- Menurunkan risiko perawatan di unit perawatan intensif (ICU) dan kematian pada orang yang terinfeksi flu.
- Mengurangi kemungkinan pasien dewasa yang dirawat karena flu memerlukan perawatan di ICU.
- Menurunkan risiko kejadian kardiovaskular, seperti serangan jantung, pada orang dengan penyakit jantung.
- Mengurangi risiko rawat inap pada orang dengan diabetes atau penyakit paru kronis.
- Menurunkan risiko rawat inap akibat flu pada ibu hamil.
- Membantu melindungi orang-orang di sekitar, termasuk bayi, lansia, dan kelompok lain yang lebih rentan mengalami komplikasi.
Berapa Lama Efektivitas Vaksin Flu Bertahan?

Perlindungan vaksin flu umumnya bertahan sekitar enam bulan, mencapai puncak dua minggu setelah suntikan, lalu efektivitasnya dapat menurun 6–10 persen setiap bulan.
Vaksin flu diperbarui tiap tahun untuk menyesuaikan virus yang beredar. Efektivitasnya bervariasi, tetapi tetap membantu menekan gejala berat, rawat inap, dan kematian.
Efektivitas dipengaruhi kecocokan virus, waktu vaksinasi, usia, serta kondisi kesehatan. Efek samping biasanya ringan, sementara reaksi alergi serius tergolong jarang.
Vaksin flu dapat membantu menurunkan risiko terkena influenza dan komplikasinya. Namun, perlindungan yang diberikan tidak berlangsung selamanya. Seiring waktu, efektivitas vaksin dapat menurun sehingga seseorang tetap bisa terkena flu meski sudah divaksinasi.
Karena itu, vaksin flu umumnya dianjurkan secara berkala. Lalu, berapa lama perlindungan vaksin flu bertahan setelah disuntikkan, dan kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksinasi berikutnya? Memahami ini dapat membantu memperoleh manfaat perlindungan yang optimal.
Table of Content
1. Seberapa efektif vaksin flu?
Para peneliti melakukan penyesuaian pada vaksin setiap tahun untuk mengantisipasi perubahan pada jenis virus yang beredar. Kendati demikian, efektivitas vaksin bisa sangat bervariasi dari tahun ke tahun.
Sebagai contoh, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan efektivitas vaksin tercatat sebesar 56 persen selama musim flu 2009-2010, 60 persen selama musim 2010-2011, dan 36 persen selama musim 2021-2022. Selain itu, tidak ada jaminan bahwa vaksin akan sepenuhnya mencegah flu. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas vaksin menurun setiap bulannya setelah kamu menerimanya.Â
Walaupun demikian, vaksin dapat mengurangi risiko gejala flu yang parah dan rawat inap, terutama jika kamu memiliki kondisi kesehatan yang membuatmu lebih rentan. Karenanya, tiap individu disarankan mendapatkan vaksin flu setiap tahun.
2. Alasan untuk mempertimbangkan vaksin flu
Vaksin flu, baik dalam bentuk suntikan maupun semprotan hidung, dapat membantu menurunkan risiko terkena influenza.
Pada musim flu 2019-2020, orang yang sudah divaksinasi memiliki risiko lebih rendah terkena flu dibandingkan mereka yang tidak divaksinasi. Selain membantu mencegah infeksi, vaksin flu juga dikaitkan dengan penurunan risiko rawat inap dan kematian akibat influenza.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa vaksin flu dapat:
Pada ibu hamil, manfaat vaksin tidak hanya dirasakan oleh ibunya. Antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi dapat diteruskan kepada bayi dan membantu memberikan perlindungan pada bulan-bulan awal kehidupan, saat bayi masih terlalu kecil untuk menerima vaksin flu.
3. Berapa lama sebenarnya perlindungan dari vaksin flu bertahan?

ilustrasi vaksin (Unsplash/Mufid Majnun) Perlindungan dari vaksin flu biasanya bertahan sekitar 6 bulan, tetapi ada banyak faktor lain yang memengaruhi ketahanannya. Beberapa hari setelah mendapatkan vaksin, kekebalan tubuh jadi jauh lebih kuat, lalu perlahan menurun seiring waktu.
Kebanyakan orang mencapai tingkat perlindungan puncak sekitar dua minggu setelah divaksinasi. Perlindungan ini tetap cukup kuat selama tiga hingga empat bulan pertama, kemudian mulai menurun.
Studi menunjukkan bahwa efektivitas vaksin flu dapat menurun sekitar 6–10 persen setiap bulannya setelah kamu menerima vaksin. Jadi, jika vaksin memiliki efektivitas 60 persen pada bulan pertama, tingkat efektivitasnya mungkin hanya sekitar 42–48 persen pada bulan ke-6.
Faktor-faktor yang memengaruhi lamanya perlindungan:
- Orang yang lebih muda dan sehat: perlindungan mungkin bertahan lebih lama.
- Usia 65 tahun ke atas: kekebalan tubuh mungkin menurun lebih cepat.
- Orang dengan kondisi kesehatan tertentu: perlindungan mungkin terjadi lebih cepat.
Jika kamu pernah divaksinasi pada tahun-tahun sebelumnya, tubuh mungkin mempertahankan sebagian perlindungan lebih lama, meskipun kamu tetap memerlukan dosis penguat (booster) tahunan. Inilah sebabnya tiap orang sebaiknya mendapatkan vaksinasi tahunan, terlepas dari riwayat vaksinasi sebelumnya.
4. Faktor-faktor yang memengaruhi efikasi vaksin flu
Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi seberapa baik vaksin flu bekerja pada setiap orang:
- Kecocokan virus yang beredar dengan vaksin. Setiap tahun, WHO meninjau data influenza dari berbagai negara untuk menentukan jenis virus influenza yang akan dimasukkan ke dalam vaksin. Jika virus yang beredar mirip dengan yang tercakup dalam vaksin, perlindungannya cenderung lebih baik.
- Waktu vaksinasi. Tubuh membutuhkan sekitar dua minggu setelah vaksinasi untuk membentuk perlindungan yang optimal. Karena itu, vaksin sebaiknya diberikan sebelum penularan influenza meningkat di masyarakat.
- Usia. Respons terhadap vaksin dapat berbeda menurut usia. Pada lansia, sistem imun cenderung merespons vaksin dengan lebih lemah dibandingkan pada orang yang lebih muda. Oleh karena itu, beberapa negara merekomendasikan vaksin flu dosis tinggi atau vaksin dengan adjuvan untuk kelompok usia tertentu.
- Kondisi kesehatan. Vaksin bekerja dengan merangsang sistem imun untuk membentuk antibodi terhadap virus influenza. Karena itu, kondisi kesehatan yang memengaruhi sistem imun juga dapat memengaruhi tingkat perlindungan yang diperoleh setelah vaksinasi.
Dengan kata lain, efektivitas vaksin flu tidak hanya ditentukan oleh vaksin itu sendiri, tetapi juga oleh karakteristik virus yang beredar, waktu pemberian vaksin, usia, dan kondisi kesehatan penerimanya.
5. Efek samping vaksin flu
Efek samping vaksin flu biasanya ringan dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Efek samping yang umum terjadi meliputi:
- Rasa nyeri, kemerahan, dan pembengkakan di lokasi penyuntikan.
- Sakit kepala.
- Demam.
- Mual.
- Nyeri otot.
- Kelelahan.
Dalam kasus yang jarang terjadi, reaksi alergi dapat muncul, sering kali dalam hitungan menit setelah vaksin diberikan. Jika kamu mengalami pembengkakan, jantung berdebar kencang, atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis.
Pada kasus yang sangat jarang, seseorang dapat mengalami sindrom Guillain-Barré, yaitu suatu penyakit autoimun setelah menerima vaksin flu.
Dengan memahami bahwa efektivitas vaksin flu dapat menurun seiring waktu dan virus influenza terus mengalami perubahan, vaksinasi setiap tahun menjadi langkah penting untuk membantu menjaga perlindungan tubuh terhadap flu.
Referensi
City MD. Diakses pada Oktober 2026. "How Long does the Flu Shot Last and When to Get Your Next One."
Grohskopf, L. A., Blanton, L. H., Ferdinands, J. M., Chung, J. R., Broder, K. R., Talbot, H. K., Morgan, R. L., & Fry, A. M. (2022). Prevention and control of seasonal influenza with vaccines: Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices—United States, 2022–23 influenza season. MMWR Recommendations and Reports, 71(1), 1–28. https://doi.org/10.15585/mmwr.rr7101a1.
Health. Diakses pada Oktober 2026. "How Long Is the Flu Vaccine Effective?"
Tokars, J. I., Patel, M. M., Foppa, I. M., Reed, C., Fry, A. M., & Ferdinands, J. M. (2020). "Waning of measured influenza vaccine effectiveness over time: The potential contribution of leaky vaccine effect." Clinical Infectious Diseases, 71(10), e633–e641. https://doi.org/10.1093/cid/ciaa340.
Verywell Health. Diakses pada Oktober 2026. "Understanding Flu Vaccine Effectiveness."


.jpg)




















