Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Penyebab Dahak Berwarna Cokelat, dari Polusi sampai Infeksi Virus

4 min read
7 Penyebab Dahak Berwarna Cokelat, dari Polusi sampai Infeksi Virus
ilustrasi batuk berdahak (vecteezy.com/Wutthichai Luemuang)
  • Dahak cokelat dapat dipicu pembersihan paru setelah berhenti merokok, paparan polusi atau asap, serta alergi jamur Aspergillus yang menyebabkan peradangan saluran pernapasan.

  • Pneumonia bakteri dan infeksi virus, termasuk corona, rhinovirus, serta influenza, bisa memunculkan dahak cokelat akibat peradangan; penanganannya disesuaikan dengan penyebab.

  • Kondisi kronis seperti PPOK, bronkiektasis, fibrosis kistik, hingga abses paru juga dapat menyebabkan dahak cokelat, terutama bila disertai sesak napas, nyeri dada, atau darah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dahak biasanya berwarna bening atau putih, tetapi terkadang lendir yang keluar saat batuk tampak kecokelatan. Perubahan warna ini bisa membuat khawatir, terutama jika terjadi berulang kali atau disertai keluhan lain, seperti sesak napas dan nyeri dada.

Kendati tidak selalu menandakan kondisi serius, tetapi dahak berwarna cokelat dapat menjadi petunjuk adanya masalah pada saluran pernapasan.

Warna cokelat pada dahak bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari paparan debu dan asap hingga darah lama yang bercampur dengan lendir. Untuk memahami penyebabnya, simak penjelasan berikut ini!

  1. 1. Berhenti merokok

    Dalam waktu satu minggu setelah berhenti merokok, paru-paru mulai membersihkan dirinya sendiri. Asap rokok memperlambat kerja silia (rambut halus) yang bertugas menyapu lendir keluar dari paru-paru. Begitu silia dapat berfungsi kembali dengan baik, kamu mungkin akan batuk disertai lendir berwarna cokelat yang berasal dari akumulasi tar yang terhirup selama ini. 

    Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa minggu. Namun, kamu dapat membantu mempercepat proses pembersihannya dengan banyak minum cairan serta menggunakan humidifier atau vaporizer untuk melembapkan dan mengencerkan dahak.

    Jika batuk berlangsung lebih dari tiga minggu atau jika kamu melihat adanya darah, segera temui dokter.

  2. 2. Alergi jamur

    Aspergillus adalah jamur yang banyak ditemukan di tanah, tanaman, dan vegetasi yang membusuk. Jika kamu memiliki alergi dan menghirup spora jamur ini, paru-paru bisa mengalami peradangan. Kamu mungkin mengalami mengi dan batuk yang disertai dahak cokelat, serta bisa juga mengalami demam. Jika kamu menderita fibrosis kistik atau asma, risiko mengalami alergi ini lebih tinggi.

    Dokter menyebut kondisi ini sebagai allergic bronchopulmonary aspergillosis (ABPA). Dokter mungkin juga akan meresepkan obat untuk meredakan peradangan serta obat antijamur.

  3. 3. Pneumonia bakteri

    Ilustrasi seorang perempuan mengalami batuk berdahak sambil menutup mulut dengan tangan sebagai gambaran keluhan pernapasan.
    ilustrasi perempuan yang mengalami batuk berdahak (magnific.com/benzoix)

    Batuk kering yang disertai keluarnya dahak kental merupakan salah satu gejala utama pneumonia. Lendir tersebut bisa berwarna kuning, hijau, merah, cokelat, atau seperti karat.

    Terkadang, warna lendir dapat menjadi petunjuk mengenai jenis bakteri penyebab penyakit tersebut.

    Pneumonia bermula dari pembengkakan jaringan pada salah satu atau kedua paru-paru. Kantong-kantong udara kecil yang menyerupai kumpulan buah anggur di ujung saluran pernapasan dapat membengkak dan terisi cairan. Pneumonia akibat bakteri perlu diobati dengan pemberian antibiotik.

  4. 4. Polusi udara 

    Tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi atau terpapar asap kebakaran hutan yang pekat dapat menyebabkan keluarnya dahak berwarna kecokelatan. Namun, kamu dapat mencegah atau meredakan batuk ini dengan cara:

    • Tetap berada di dalam ruangan saat tingkat polusi udara atau asap sedang tinggi.
    • Mengenakan masker respirator partikulat saat berada di luar ruangan.

    Jika kamu mengalami batuk, cobalah mengobatinya di rumah dengan cara-cara, seperti:

    • Berkumur dengan air garam hangat.
    • Memosisikan kepala lebih tinggi saat tidur.
    • Minum teh dengan madu.

  5. 5. Infeksi virus

    Lendir berwarna cokelat berkaitan dengan infeksi virus umum, seperti virus corona, rhinovirus, dan virus influenza. Orang yang mengalami infeksi virus disertai batuk berdahak berwarna cokelat sering kali mengalami peradangan parah pada saluran pernapasan.

    Infeksi ini dapat ditangani dengan:

    • Obat pengencer lendir.
    • Alat pembersih saluran pernapasan.

  6. 6. Penyakit paru-paru kronis

    Ilustrasi seseorang mengalami batuk berdahak sebagai gambaran keluhan pada saluran pernapasan yang perlu diperhatikan.
    ilustrasi batuk berdahak (pexels.com/Gustavo Fring)

    Dahak berwarna cokelat dapat menyertai kondisi kronis (jangka panjang) yang memengaruhi paru-paru serta saluran yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Kondisi kronis yang memiliki gejala berupa lendir cokelat, meliputi:

    • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK): Ini adalah kelompok penyakit yang menghambat aliran udara, menyebabkan penumpukan lendir, kesulitan bernapas, dan batuk kronis. Kondisi ini paling sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok, tetapi juga dapat timbul akibat polusi udara.
    • Bronkiektasis: Kondisi ini kerap terjadi bersamaan dengan cedera atau penyakit paru-paru lainnya, di mana saluran pernapasan mengalami kerusakan, pelebaran, dan pembentukan jaringan parut. Produksi lendir berlebih berwarna cokelat atau kuning merupakan gejala umum, selain batuk kronis, sesak napas, mengi, nyeri dada, demam, dan menggigil.
    • Fibrosis kistik: Ini adalah kelainan genetik yang diturunkan dalam keluarga dan menyebabkan penumpukan lendir yang kental dan lengket di paru-paru, pankreas, serta bagian tubuh lainnya. Gejala lainnya, meliputi batuk, kelelahan, mual, sembelit, nyeri perut, perut kembung, dan tinja berwarna seperti tanah liat.

  7. 7. Abses paru

    Abses paru adalah kantong berisi nanah (cairan kental berwarna putih atau putih kekuningan) yang terbentuk di dalam jaringan. Kondisi ini biasanya terjadi akibat infeksi atau cedera dan sering kali terbentuk karena aspirasi, yaitu terhirupnya bakteri atau partikel lain dari mulut.

    Abses paru juga dapat berkembang sebagai komplikasi dari fibrosis kistik dan bronkiektasis.

    Selain lendir berwarna cokelat dan batuk, gejala abses paru, meliputi:

    • Demam atau menggigil.
    • Kelelahan.
    • Keringat di malam hari.
    • Masalah pernapasan.
    • Mengi (napas berbunyi).
    • Nyeri dada.

    Dahak berwarna cokelat tidak selalu menandakan penyakit serius, tetapi kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika berlangsung terus-menerus atau disertai sesak napas, nyeri dada, maupun darah dalam jumlah yang jelas.

    Pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya sehingga penanganan yang tepat bisa segera diberikan.

    Referensi

    Health. Diakses pada Oktober 2026. "What Causes Brown Mucus?"

    Verywell Health. Diakses pada Oktober 2026. "Is Brown Mucus a Warning Sign of More Serious Illness?"

    WebMD. Diakses pada Oktober 2026. "Brown Phlegm: What Causes It?"

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More