Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cacar Air dan Herpes Disebabkan Virus Sama, Kenapa Penyakitnya Beda?

Cacar Air dan Herpes Disebabkan Virus Sama, Kenapa Penyakitnya Beda?
gambar pasien cacar air (freepik.com/Freepik)
Intinya Sih
  • Virus varicella-zoster (VZV) menjadi penyebab utama dua penyakit berbeda, yaitu cacar air dan herpes zoster, yang mudah menular melalui droplet atau kontak langsung dengan cairan lepuhan.
  • Cacar air umumnya menyerang anak-anak dengan ruam di seluruh tubuh, sedangkan herpes zoster muncul pada orang dewasa dengan lepuhan menyakitkan di satu sisi tubuh dan tingkat penularan lebih rendah.
  • Setelah sembuh dari cacar air, virus VZV tetap dorman di sistem saraf dan dapat aktif kembali saat imun melemah, memicu herpes zoster pada individu yang pernah terinfeksi sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cacar air bukan penyakit yang asing buat kita. Pasalnya hampir semua orang pernah terkena penyakit ini. Sebagian besar orang terkena dampak ketika masih kecil, tetapi ada juga yang baru sakit cacar air ketika menginjak usia dewasa. Menariknya sekali kamu terkena penyakit cacar air, kamu gak akan terkena penyakit yang sama dua kali.

Cacar air sendiri disebabkan oleh virus varicella-zoster atau VZV. Virus ini tidak hanya menjadi penyebab cacar air, tetapi juga berkembang menjadi penyakit lain yang dikenal dengan nama herpes zoster. Lalu bagaimana satu virus bisa menyebabkan dua penyakit yang berbeda? Berikut penjelasannya!

1. Mengenal virus varicella-zoster dan penularannya

Virus varicella-zoster
ilustrasi virus varicella-zoster (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Disease)

Banyak orang gak asing lagi dengan penyakit cacar air dan herpes zoster, tetapi hanya sedikit yang tahu biang kerok di baliknya. Dilansir Cleveland Clinic, varicella-zoster atau yang disingkat dengan sebutan VZV adalah virus yang bertanggung jawab atas dua penyakit berbeda, yakni cacar air dan herpes zoster. Sama seperti virus lainnya, varicella-zoster juga sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain. Biasanya penularan virus terjadi melalui droplet air yang menyebar di udara ketika seseorang bersin atau batuk.

Cara penularan lainnya adalah kontak langsung dengan cairan yang berasal dari keluhan cacar air. Dibandingkan dengan kelompok lain, anak-anak di bawah 12 tahun adalah yang paling berisiko tertular virus varicella-zoster. Terutama jika mereka belum pernah menderita cacar air atau bahkan belum pernah mendapatkan vaksinasi sebelumnya. Selain anak-anak, orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah seperti penderita HIV/AIDS dan pasien kemoterapi juga memiliki risiko tinggi tertular virus varicella-zoster.

2. Cacar air vs herpes zoster, apa bedanya?

Pasien anak yang terinfeksi cacar air
ilustrasi pasien anak yang terinfeksi cacar air (unsplash.com/Adrian Solomon)

Baik cacar air maupun herpes sama-sama dapat menyebabkan ruam yang terlihat seperti lepuhan pada kulit. Selain itu, keduanya juga disebabkan oleh virus yang sama. Namun meski memiliki kesamaan, keduanya adalah penyakit yang sama sekali berbeda.

Dilansir Mayo Clinic, cacar air adalah penyakit yang menimbulkan ruam kecil dengan lepuhan berisi cairan di seluruh bagian tubuh. Biasanya ruam ini akan muncul antara 10 sampai 21 hari setelah seseorang terpapar virus varicella-zoster, dan berlangsung selama 5-10 hari. Selain ruam, pasien cacar air juga akan merasakan gejala lain sebelum ruam muncul di kulit. Gejalanya sendiri meliputi demam, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, hingga lelah berlebih.

Di sisi lain, herpes zoster adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam menyakitkan pada kulit. Lepuhan herpes zoster hanya muncul di satu sisi tubuh, seringkali berupa garis lepuh tunggal. Gejala lainnya dari penyakit ini adalah nyeri dan gatal pada lepuhan, rasa terbakar, sakit kepala, kesemutan, demam, batuk, dan kelelahan.

Berbeda dengan cacar air yang menular 48 jam sebelum lepuhan muncul, herpes zoster gak menular kecuali pada mereka yang belum pernah terkena cacar air sebelumnya. Kebanyakan korban dari penyakit herpes zoster adalah orang dewasa berusia di atas 50 tahun, sedangkan cacar air paling banyak menyerang anak-anak kecil dengan imunitas rendah atau belum mendapatkan vaksinasi cacar.

3. Jika cacar dan herpes disebabkan oleh virus yang sama, lalu kenapa penyakitnya berbeda?

Orang tua yang sakit herpes zoster
ilustrasi orang tua yang sakit herpes zoster (unsplash.com/Fylkesarkivet i Vestland)

Normalnya satu virus hanya menyebabkan satu penyakit. Namun virus varicella-zoster justru bisa menyebabkan dua penyakit berbeda. Kenapa bisa begitu? Dilansir Cleveland Clinic, jadi saat seseorang terpapar varicella-zoster untuk pertama kalinya, virus tersebut akan menginfeksi saluran pernapasan dan berpindah ke sistem limfatik. Di sana, virus menyebar ke seluruh tubuh hingga kulit dan menyebabkan penyakit cacar air.

Masalahnya adalah, sembuhnya seseorang dari cacar gak berarti virusnya juga ikut hilang. Sebaliknya virus varicella-zoster berpindah ke sistem saraf dan tinggal di kumpulan sistem saraf dorsal root ganglion yang berada di tulang belakang. Di sini, virus varicella-zoster tidak aktif dalam waktu lama sehingga gak menyebabkan gejala atau sakit apa pun. Namun pada beberapa orang tertentu yang memiliki daya tahan tubuh lemah, virus dapat kembali aktif dan menyebabkan penyakit herpes zoster. 

Herpes dan cacar air memang berasal dari virus yang sama, tetapi kedua penyakit ini memiliki sejumlah perbedaan termasuk di penularan, kelompok risiko, hingga gejala. Orang yang terkena cacar air di masa lalu belum tentu akan menderita herpes di masa depan, kecuali sistem kekebalan tubuhnya lemah. Namun mereka yang mengalami herpes zoster pasti pernah terkena cacar air saat masih muda. 

Referensi

“Chickenpox.” Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.

“Chickenpox — Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses pada April 2026.

“Shingles.” Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.

“Shingles (Herpes Zoster).” World Health Organization (WHO). Diakses pada April 2026.

“Varicella-Zoster Virus.” Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.

“Varicella-Zoster Virus Infection.” Medscape. Diakses pada April 2026.

“Varicella-Zoster Virus.” Apollo Hospitals. Diakses pada April 2026.

“Chickenpox vs. Shingles: What’s the Difference?” Healthline. Diakses pada April 2026.

“Is Chickenpox a Form of Herpes? Understanding the Connection.” LIV Hospital. Diakses pada April 2026.

“Is Chickenpox Related to Herpes?” Passport Health USA. Diakses pada April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More