ilustrasi seorang pria yang terkena lupus (unsplash.com/Gadiel Lazcano)
Benar bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit lupus. Namun apakah itu artinya lupus hanya menyerang perempuan? Jawabannya gak. Lupus bisa menyerang siapa pun tanpa memperdulikan gender. Meski begitu, penyakit ini memang lebih banyak menyerang perempuan dengan rasio 9:1. Dilansir Lupus Foundation of America, hingga saat ini para peneliti belum yakin kenapa penyakit ini lebih banyak menyerang kaum hawa. Namun mereka berasumsi bahwa gen dan hormon memiliki kontribusi pada kemunculan penyakit ini. Di sisi lain, risiko yang lebih kecil pada laki-laki bukan berarti membuat penyakit ini bisa dianggap enteng.
Sebaliknya pada laki-laki, gejala lupus bisa lebih parah dibandingkan dengan gejala pada perempuan. Pada laki-laki, gejala paling umum yang muncul meliputi rendahnya kadar sel darah tertentu, demam dan penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, sindrom antifosfolipid di mana tubuh memproduksi terlalu banyak sel antifosfolipid yang meningkatkan risiko pembekuan darah, hingga serositis yang merupakan peradangan di selaput dada. Gejala lain yang gak kalah mengkhawatirkan adalah merasa sangat lelah, nyeri atau pembengkakan persendian, sakit kepala, pembengkakan pada tangan serta area mata, munculnya butterfly rash atau ruam berbentuk kupu-kupu di pipi dan hidung, hingga rambut rontok.
Pengobatan lupus cukup beragam, mengingat penyakit ini mempengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Lupus sendiri termasuk salah satu penyakit yang belum ditemukan obatnya. Saat ini pengobatan berfokus pada cara untuk mencegah gejala dan memastikan agar lupus gak kambuh.
Referensi
“Lupus, Penyakit Seribu Wajah.” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses Mei 2026.
“Lupus Facts and Statistics.” Lupus Foundation of America. Diakses Mei 2026.
“Lupus Statistics You Need to Know: Just How Common Is It?” MyLupusTeam. Diakses Mei 2026.
“Disease of a Thousand Faces.” Lupus Canada. Diakses Mei 2026.
“Does Lupus Occur in Men?” Lupus Foundation of America. Diakses Mei 2026.