Comscore Tracker

Mengapa Obat HIV Harus Diminum Terus?

ARV harus dikonsumsi sesuai resep dokter

Human immunodeficiency virus atau HIV adalah virus yang menyerang sel kekebalan tubuh, yaitu sel CD4. Jika HIV dibiarkan tanpa ditangani, maka dapat berkembang menjadi acquired immunodeficiency syndrome atau AIDS.

Adanya penurunan kekebalan tubuh yang terjadi terus-menerus menyebabkan seseorang lebih rentan terhadap infeksi oportunistik, seperti tuberkulosis hingga beberapa jenis kanker. Akan tetapi, risiko penyakit yang lebih berat dan infeksi oportunistik dapat diturunkan dengan menggunakan obat HIV secara teratur. Lantas, mengapa obat HIV harus diminum terus? Berikut penjelasannya.

1. Perlukah obat antiretroviral diminum terus-menerus?

Mengapa Obat HIV Harus Diminum Terus?ilustrasi pengobatan HIV (pexels.com/cottonbro studio)

Pengobatan HIV menggunakan obat antiretroviral (ARV). HIV Info menjelaskan bahwa antiretroviral digunakan secara kombinasi setiap hari.

ARV tidak dapat menyembuhkan HIV dan virus tetap ada di dalam tubuh. Tujuan pengobatan HIV bukan menyembuhkan penyakit, melainkan mengurangi viral load hingga ke tingkat tidak terdeteksi. Oleh sebab itu, orang dengan HIV tetap harus mengonsumsi obat HIV sesuai resep dokter. Ketika berhenti minum obat, maka viral load akan naik lagi dengan cepat.

2. Mengapa obat HIV harus digunakan terus-menerus?

Mengapa Obat HIV Harus Diminum Terus?ilustrasi minum obat (pexels.com/Karolina Grabowska)

ARV tidak membunuh virus HIV. Obat tersebut hanya menghambat siklus hidup virus sehingga virus tidak dapat bereplikasi dan membuat salinan virus. Karena tidak dapat membuat salinan virus baru, maka jumlah virus di dalam tubuh menurun. Dengan menurunnya jumlah virus, maka sistem kekebalan tubuh lebih mudah dalam melawan infeksi.

Seperti dijelaskan Verywell Health, ketika pengobatan ARV digunakan secara teratur, jumlah virus akan turun hingga ke titik di mana jumlahnya tidak dapat terdeteksi. Tidak terdeteksi bukan berarti virus di dalam tubuh menghilang atau nol, melainkan jumlahnya sangat sedikit sehingga hampir tidak terdeteksi oleh alat pengujian yang digunakan.

Baca Juga: 5 Jenis Infeksi Jamur yang Umum Menyerang Pasien HIV

3. Melewatkan pengobatan membuat jumlah virus makin banyak

Mengapa Obat HIV Harus Diminum Terus?ilustrasi virus (freepik.com/kjpargeter)

Menggunakan obat HIV setiap hari sesuai saran membantu viral load tetap rendah dan jumlah sel CD4 tinggi. Ketika melewatkan pengobatan, maka sama artinya dengan memberi kesempatan bagi virus untuk berkembang menjadi lebih banyak.

Jumlah virus yang bertambah banyak mengakibatkan sistem kekebalan tubuh melemah sehingga menjadi mudah jatuh sakit. Orang dengan HIV yang menggunakan obat HIV sesuai resep dokter dan menjaga agar viral load tetap dalam rentang tidak terdeteksi dapat memiliki kehidupan yang sehat.

4. Jumlah virus makin banyak meningkatkan risiko infeksi hingga kanker

Mengapa Obat HIV Harus Diminum Terus?ilustrasi pasien di rumah sakit (pexels.com/Anna Shvets)

Ketika tidak diobati, HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko infeksi yang dapat mengancam nyawa. Tidak hanya berisiko menimbulkan infeksi, HIV juga dapat menyebabkan berkembangnya beberapa jenis kanker.

Ketika sistem kekebalan tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik menyebabkan meningkatnya risiko infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik biasanya tidak memengaruhi orang dengan kekebalan tubuh yang baik. Infeksi oportunistik memengaruhi mereka yang tidak menjalani pengobatan dan sistem kekebalan tubuhnya melemah karena HIV.

5. Virus memiliki kemampuan untuk bersembunyi di dalam tubuh

Mengapa Obat HIV Harus Diminum Terus?ilustrasi virus (freepik.com/kjpargeter)

Obat HIV tetap harus diminum secara teratur meski hasil viral load sudah tidak terdeteksi. National Institute of Allergy and Infectious Disease menjelaskan bahwa meskipun viral load sudah tidak terdeteksi, HIV tetap ada di dalam tubuh. Sebab, virus tersebut bisa dalam keadaan tidak aktif atau dorman di dalam sel tubuh.

Apabila pengobatan dihentikan, maka virus yang semula dalam kondisi tidur atau tidak aktif muncul kembali dan mulai memperbanyak diri. Oleh sebab itu, penting untuk menggunakan obat secara teratur sesuai petunjuk sehingga dapat mencapai dan mempertahankan viral load tidak terdeteksi.

6. Melewatkan pengobatan menyebabkan virus bermutasi menjadi resistan obat

Mengapa Obat HIV Harus Diminum Terus?ilustrasi virus (freepik.com/kjpargeter)

Menggunakan obat HIV setiap hari sangat penting karena melewatkan dosis membuat virus mudah berubah bentuk menjadi resistan obat. Ketika HIV tidak dapat dikontrol, maka virus membuat salinan virus dengan cepat. Setiap kali virus membuat salinan di dalam tubuh, kadang kala virus bermutasi sehingga menghasilkan bentuk virus yang baru. Mutasi yang terjadi dapat menyebabkan virus menjadi kurang sensitif dengan pengobatan atau sering disebut dengan resistansi obat.

Ketika terjadi resistansi obat, obat yang semula manjur menjadi tidak lagi bekerja dengan baik. Karena virus lebih kebal, maka pilihan obat yang digunakan menjadi lebih sedikit. Ini menyebabkan kegagalan pengobatan HIV. Menggunakan obat HIV sesuai resep dokter dapat membantu mencegah terjadinya resistansi obat.

Obat ARV harus diminum secara teratur untuk mempertahankan viral load sampai tidak terdeteksi. Dengan begitu, jumlah sel kekebalan tubuh tetap tinggi sehingga mampu melawan infeksi.

Tidak menggunakan obat HIV secara teratur dapat menyebabkan virus makin banyak, meningkatkan risiko infeksi, hingga virus bermutasi menjadi resistan atau kebal obat sehingga pengobatan menjadi lebih sulit.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mendiagnosis HIV pada Anak? Penting Dipahami!

Dewi Purwati Photo Verified Writer Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya