detak jantung cepat, pingsan, atau kehilangan kesadaran.

Bagaimana cara mencegah dampak fatal akibat gelombang panas?

Hindari paparan sinar matahari saat cuaca paling panas, minum air yang cukup, gunakan pakaian yang nyaman, dan segera cari pertolongan medis jika muncul gejala heatstroke.

Referensi

"Heat and Health". World Health Organization. Diakses Juli 2026.
"More Than 1,300 Deaths in Europe Amid Heatwave: What Can Countries Do?". Al Jazeera. Diakses Juli 2026.
"What Does Hot Weather Do To the Body?". BBC. Diakses Juli 2026.
"The ‘Silent Killer’: What You Need To Know About Heatwaves". The Guardian. Diakses Juli 2026.
"How Heat Waves Are Dangerous To Human Health". Medical Xpress. Diakses Juli 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article