Centers for Disease Control and Prevention. “Hantavirus.” Diakses Mei 2026.
World Health Organization. “Hantavirus Fact Sheet.” Diakses Mei 2026.
Jeffrey S. Duchin et al., “Hantavirus Pulmonary Syndrome: A Clinical Description of 17 Patients With a Newly Recognized Disease,” New England Journal of Medicine 330, no. 14 (April 7, 1994): 949–55, https://doi.org/10.1056/nejm199404073301401.
Colleen B. Jonsson, Luiz Tadeu Moraes Figueiredo, and Olli Vapalahti, “A Global Perspective on Hantavirus Ecology, Epidemiology, and Disease,” Clinical Microbiology Reviews 23, no. 2 (April 1, 2010): 412–41, https://doi.org/10.1128/cmr.00062-09.
Antti Vaheri et al., “Uncovering the Mysteries of Hantavirus Infections,” Nature Reviews Microbiology 11, no. 8 (July 16, 2013): 539–50, https://doi.org/10.1038/nrmicro3066.
Diduga Sebabkan 3 Kematian di Kapal Pesiar, Ini Fakta Hantavirus

- Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal akibat dugaan wabah hantavirus, dengan satu kasus terkonfirmasi dan satu pasien dirawat intensif di Afrika Selatan.
- Hantavirus ditularkan dari hewan pengerat melalui udara yang terkontaminasi kotoran atau urine tikus, menyebabkan gangguan paru-paru atau ginjal dengan gejala awal mirip flu.
- Belum ada antivirus spesifik untuk hantavirus; pencegahan difokuskan pada kebersihan lingkungan, pengendalian tikus, serta perlindungan saat membersihkan area berisiko.
Tiga penumpang di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik meninggal setelah dugaan wabah hantavirus, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Wabah dilaporkan di kapal pesiar kutub MV Hondius, yang sedang melakukan perjalanan antara Argentina dan Kepulauan Tanjung Verde.
WHO mengatakan setidaknya satu kasus hantavirus telah dikonfirmasi, dengan satu pasien dirawat di unit perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan. Dua dari mereka yang meninggal adalah pasangan dari Belanda.
Apa itu hantavirus, virus langka yang memiliki tingkat keparahan tinggi yang diduga menyebabkan wabah di kapal pesiar tersebut?
Table of Content
Penyebab dan gejala
Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini berada dalam urine, kotoran, dan air liur hewan yang terinfeksi.
Manusia dapat terinfeksi saat menghirup partikel udara yang terkontaminasi dari kotoran atau urine tikus yang mengering.
Beberapa jenis hantavirus menyebabkan sindrom berbeda, seperti hantavirus pulmonary syndrome (HPS) di Amerika dan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) di Asia dan Eropa.
Gejala awal hantavirus sering tidak spesifik, menyerupai flu seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Namun, gejala dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan berat, terutama pada HPS.
Pasien bisa mengalami sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, hingga kondisi yang mengancam jiwa dalam waktu singkat.
Cara penyebaran

Penularan utama hantavirus terjadi melalui inhalasi partikel virus dari lingkungan yang terkontaminasi. Aktivitas seperti membersihkan area tertutup yang lama tidak digunakan dapat meningkatkan risiko.
Penularan antarmanusia sangat jarang terjadi, walaupun ada pengecualian pada jenis tertentu di Amerika Selatan. Ini berarti risiko wabah luas relatif rendah, tetapi paparan individu tetap perlu diwaspadai.
Pengobatan dan komplikasi yang bisa terjadi
Saat ini belum ada antivirus spesifik yang secara luas disetujui untuk hantavirus. Penanganannya bersifat suportif.
Perawatan intensif seperti terapi oksigen dan ventilasi mekanis dapat meningkatkan peluang bertahan hidup.
Deteksi dan penanganan dini menjadi faktor kunci dalam outcome pasien.
Komplikasi utama hantavirus adalah gangguan paru-paru dan ginjal, tergantung jenis virusnya.
Pada HPS, kegagalan pernapasan akut menjadi penyebab utama kematian. Sementara pada HFRS, kerusakan ginjal dapat terjadi.
Penelitian menunjukkan bahwa tingkat fatalitas dapat cukup tinggi jika tidak ditangani dengan cepat.
Pencegahan
Pencegahan berfokus pada menghindari paparan terhadap hewan pengerat dan lingkungannya.
WHO merekomendasikan menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus, serta menggunakan pelindung saat membersihkan area berisiko.
Ventilasi yang baik dan penggunaan disinfektan juga membantu mengurangi risiko paparan.
Kasus di kapal pesiar menunjukkan bahwa penyakit infeksi bisa muncul tidak selalu terduga. Mobilitas global membuat potensi paparan makin kompleks. Namun, hantavirus tetap tergolong langka, dan risiko bagi populasi umum relatif rendah jika langkah pencegahan dasar diterapkan.
Referensi





![[QUIZ] Pilih Warna Kamar Tidurmu, Ini Dampaknya ke Psikologis](https://image.idntimes.com/post/20260128/pexels-fotoaibe-1743231_224fdbce-fe8a-48dd-b379-811844e8a63c.jpg)
![[QUIZ] Tebak Seperti Apa Partner HYROX Kamu dari Zodiaknya](https://image.idntimes.com/post/20251209/upload_8eb05979525a150975c859a7b7a1626c_27e3fcc6-9d2c-4b54-9159-89c672ab3360.png)



![[QUIZ] Respons Kamu saat Pace Melambat Menjelaskan Mindset-mu](https://image.idntimes.com/post/20260203/apa-itu-lt1-dan-lt2-dalam-lari-perbedaan-lt1-lt2_47b7637d-82b9-4517-a781-43841a347f1a.jpeg)






