Comscore Tracker

6 Jenis Tes HIV yang Paling Umum, Apa Saja?

Pahami dulu sebelum melakukan tes

Tes HIV atau yang juga disebut skrining HIV adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kamu memiliki human immunodeficiency virus (HIV) di dalam tubuh.

Mengidentifikasi virus dengan cepat dapat membantu kamu segera memulai pengobatan. Dengan begitu, kamu bisa menjadi lebih sehat dan menjalani hidup dengan sebaik mungkin. Pengobatan dini juga membantu menurunkan risiko menularkan HIV ke orang lain.

Tes HIV ada bermacam-macam. Beberapa jenis tes menggunakan darah atau cairan tubuh lainnya untuk mengetahui apakah ada virus di sana. Namun, ada juga tes yang tidak bertujuan untuk melihat virus HIV, melainkan antibodi dalam tubuh. Inilah jenis-jenis tes HIV yang perlu kamu ketahui.

1. Tes darah cepat

6 Jenis Tes HIV yang Paling Umum, Apa Saja?ilustrasi mengambil sampel darah (unsplash.com/Trnava University)

Sama seperti namanya, tes ini dilakukan dengan menggunakan sampel darah dan bisa memberikan hasil dengan cepat. Dilansir WebMD, tes ini dilakukan dengan menggunakan sedikit sampel darah dari ujung jari untuk mencari antibodi HIV.

Meskipun sederhana, tetapi tes ini seakurat tes antibodi asli. Kamu dapat melakukan tes ini di rumah sakit atau membeli kit yang memungkinkan kamu melakukan pengujian di rumah.

2. Tes oral cepat

6 Jenis Tes HIV yang Paling Umum, Apa Saja?ilustrasi tes oral cepat (pexels.com/cottonbro)

Tes ini dapat dilakukan dengan cepat dan mudah ini di rumah. Caranya, gosokkan alat tes di area antara gusi dan gigi untuk mengambil sampel cairan mulut. Nantinya, alat ini akan mendeteksi antibodi terhadap HIV.

Jika kamu sudah memiliki virus untuk sementara waktu, tes oral cepat sangat akurat. Namun, jika infeksi masih baru, tes ini tidak dapat diandalkan.

3. Tes antibodi-antigen HIV (Ab-Ag)

6 Jenis Tes HIV yang Paling Umum, Apa Saja?ilustrasi alat tes antibodi antigen (unsplash.com/Brett Jordan)

Prinsip kerja tes HIV Ab-Ag adalah mendeteksi antibodi terhadap HIV-1 atau HIV-2, serta protein yang disebut p24, dijelaskan laman MedicineNet. Kelebihan tes Ab-Ag adalah mampu mendeteksi infeksi HIV segera setelah paparan.

Tes ini menggunakan reaksi yang dikenal sebagai "chemiluminescence" untuk mendeteksi antibodi dan antigen protein p24. Jadi, jika terdapat antibodi atau antigen, reaksi uji memancarkan cahaya yang tampak pada detektor.

Baca Juga: 7 Masalah Kulit yang Banyak Dialami Orang dengan HIV, Patut Waspada!

4. Tes NAT

6 Jenis Tes HIV yang Paling Umum, Apa Saja?ilustrasi mengambil sampel darah untuk tes NAT (unsplash.com/Hush Naidoo)

Nucleic acid tests (NAT) atau tes asam nukleat bertujuan mencari HIV dalam sampel darah yang diambil dari vena dan diuji di laboratorium. Tes ini juga disebut viral load test.

Diterangkan laman MedlinePlus, tes ini biasanya dapat menemukan infeksi HIV segera setelah 10 hingga 33 hari setelah infeksi. Namun, kebanyakan digunakan untuk memantau pengobatan HIV dan bukan untuk skrining rutin.

5. ELISA

6 Jenis Tes HIV yang Paling Umum, Apa Saja?ilustrasi mengambil sampel darah untuk ELISA (pexels.com/Los Muertos Crew)

Enzym-linked immunosorbent assay (ELISA) adalah jenis tes HIV yang mendeteksi antibodi dan antigen HIV dalam darah. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien yang kemudian dikirim ke laboratorium untuk dianalisis, seperti dilansir Healthline.

Selanjutnya, teknisi laboratorium akan memasukkan sampel ke alat yang mengandung antigen HIV dan antibodi anti-HIV. Proses otomatis akan menambahkan enzim ke perangkat, yang membantu mempercepat reaksi kimia. Apabila darah mengandung antibodi atau antigen HIV, maka darah akan berikatan dengan antigen atau antibodi pada alat.

6. Western blot

6 Jenis Tes HIV yang Paling Umum, Apa Saja?ilustrasi sampel darah untuk tes Western blot (freepik.com/rawpixel.com)

Jika seseorang melakukan tes HIV dan menunjukkan hasil positif, hasil tersebut akan dikonfirmasi ulang menggunakan tes Western blot. Dilansir Stanford Health Care, tes Western blot dilakukan dengan mengambil sedikit sampel darah yang digunakan untuk mendeteksi antibodi HIV, bukan virus HIV itu sendiri. 

Tes ini memisahkan protein darah dan mendeteksi antibodi HIV. Tes ini memiliki tingkat keakuratan 99,9 persen.

Jika kamu curiga telah terinfeksi HIV, melakukan tes adalah satu-satunya cara untuk memastikan kondisimu. Tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan jenis tes HIV yang paling sesuai untukmu.

Baca Juga: Tes HIV: Jenis, Prosedur, Manfaat, Hasil, Kerahasiaan

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya