Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Cara Melindungi Diri dari Asap Karhutla, Pakai Masker Khusus!

4 min read
6 Cara Melindungi Diri dari Asap Karhutla, Pakai Masker Khusus!
ilustrasi karhutla (commons.wikimedia.org/Yavuz Solgun)
  • Karhutla di sejumlah wilayah Indonesia pada awal September 2026 menghasilkan kabut asap berpartikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan.
  • Kurangi aktivitas luar ruangan, tutup pintu-jendela, gunakan mode sirkulasi ulang AC, serta manfaatkan air purifier atau filter efisiensi tinggi untuk menjaga udara dalam rumah.
  • Saat harus keluar, pakai masker N95 atau P100 yang terpasang rapat; pantau PM2.5, hindari sumber polusi dalam rumah, dan cari bantuan medis bila gejala memburuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada awal September 2026 ini. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kabut asap yang dihasilkan juga dapat berdampak pada kesehatan karena mengandung partikel halus yang bisa masuk ke saluran pernapasan.

Lantas, bagaimana cara melindungi diri dari asap karhutla agar risiko gangguan kesehatan bisa diminimalkan? Beberapa langkah sederhana seperti mengurangi aktivitas di luar ruangan, menjaga kualitas udara di dalam rumah, dan menggunakan masker yang tepat dapat membantu mengurangi paparan asap. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut!

  1. 1. Tetap berada di dalam ruangan

    Saat asap karhutla mulai menyelimuti lingkungan, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah dan tetap berada di dalam ruangan. Tutup rapat pintu dan jendela agar asap tidak mudah masuk. Jika menggunakan AC, pilih mode recirculate atau sirkulasi ulang supaya AC tidak mengambil udara dari luar yang sedang dipenuhi asap.

    Meski berada di dalam rumah, bukan berarti kamu sepenuhnya terbebas dari paparan asap. Asap tetap bisa masuk melalui celah pintu, jendela, atau ventilasi. Karena itu, pilih satu ruangan yang bisa ditutup rapat dan jadikan sebagai tempat berlindung dengan kualitas udara yang lebih bersih.

  2. 2. Gunakan air purifier atau penyaring udara

    Kalau memiliki air purifier di rumah, manfaatkan alat tersebut saat terjadi kabut asap akibat karhutla. Letakkan air purifier di ruangan yang paling sering digunakan dan biarkan bekerja untuk membantu menyaring partikel-partikel kecil dari asap. Penggunaan alat ini akan lebih optimal jika pintu dan jendela ruangan tetap tertutup.

    Kamu juga bisa menggunakan filter udara dengan efisiensi tinggi pada AC sentral, misalnya MERV 13 atau lebih tinggi, jika sistem AC di rumah mendukungnya. Dengan begitu, udara yang berputar di dalam rumah bisa lebih bersih dan paparan partikel asap dapat dikurangi.

  3. 3. Hindari aktivitas yang menambah polusi di dalam rumah

    Ketika udara di luar sedang buruk, jangan sampai aktivitas di dalam rumah justru membuat kualitas udara semakin tercemar. Untuk sementara, hindari merokok dan membakar sesuatu seperti lilin, dupa, kayu, atau menggunakan perapian. Asap dari berbagai aktivitas tersebut bisa menambah jumlah polutan yang terhirup.

    Kegiatan sederhana seperti memasak atau membersihkan rumah juga perlu diperhatikan. Sebaiknya tunda aktivitas yang menghasilkan banyak asap atau partikel di udara. Jika ingin menggunakan vacuum cleaner, pilih alat dengan filter HEPA agar debu yang sudah terangkat tidak kembali menyebar ke udara.

  4. 4. Pakai masker yang tepat saat harus keluar

     cara melindungi diri dari asap karhutla
    ilustrasi menggunakan masker (freepik.com/jcomp)

    Kalau memang harus keluar rumah saat kondisi sedang berasap, jangan lupa gunakan masker yang mampu menyaring partikel asap. N95 atau P100 yang telah mendapatkan persetujuan NIOSH dapat menjadi pilihan karena dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap partikel di udara.

    Namun, memakai masker saja belum cukup. Pastikan masker menutupi hidung hingga bawah dagu dan terpasang rapat di wajah. Hindari masker yang longgar atau hanya memiliki tali di telinga karena celah di sekitar wajah dapat membuat udara yang tidak tersaring tetap masuk.

  5. 5. Perhatikan kondisi tubuh dan gejala yang muncul

    Jangan abaikan perubahan kondisi tubuh selama terpapar asap karhutla. Beberapa orang mungkin mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gejala lain ketika kualitas udara memburuk. Jika kamu memiliki penyakit jantung atau paru-paru, sebaiknya lebih waspada karena paparan asap dapat memberikan dampak yang lebih serius.

    Segera cari pertolongan medis jika muncul gejala baru atau kondisi yang sudah ada terasa semakin parah. Anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan penyakit tertentu juga perlu mendapat perhatian lebih selama terjadi kabut asap. Semakin cepat mengurangi paparan, semakin baik pula untuk menjaga kesehatan.

  6. 6. Pantau kualitas udara secara berkala

    Jangan hanya mengandalkan kondisi langit untuk mengetahui apakah udara sudah aman atau belum. Pantau informasi kualitas udara secara berkala, terutama kadar PM2.5, melalui sumber atau aplikasi pemantau kualitas udara yang tepercaya. Informasi tersebut bisa membantu kamu menentukan kapan harus membatasi aktivitas di luar rumah.

    Kalau memiliki alat pemantau kualitas udara di dalam rumah, manfaatkan untuk melihat kondisi udara secara langsung. Jika kadar polutan meningkat, segera nyalakan air purifier dan pastikan pintu serta jendela tertutup. Dengan rutin memantau kualitas udara, kamu bisa lebih cepat mengambil langkah perlindungan saat kondisi memburuk.

    Dengan menerapkan berbagai cara melindungi diri dari asap karhutla, kamu bisa lebih waspada dan menjaga kesehatan selama kondisi udara memburuk. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

    Referensi

    "Safety Guidelines: Wildfires and Wildfire Smoke". CDC. Diakses September 2026.
    "How To Protect Yourself From Wildfire Smoke". IQ Air. Diakses September 2026.
    "Wildfire Safety Tips". UNICEF. Diakses September 2026.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More