Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Fakta Vaksin Flu yang Perlu Kamu Ketahui

5 min read
8 Fakta Vaksin Flu yang Perlu Kamu Ketahui
ilustrasi vaksin flu (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Influenza berbeda dari pilek dan dapat memicu pneumonia, memperburuk penyakit kronis, hingga rawat inap atau kematian; WHO memperkirakan satu miliar kasus musiman tiap tahun.
  • Vaksin flu suntik tidak menyebabkan influenza, meski perlindungannya tidak 100 persen. Vaksin dapat menurunkan risiko berobat dan membuat penyakit lebih ringan, tetapi perlu diulang setiap tahun.
  • WHO menganjurkan vaksin tahunan terutama bagi ibu hamil, anak 6 bulan–5 tahun, lansia, penderita penyakit kronis, dan tenaga kesehatan; efek samping umumnya ringan serta singkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat terjadi lonjakan aktivitas influenza atau flu, atau infeksi saluran pernapasan, pertanyaan tentang vaksin flu biasanya muncul kembali. Contohnya, apakah vaksin bisa menyebabkan flu? Mengapa harus diulang setiap tahun? Dan apakah orang sehat juga perlu mendapatkannya?

Berikut fakta penting vaksin flu yang perlu kamu ketahui.

  1. 1. Influenza bukan pilek

    Influenza disebabkan oleh virus influenza dan dapat menimbulkan demam, batuk, nyeri otot, sakit kepala, serta rasa lemas yang cukup berat. Sebagian besar orang pulih dalam waktu sekitar seminggu, tetapi influenza juga dapat menyebabkan pneumonia, memperburuk penyakit kronis, hingga berujung pada rawat inap atau kematian.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat sekitar satu miliar kasus influenza musiman setiap tahun, termasuk 3–5 juta kasus penyakit berat.

  2. 2. Vaksin flu tidak menyebabkan influenza

    Vaksin flu suntik umumnya menggunakan virus yang sudah diinaktivasi atau hanya bagian tertentu dari virus. Materi tersebut tidak dapat berkembang biak dan menyebabkan influenza.

    Vaksin semprot hidung menggunakan virus hidup yang sudah dilemahkan. Virus ini dirancang untuk bekerja di suhu lebih rendah dalam rongga hidung dan tidak berkembang biak di paru-paru. Meski demikian, vaksin semprot hidung tidak untuk semua orang, termasuk ibu hamil dan individu dengan kondisi tertentu.

    Demam ringan, pegal, sakit kepala, atau nyeri di lokasi suntikan setelah vaksinasi merupakan reaksi tubuh terhadap vaksin, bukan tanda seseorang terkena influenza.

  3. 3. Perlindungannya tidak 100 persen, tetapi tetap bermanfaat

    Ilustrasi vaksinasi flu tahunan dengan tenaga medis menyuntikkan vaksin kepada seorang pasien di fasilitas kesehatan.
    ilustrasi vaksinasi flu tahunan (IDN Times/Arief Rahmat)

    Vaksin flu tidak menjamin kamu pasti bebas influenza. Efektivitasnya bisa berubah setiap tahun, tergantung kesesuaian antara virus dalam vaksin dan virus yang sedang banyak beredar, usia, serta kondisi kesehatan penerima vaksin.

    Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pada musim ketika virus vaksin dan virus yang beredar memiliki kesesuaian yang baik, vaksin dapat menurunkan risiko kunjungan ke dokter akibat influenza sekitar 40–60 persen.

    Jika orang yang sudah divaksinasi tetap terkena influenza, penyakitnya dapat berlangsung lebih ringan.

    Jadi, vaksin flu tak cuma membantu mencegah infeksi, tetapi juga mengurangi risiko komplikasi.

  4. 4. Vaksin perlu diulang setiap tahun

    Ada dua alasan utama vaksin flu diberikan setiap tahun.

    Pertama, perlindungan dari vaksin dapat menurun seiring waktu. Kedua, virus influenza terus mengalami perubahan sehingga komposisi vaksin ditinjau dan diperbarui secara berkala.

    WHO memantau virus influenza melalui jaringan surveilans global, kemudian merekomendasikan komposisi vaksin untuk wilayah tertentu.

    Di daerah tropis seperti Indonesia, influenza dapat beredar sepanjang tahun dengan pola wabah yang lebih tidak teratur dibandingkan negara empat musim.

  5. 5. Tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk perlindungan

    Antibodi pelindung biasanya terbentuk sekitar dua minggu setelah vaksinasi.

    Waktu vaksinasi dapat disesuaikan dengan pola penularan influenza di wilayah masing-masing, ketersediaan vaksin, serta anjuran tenaga kesehatan.

    Orang yang baru divaksinasi tetap dapat tertular jika sudah terpapar virus sebelum perlindungan terbentuk.

  6. 6. Ibu hamil termasuk kelompok yang dianjurkan

    Ilustrasi ibu hamil menerima vaksin flu dari tenaga kesehatan untuk melindungi kesehatan ibu dan janin selama kehamilan.
    ilustrasi vaksinasi flu pada ibu hamil (IDN Times/NRF)

    Kehamilan dapat meningkatkan risiko influenza berkembang menjadi penyakit berat dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Vaksin flu suntik dapat diberikan pada setiap trimester kehamilan.

    Selain melindungi ibu, antibodi yang terbentuk selama kehamilan dapat diteruskan kepada janin. Perlindungan ini membantu bayi selama beberapa bulan pertama setelah lahir, ketika bayi masih terlalu kecil untuk mendapatkan vaksinasi.

    Menurut penelitian multinegara, vaksinasi flu selama kehamilan berkaitan dengan penurunan risiko rawat inap akibat influenza sekitar 40 persen.

  7. 7. Kelompok tertentu mendapat manfaat lebih besar

    WHO merekomendasikan vaksinasi tahunan terutama bagi ibu hamil, anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, orang berusia 65 tahun ke atas, individu dengan penyakit kronis, dan tenaga kesehatan.

    Kelompok tersebut lebih rentan mengalami komplikasi atau berperan dalam melindungi orang lain yang rentan. Orang dengan penyakit jantung, misalnya, dapat menghadapi risiko komplikasi kardiovaskular ketika terkena influenza.

    Sebuah metaanalisis terhadap enam uji klinis acak dengan 9.001 peserta menemukan bahwa kejadian kardiovaskular mayor terjadi pada 3,6 persen penerima vaksin, dibanding 5,4 persen pada kelompok kontrol. Temuan ini terutama terlihat pada pasien dengan sindrom koroner akut baru-baru ini, bukan berarti vaksin flu menggantikan pengobatan jantung.

  8. 8. Efek samping biasanya ringan dan singkat

    Efek samping yang umum meliputi nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan, sakit kepala, demam ringan, mual, pegal, dan kelelahan. Keluhan biasanya membaik dalam waktu singkat.

    Reaksi alergi berat sangat jarang. Orang yang pernah mengalami reaksi alergi berat setelah vaksinasi atau memiliki kondisi medis tertentu sebaiknya menyampaikannya kepada tenaga kesehatan sebelum menerima vaksin.

    Vaksin flu bukan satu-satunya cara mencegah influenza. Mencuci tangan, memperbaiki ventilasi, menutup mulut saat batuk atau bersin, serta tinggal di rumah ketika sedang sakit tetap diperlukan. Namun, vaksinasi menjadi salah satu perlindungan utama untuk mengurangi risiko influenza dan komplikasinya.

    Referensi

    World Health Organization, “Influenza (Seasonal),” diakses September 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Key Facts About Seasonal Flu Vaccine,” diakses September 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Flu & Pregnancy,” diakses September 2026.

    Mark G. Thompson et al., “Influenza Vaccine Effectiveness in Preventing Influenza-associated Hospitalizations During Pregnancy: A Multi-country Retrospective Test Negative Design Study, 2010–2016,” Clinical Infectious Diseases 68, no. 9 (2019): 1444–1453, https://doi.org/10.1093/cid/ciy737.

    Bita Behrouzi, Deepak L. Bhatt, Peter P. T. Cannon, et al., “Association of Influenza Vaccination With Cardiovascular Risk: A Meta-analysis,” JAMA Network Open 5, no. 4 (2022): e228873, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2022.8873.

    Apakah vaksin flu bisa membuatku terkena flu?

    Tidak. Vaksin suntik menggunakan virus yang sudah diinaktivasi atau komponen virus sehingga tidak dapat menyebabkan influenza.

    Kalau sudah divaksinasi, apakah masih bisa terkena flu?

    Masih mungkin. Efektivitas vaksin berubah setiap tahun dan dipengaruhi oleh kesesuaian virus vaksin dengan virus yang beredar. Namun, vaksin dapat membantu mengurangi keparahan penyakit.

    Mengapa vaksin flu harus diulang setiap tahun?

    Karena perlindungan tubuh dapat menurun dan virus influenza terus berubah. Komposisi vaksin juga diperbarui secara berkala.

    Apakah ibu hamil boleh menerima vaksin flu?

    Boleh. Vaksin flu suntik direkomendasikan selama kehamilan. Vaksin semprot hidung tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

    Kapan waktu terbaik mendapatkan vaksin flu di Indonesia?

    Influenza dapat beredar sepanjang tahun di wilayah tropis. Waktu vaksinasi sebaiknya mengikuti ketersediaan vaksin, pola penularan setempat, dan anjuran tenaga kesehatan. Perlindungan tubuh biasanya terbentuk sekitar dua minggu setelah vaksinasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More