ilustrasi konsultasi dokter (pexels.com/cottonbro studio)
Batuk, mengi, sesak napas, atau nyeri dada setelah terpapar polusi tidak sebaiknya diabaikan, terutama jika keluhan tidak membaik atau terasa makin berat.
Orang dengan asma, penyakit paru atau jantung, anak-anak, lansia, dan ibu hamil perlu lebih berhati-hati terhadap asap. Hubungi dokter jika muncul kesulitan bernapas, batuk yang tak kunjung berhenti, atau gejala lain yang menetap.
Jadi, paru-paru tidak bisa dibersihkan dengan satu minuman atau latihan tertentu. Perlindungan terbaik adalah mengurangi paparan, memperbaiki kualitas udara di sekitar, dan mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan pernapasan yang menetap.
Referensi
American Lung Association, “How Your Lungs Work,” diakses 17 Oktober 2026.
Özgecan Kayalar et al., “Impact of Particulate Air Pollution on Airway Injury and Epithelial Plasticity: Underlying Mechanisms,” Frontiers in Immunology 15 (2024): 1324552, https://doi.org/10.3389/fimmu.2024.1324552.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Begini Upaya Sektor Kesehatan Tangani Polusi Udara,” diakses 17 Oktober 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “How to Protect Workers and the Public from Wildfire Smoke,” diakses 17 Oktober 2026.
U.S. Environmental Protection Agency, “Guide to Air Cleaners in the Home,” diakses 17 Oktober 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Menkes Imbau Kelompok Rentan Batasi Aktivitas di Luar Rumah saat Kabut Asap,” diakses 17 Oktober 2026.
American Lung Association, “Can You Detox Your Lungs?,” diakses 17 Oktober 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Wildfire Smoke and People with Chronic Conditions,” diakses 17 Oktober 2026.