Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Balita Minum Kopi Susu Instan, Kental Manis, Dokter Ungkap Risikonya

Balita Minum Kopi Susu Instan, Kental Manis, Dokter Ungkap Risikonya
ilustrasi balita minum susu dari cangkir (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Kisah viral orang tua memberi balita kental manis dan kopi susu instan menuai perhatian publik serta peringatan dari dokter anak.

  • Dokter spesialis anak dr. Reza Fahlevi mengatakan bahwa konsumsi gula berlebih pada balita bisa memicu obesitas, diabetes, hipertensi, hingga gangguan metabolik.

  • Orang tua diimbau mencari informasi gizi yang valid dan berkonsultasi ke tenaga kesehatan agar pemberian nutrisi anak sesuai panduan medis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di media sosial heboh terkait kisah orang tua yang diduga memberikan kental manis dan kopi susu instan kepada anak balitanya. Momen ini viral usai diunggah akun Instagram @lambeturah_official.

Apa pun alasannya, para ahli tidak menyarankan pemberian kental manis dan kopi susu instan kepada balita, apalagi dalam jumlah banyak. Dokter spesialis anak membeberkan risikonya bagi kesehatan anak.

Table of Content

Dokter anak beberkan risikonya

Dokter anak beberkan risikonya

Dokter Spesialis Anak, Konsultan Nefrologi, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K) mengaku miris dengan peristiwa ini. Terlebih saat ini zaman sudah modern, namun banyak praktik pemberian makanan atau minuman yang salah kepada anak.

"Saya miris, ya. Bahwa di era zaman modern sekarang banyak juga ternyata praktik pemberian makanan atau minuman pada balita yang salah, mungkin akibat ketidaktahuan orang tua," ujarnya kepada IDN Times.

Adapun risiko jangka panjang yang bisa terjadi karena asupan gula berlebih dalam kental manis dan kopi susu instan ialah obesitas, diabetes melitus (DM), hipertensi dan penyakit-penyakit metabolik lainnya pada anak.

Ganggu pertumbuhan anak

Kental manis berwarna krem dituangkan dari sendok ke dalam toples kaca di atas meja dengan kain putih bergaris merah di sampingnya.
ilustrasi kental manis (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Dokter Reza lebih dalam menjelaskan bahwa produk kental manis punya kandungan protein yang sangat rendah, sehingga bisa mengganggu pertumbuhan tinggi badan anak atau yang disebut sebagai stunting.

"Ini yang perlu kita perhatikan. Jangan sampai anaknya nanti mengalami stunting karena asupan proteinnya itu tidak ada karena yang diberikan bukan air susu ibu (ASI) atau susu formula, tapi kental manis," lanjutnya.

Orang tua harus teredukasi dengan benar

Memasuki era teknologi, orang tua harus banyak membaca dan mencari ilmu yang valid, misalnya dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berkaitan dengan panduan pemberian makanan untuk anak.

"Pastikan makanan yang diberikan untuk anak itu bergizi, tidak hanya jumlahnya tapi juga kualitas kandungan nutrisinya harus lengkap. Ada karbohidrat, protein, lemak, kemudian batasi asupan gula dan garam berlebihan pada anak karena dampak jangka panjangnya yang tidak baik untuk anak," dr. Reza memberi panduan.

Jika orang tua masih merasa bingung, lakukan konsultasi di puskesmas atau posyandu karena ada petugas gizi, bidan, hingga dokter yang bisa mengedukasi tentang cara pemberian nutrisi yang baik untuk anak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Related Articles

See More