Comscore Tracker

Baunya Khas, 5 Penyakit Ini Bisa Dideteksi Lewat Bau Mulut

Pastikan dengan pemeriksaan dokter, ya!

Banyak orang merasa tidak percaya diri bila badan atau mulut bau dan berusaha untuk menghilangkannya dengan deodoran, parfum, atau obat kumur. Ini wajar. Namun, di luar itu, bau ternyata dapat mengidikasikan adanya beberapa penyakit.

Kenapa bau bisa menandakan adanya penyakit tertentu? Dilansir The Healthy, penyakit bisa mengubah cara tubuh bekerja. Ketika penyakit menyebabkan peningkatan proses biokimia baru dan berbeda dalam tubuh, proses tersebut bisa mengarah pada produksi molekul kecil yang mudah menguap. Molekul tersebut dapat diangkut oleh darah ke paru-paru dan dilepaskan melalui napas, atau bisa juga dikeluarkan lewat urine dan keringat.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa dideteksi lewat bau mulut. Simak sampai habis, ya!

1. Preklamsia

Baunya Khas, 5 Penyakit Ini Bisa Dideteksi Lewat Bau MulutPexels.com/LeahKelley

Preeklamsia adalah kondisi ketika perempuan hamil mengalami tekanan darah tinggi, protein dalam urine, dan bengkak di kaki, kaki, dan tangan. Ini bisa berkisar dari ringan hingga parah. Biasanya terjadi di akhir kehamilan, meski bisa datang lebih awal atau tepat setelah melahirkan, dilansir WebMD.

Karena dapat menyebabkan komplikasi serius, preeklamsia harus terdeteksi dan mendapat penanganan dini. Sebuah studi dalam jurnal Advanced Materials Science tahun 2016 menunjukkan bahwa tim peneliti dapat mendeteksi preeklamsia dengan akurasi hingga 84 persen berdasarkan "jejak napas". Napas mengandung penanda unik yang dapat menunjukkan kondisi kesehatan seseorang.

2. Kanker paru-paru

Baunya Khas, 5 Penyakit Ini Bisa Dideteksi Lewat Bau Mulutilustrasi kanker paru-paru (pulmonologyadvisor.com)

Berdasarkan keterangan dari World Cancer Research Fund, bahwa kanker paru-paru adalah kanker yang paling sering terjadi pada laki-laki dan kanker ketiga yang paling sering terjadi pada wanita. Tercatat 2 juta kasus baru pada tahun 2018.

Menurut keterangan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker tercatat menyebabkan kematian hingga 10 juta orang pada tahun 2020. Kanker paru-paru ada di peringkat kedua dengan kasus terbanyak, yaitu 2,21 juta, setelah kanker payudara (2,26 juta). Angka kematian akibat kanker paru-paru ada di urutan pertama, yaitu 1,80 juta.

Ternyata, kanker paru dikatakan bisa dideteksi lewat bau. Sebuah penemuan yang disebut "NaNose" alat analisis napas yang dikembangkan oleh perusahaan asal Israel, memiliki tingkat akurasi hingga 90 persen dalam mendiagnosis kanker-paru-paru. Alat tersebut dikatakan dapat mendeteksi bau khas yang dikeluarkan oleh sel kanker.

Dokter dapat menggunakan teknologi yang sama untuk mengidentifikasi penyakit Parkinson, kanker lain, gagal ginjal, multiple sclerosis, dan penyakit Crohn — dan tingkat akurasinya mencapai 86 persen, menurut sebuah penelitian dalam jurnal ACS Nano tahun 2016.

3. Gagal ginjal

Baunya Khas, 5 Penyakit Ini Bisa Dideteksi Lewat Bau MulutIlustrasi ginjal yang bermasalah (preferredvasculargroup.com)

Amonia atau senyawa berupa gas dengan bau tajam yang khas pada napas bisa menjadi tanda gagal ginjal. Tim peneliti dari University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat (AS), telah mengembangkan perangkat sekali pakai yang dapat mendeteksi jejak napas dari gagal ginjal, sehingga penderitanya bisa segera mencari perawatan medis.

Dilansir Healthline, penyakit ginjal kronis adalah penyebab serius dari napas yang berbau seperti kencing. Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, organ tersebut tidak mampu membuang limbah dari aliran darah secara memadai. Ini dapat menyebabkan limbah menumpuk di aliran darah, menyebabkan rasa logam di mulut dan napas bau amonia.

4. Penyakit gusi

Baunya Khas, 5 Penyakit Ini Bisa Dideteksi Lewat Bau Mulutilustrasi bau mulut atau halitosis (pixabay.com/Mudassar Iqbal)

Pada infeksi gusi, bakteri akan melepaskan produk limbah seperti hidrogen sulfida, yang baunya seperti telur busuk. Bau ini bisa memberi tahu dokter bahwa ada kemungkinan orang tersebut menderita penyakit gusi, abses gigi, atau kebersihan mulut yang buruk. 

Dilansir WebMD, bila mengalami bau mulut atau halitosis terus-menerus atau rasa tak enak di mulut, penyakit gusi harus diwaspadai. Penyakit gusi bisa disebabkan oleh penumpukan plak di gigi. Bakteri kemudian akan menyebabkan terbentuknya racun yang bisa mengiritasi gusi. Bila penyakit gusi tidak diobati, lama-lama bisa merusak gusi dan tulang rahang.

Penyebab lain dari bau mulut juga bisa karena peralatan gigi yang tidak pas, infeksi jamur di mulut, dan gigi berlubang.

5. Multiple sclerosis

Baunya Khas, 5 Penyakit Ini Bisa Dideteksi Lewat Bau MulutIlustrasi penyakit sklerosis ganda (clinicalomics.com)

Multiple sclerosis adalah jenis penyakit autoimun, terjadi ketika tubuh mulai menyerang sistem saraf pusatnya sendiri. Kerusakan saraf yang terjadi bisa menyebabkan mati rasa, kesemutan, dan masalah dengan penglihatan dan cara berjalan.

Kondisi ini paling sering terdiagnosis lewat pemeriksaan MRI otak atau pungsi lumbal (spinal tap). Namun, jejak napas tertentu juga bisa mengindikasikan penyakit ini.

Menurut sebuah laporan dalam jurnal ACS Chemical Neuroscience tahun 2017, sebuah studi dilakukan untuk memerikan embusan napas dari 146 orang dengan multiple sclerosis dan 58 orang tanpa penyakit progresif tersebut. Didapat hasil tim peneliti dapat memprediksi adanya penyakit tersebut hingga 90 persen.

Itulah beberapa penyakit yang bisa dideteksi lewat bau napas yang khas. Meski demikian, mengandalkan bau saja mungkin tak akan cukup untuk menegakkan diagnosis, tetap dibutuhkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh oleh tenaga medis profesional.

Basri W Pakpahan Photo Verified Writer Basri W Pakpahan

Menulis untuk Memperbaiki Diri

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya