Gagang pintu, ponsel, remote TV, keyboard, dan meja dapat menjadi tempat menempelnya virus setelah seseorang batuk atau bersin. Namun, berapa lama virus penyebab pilek atau flu bisa tetap hidup dan berpotensi menular?
Berapa Lama Virus Flu dan Pilek Bertahan di Permukaan?

Virus flu bisa bertahan selama berjam-jam hingga 2 hari
Flu disebabkan oleh virus influenza, sedangkan istilah pilek dapat merujuk pada infeksi yang disebabkan lebih dari 200 jenis virus pernapasan. Rhinovirus merupakan salah satu penyebab pilek yang paling umum.
Menurut penelitian klasik, virus influenza A dan B bertahan selama 24–48 jam pada permukaan keras dan tidak berpori, seperti baja tahan karat dan plastik. Pada kain, kertas, dan tisu, virus bertahan kurang dari 8–12 jam.
Namun, penelitian lain menunjukkan hasil yang lebih singkat. Studi terhadap virus influenza A(H1N1) pada berbagai bahan rumah tangga menemukan bahwa virus umumnya bertahan selama beberapa jam dan jarang lebih dari 9 jam dalam kondisi ruangan rumah.
Jenis virus, jumlah virus yang digunakan, bahan permukaan, suhu, kelembapan, dan metode pemeriksaan dapat memengaruhi hasil.
Dalam kondisi laboratorium, virus bisa bertahan lebih lama
Dalam penelitian laboratorium, dua strain influenza A(H1N1) masih dapat bertahan dalam bentuk infeksius di permukaan baja tahan karat hingga 7 hari. Namun, kondisi penelitian ini tidak sepenuhnya mencerminkan situasi sehari-hari karena menggunakan lingkungan yang terkontrol.
Karena itu, keberadaan virus di permukaan tidak otomatis berarti permukaan tersebut tetap menularkan selama itu. Selain itu, virus yang masih terdeteksi belum tentu jumlahnya cukup untuk menyebabkan infeksi, dan materi genetik virus yang terdeteksi tidak selalu berarti masih ada virus hidup yang mampu menginfeksi.
Bagaimana dengan virus penyebab pilek?
Pilek dapat disebabkan oleh berbagai virus, sehingga kemampuan bertahannya di permukaan juga berbeda-beda.
Salah satu penelitian menemukan rhinovirus, penyebab umum pilek, pada berbagai benda di rumah, seperti gagang pintu, pegangan kulkas, remote, dan keran. Virus ini masih dapat berpindah ke jari setelah 1 jam, tetapi kemampuannya menurun seiring waktu.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa virus pilek memang dapat bertahan di permukaan, tetapi risiko penularannya cenderung berkurang seiring berjalannya waktu. Daya tahan virus juga dipengaruhi oleh jenis permukaan dan cairan yang membawanya.
Permukaan bukan satu-satunya jalur penularan
Influenza terutama menyebar melalui percikan dan partikel pernapasan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan melalui permukaan memang bisa terjadi, tetapi dianggap lebih jarang.
Risiko penularan meningkat jika kamu menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan. Karena itu, membersihkan permukaan tetap penting, tetapi perlu disertai langkah lain seperti menjaga ventilasi, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menggunakan masker saat sakit, dan menghindari kontak dekat dengan orang lain.
Permukaan apa yang perlu lebih sering dibersihkan?
Prioritaskan benda-benda yang sering disentuh bersama, seperti:
Gagang pintu dan sakelar lampu.
Ponsel, keyboard, dan mouse.
Remote TV.
Pegangan kulkas dan keran.
Meja, sandaran kursi, serta pegangan tangga.
Bersihkan benda-benda tersebut dengan sabun atau detergen, atau gunakan disinfektan sesuai petunjuk pada label.
Cuci tangan setelah membuang tisu, membersihkan lendir hidung, batuk, atau menyentuh permukaan yang sering digunakan bersama.
Pada akhirnya, lama bertahannya virus flu dan pilek di permukaan sangat bervariasi, mulai dari beberapa jam hingga lebih lama dalam kondisi tertentu. Namun, risiko penularan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan virus, tetapi juga oleh jumlah virus yang masih hidup dan apakah virus tersebut berpindah ke mata, hidung, atau mulut.
Referensi
Bean, B., B. M. Moore, B. Sterner, L. R. Peterson, D. N. Gerding, and H. H. Balfour Jr. “Survival of Influenza Viruses on Environmental Surfaces.” The Journal of Infectious Diseases 146, no. 1 (1982): 47–51. https://doi.org/10.1093/infdis/146.1.47.
Centers for Disease Control and Prevention. “About Common Cold.” Diakses September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “How Flu Spreads.” Diakses September 2026.
Greatorex, J. S., et al. “Survival of Influenza A(H1N1) on Materials Found in Households: Implications for Infection Control.” PLOS ONE 6, no. 11 (2011): e27932. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0027932.
Perry, K. A., A. D. Coulliette, L. J. Rose, A. M. Shams, J. R. Edwards, and J. A. Noble-Wang. “Persistence of Influenza A (H1N1) Virus on Stainless Steel Surfaces.” Applied and Environmental Microbiology 82, no. 11 (2016): 3234–3241. https://doi.org/10.1128/AEM.04046-15.
Winther, B., K. McCue, K. Ashe, J. Rubino, and J. O. Hendley. “Rhinovirus Contamination of Surfaces in Homes of Adults with Natural Colds: Transfer of Virus to Fingertips during Normal Daily Activities.” Journal of Medical Virology 83, no. 5 (2011): 906–909. https://doi.org/10.1002/jmv.22027.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB