Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Manfaat Makan Makanan yang Direbus, Lebih Sehat?

7 Manfaat Makan Makanan yang Direbus, Lebih Sehat?
ilustrasi telur rebus (pexels.com/Klaus Nielsen)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Metode perebusan membantu menurunkan asupan lemak dan kalori, sehingga mendukung pengendalian berat badan serta mengurangi risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular.

  • Perebusan menekan pembentukan senyawa berbahaya seperti HCA dan PAH, sekaligus meningkatkan keamanan pangan dengan membunuh mikroorganisme patogen.

  • Makanan rebus lebih mudah dicerna, menjaga kestabilan gula darah, mendukung hidrasi tubuh, serta menjadi pilihan sehat bagi berbagai kelompok usia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cara memasak sering kali dianggap sekadar soal rasa. Padahal, metode memasak memiliki dampak langsung terhadap nilai gizi, keamanan, dan efek kesehatan dari makanan itu sendiri. Di antara berbagai teknik yang ada, merebus termasuk yang paling sederhana.

Di balik kesederhanaannya, perebusan menyimpan banyak kelebihan yang didukung oleh penelitian ilmiah. Dari menurunkan risiko penyakit kronis hingga meningkatkan kecernaan makanan, metode ini sering menjadi rekomendasi dalam berbagai pedoman nutrisi global. Yuk, ketahui apa saja potensi manfaat konsumsi makanan yang direbus bagi kesehatan!

1. Mengurangi asupan lemak dan kalori

Perebusan tidak membutuhkan tambahan minyak atau lemak, berbeda dengan metode seperti menggoreng atau menumis. Ini secara langsung menurunkan kepadatan energi makanan. Konsumsi lemak berlebih, terutama lemak jenuh dan trans, berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Metode memasak seperti menggoreng dapat meningkatkan kandungan kalori secara signifikan karena penyerapan minyak ke dalam makanan. Sebaliknya, makanan yang direbus mempertahankan kandungan energi yang lebih rendah.

Dalam jangka panjang, pola makan rendah lemak berlebih berkontribusi pada pengendalian berat badan dan penurunan risiko obesitas. Ini menjadi alasan mengapa makanan rebus sering direkomendasikan dalam diet klinis maupun program penurunan berat badan.

2. Menurunkan risiko senyawa berbahaya

Potongan kentang rebus berwarna kuning disajikan di atas piring putih dengan hiasan daun seledri di atas kain biru.
ilustrasi kentang rebus (vecteezy.com/Nguyễn Phong)

Proses memasak dengan suhu tinggi dan kering, seperti memanggang atau menggoreng, dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Senyawa ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

Sebaliknya, perebusan menggunakan suhu yang lebih stabil dan berbasis air, sehingga pembentukan senyawa tersebut jauh lebih rendah. Studi menunjukkan bahwa metode memasak berbasis air cenderung menghasilkan lebih sedikit senyawa karsinogenik dibandingkan metode kering bersuhu tinggi. Jadi, memilih makanan rebus juga dapat mengurangi paparan zat yang berpotensi merusak sel dalam jangka panjang.

3. Meningkatkan pencernaan nutrisi

Perebusan membantu melunakkan struktur makanan, terutama serat dan protein. Ini mempermudah enzim pencernaan untuk memecah nutrisi sehingga lebih mudah diserap tubuh.

Menurut penelitian, pemanasan dapat meningkatkan bioavailabilitas beberapa nutrisi, seperti beta-karoten pada sayuran tertentu. Artinya, tubuh dapat menyerap lebih banyak nutrisi dibandingkan saat makanan dikonsumsi mentah.

Selain itu, makanan yang lebih lunak juga lebih mudah dicerna oleh individu dengan gangguan pencernaan, anak-anak, atau lansia. Ini menjadikan metode rebus sebagai pilihan yang ramah bagi berbagai kelompok usia.

4. Lebih aman dari risiko kontaminasi

Seseorang sedang merebus ayam di atas kompor gas dengan panci hitam sambil mengaduk menggunakan sendok di dapur rumah.
ilustrasi merebus ayam (pexels.com/Annushka Ahuja)

Perebusan pada suhu 100 derajat efektif membunuh banyak mikroorganisme patogen. Ini penting dalam mencegah penyakit bawaan makanan (foodborne illness).

Pemanasan yang cukup adalah salah satu cara paling efektif untuk membunuh bakteri seperti Salmonella dan E. coli.

Dengan demikian, makanan yang direbus memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi, terutama untuk bahan pangan berisiko seperti daging, telur, dan sayuran yang mungkin terkontaminasi.

5. Mendukung kesehatan jantung

Karena rendah lemak tambahan dan bebas dari minyak teroksidasi, makanan rebus lebih ramah bagi kesehatan jantung. Minyak yang dipanaskan berulang kali dapat menghasilkan radikal bebas yang merusak pembuluh darah.

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan rendah lemak jenuh dan tinggi makanan utuh berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner.

Dengan memilih metode rebus, kamu secara tidak langsung mengurangi paparan faktor risiko tersebut, terutama jika dikombinasikan dengan bahan makanan sehat seperti sayuran dan protein tanpa lemak.

6. Membantu mengontrol gula darah

Beberapa ekor ayam utuh direbus dalam panci besar berisi air kaldu panas dengan potongan sayuran dan rempah.
ilustrasi merebus ayam (vecteezy.com/Vasuta Thitayarak)

Makanan yang direbus, terutama tanpa tambahan lemak atau gula, cenderung memiliki indeks glikemik yang lebih stabil dibanding makanan yang digoreng.

Metode memasak dapat memengaruhi respons glukosa dalam tubuh. Makanan yang tidak digoreng biasanya lebih mudah diprediksi dampaknya terhadap gula darah.

Ini menjadikan makanan rebus sebagai pilihan yang lebih aman bagi individu dengan diabetes atau mereka yang ingin menjaga kestabilan energi sepanjang hari.

7. Mendukung hidrasi tubuh

Perebusan mempertahankan kandungan air dalam makanan, bahkan menambahkannya dalam bentuk kuah. Ini membantu meningkatkan asupan cairan harian.

Makanan berair berkontribusi signifikan terhadap hidrasi tubuh, tidak hanya minuman. Dalam kondisi tertentu, seperti cuaca panas atau aktivitas fisik tinggi, makanan berkuah dari hasil perebusan dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Memasak dengan metode perebusan memiliki banyak keuntungan kesehatan. Dari menurunkan asupan lemak hingga mengurangi paparan senyawa berbahaya. Namun, penting untuk mengolahnya dengan tepat agar nutrisi tidak hilang, misalnya dengan tidak merebus terlalu lama atau memanfaatkan air rebusan. Dengan pendekatan yang tepat, makanan rebus bisa menjadi fondasi pola makan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Referensi

World Health Organization. “Healthy Diet.” Diakses April 2026.

I.Sam Saguy and Dina Dana, “Integrated Approach to Deep Fat Frying: Engineering, Nutrition, Health and Consumer Aspects,” Journal of Food Engineering 56, no. 2–3 (November 11, 2002): 143–52, https://doi.org/10.1016/s0260-8774(02)00243-1.

Amanda J. Cross et al., “A Prospective Study of Meat and Meat Mutagens and Prostate Cancer Risk,” Cancer Research 65, no. 24 (December 15, 2005): 11779–84, https://doi.org/10.1158/0008-5472.can-05-2191.

Rashmi Sinha et al., “Meat, Meat Cooking Methods and Preservation, and Risk for Colorectal Adenoma,” Cancer Research 65, no. 17 (September 1, 2005): 8034–41, https://doi.org/10.1158/0008-5472.can-04-3429.

Cristiana Miglio et al., “Effects of Different Cooking Methods on Nutritional and Physicochemical Characteristics of Selected Vegetables,” Journal of Agricultural and Food Chemistry 56, no. 1 (December 11, 2007): 139–47, https://doi.org/10.1021/jf072304b.

Centers for Disease Control and Prevention. “Food Safety.” Diakses April 2026.

Dariush Mozaffarian, Renata Micha, and Sarah Wallace, “Effects on Coronary Heart Disease of Increasing Polyunsaturated Fat in Place of Saturated Fat: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials,” PLoS Medicine 7, no. 3 (March 22, 2010): e1000252, https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1000252.

American Diabetes Association. “Nutrition Therapy.” Diakses April 2026.

Isabelle Guelinckx et al., “Contribution of Water From Food and Fluids to Total Water Intake: Analysis of a French and UK Population Surveys,” Nutrients 8, no. 10 (October 14, 2016): 630, https://doi.org/10.3390/nu8100630.

FAQ seputar Manfaat Makan Makanan yang Direbus

Apakah merebus makanan bisa mengurangi nilai gizi?

Sebagian vitamin seperti vitamin C dan B memang bisa berkurang karena panas, tetapi cara merebus dengan air sedikit dan waktu singkat dapat membantu menjaga kandungan gizinya tetap tinggi.

Jenis makanan apa yang paling baik direbus?

Sayuran seperti brokoli, wortel, bayam, dan kentang sangat baik direbus karena mudah dicerna dan tetap kaya serat. Telur dan daging tanpa lemak juga ideal dimasak dengan cara ini.

Apakah makan makanan rebus bisa membantu menurunkan berat badan?

Ya, karena makanan rebus lebih rendah kalori dan lemak, serta membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Ini cocok untuk pola makan sehat atau program diet.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nena Zakiah
Nuruliar F
3+
Nena Zakiah
EditorNena Zakiah
Follow Us

Related Articles

See More