Comscore Tracker

5 Masalah Kesehatan yang Bisa Menyebabkan Perubahan Kepribadian

Perubahannya bisa terjadi secara ekstrem

Kepribadian dapat berubah secara bertahap sepanjang hidup. Fluktuasi mood dari waktu ke waktu adalah hal yang normal. Namun, perubahan kepribadian yang tidak biasa mungkin merupakan tanda dari adanya masalah kesehatan atau gangguan medis. Perubahan kepribadian ini dapat ditandai dengan perilaku murung, agresif, atau euforia yang tidak seperti biasanya.

Karenanya, jika orang terdekatmu mengalami perubahan kepribadian yang ekstrem, jangan buru-buru disalahkan. Sebab, bisa jadi ia memiliki suatu penyakit dan butuh bantuan. Dirangkum dari Healthline dan WebMD, inilah beberapa penyakit yang dapat menyebabkan perubahan kepribadian.

1. Skizofrenia

5 Masalah Kesehatan yang Bisa Menyebabkan Perubahan Kepribadianunsplash.com/Tina Markova

Skizofrenia adalah kelainan yang biasanya menyerang individu antara usia 16-30 tahun. Kondisi ini dapat mengubah cara seseorang berperilaku atau berpikir. Individu dengan skizofrenia menjadi sulit untuk berpikir jernih, memahami situasi secara efektif, berperilaku seperti biasa dalam situasi sosial, dan membedakan antara apa yang nyata dan tidak. Skizofrenia juga menyebabkan halusinasi.

Perubahan kepribadian yang dialami orang dengan skizofrenia terjadi secara bertahap. Pada tahap awal penyakit, individu mungkin tidak bersosialisasi seperti orang lain. Kemudian, halusinasi dapat membuat individu melakukan hal-hal yang tidak biasa. Orang dengan skizofrenia juga memiliki tindakan yang tidak dapat diprediksi.

2. Penyakit Parkinson

5 Masalah Kesehatan yang Bisa Menyebabkan Perubahan Kepribadianunsplash.com/Antevasin Nguyen
Pada penyakit Parkinson, sel saraf yang bertanggung jawab untuk produksi dopamin di otak secara bertahap rusak atau mati. Ketika produksi dopamin menurun, hal itu menyebabkan aktivitas otak menjadi abnormal yang kemudian memicu gejala seperti tremor, yang umumnya terjadi di tangan; gerakan melambat dan masalah keseimbangan.
 
Pada tahap awal, penyakit Parkinson menyebabkan individu terobsesi dengan hal-hal kecil atau tiba-tiba menjadi ceroboh. Pada tahap selanjutnya, pasien menjadi linglung. Orang dengan penyakit ini tidak bisa terus mempertahankan pikirannya untuk waktu yang lama. Pada akhirnya, penyakitnya itu akan memengaruhi cara individu berjalan, berbicara, atau tidur.

Baca Juga: Punya Teman dengan Gangguan Kepribadian Narsistik, Perlukah Dijauhi?

3. Multiple sclerosis

5 Masalah Kesehatan yang Bisa Menyebabkan Perubahan Kepribadianunsplash.com/National Cancer Institute

Pada multiple sclerosis, sistem imunitas tubuh menyerang saraf yang ada di otak dan tulang belakang. Ini kemudian memicu sejumlah masalah, seperti masalah kandung kemih hingga kesulitan berjalan. Hal ini juga menyebabkan terganggunya komunikasi antara tubuh dan otak.

Gejala multiple sclerosis bervariasi dari orang satu dan lainnya, tetapi sebagian besar meliputi: penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan, serta kelelahan atau kesulitan dalam koordinasi.

Dalam beberapa kasus, pasien merasakan euforia. Perasaan bahagia itu tidak realistis dan tidak sejalan dengan kondisi sebenarnya. Ini terjadi karena gangguan kognitif, bukan perubahan suasana hati. Selain merasakan bahagia, pasien juga bisa menangis histeris tanpa alasan.

4. Post-traumatic stress disorder

5 Masalah Kesehatan yang Bisa Menyebabkan Perubahan Kepribadianunsplash.com/Fernando @cferdo

Post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah gangguan kesehatan mental yang diakibatkan peristiwa traumatis. Peristiwa itu dapat berupa bencana alam, pertempuran militer, kehilangan, kejahatan, atau kekerasan.
 
Respons alami untuk melawan atau lari dari ancaman berubah dan menyebabkan individu dengan PTSD merasa stres atau ketakutan, bahkan saat mereka sebenarnya dalam keadaan aman. PTSD dulu disebut “shell shock” atau “battle fatigue" karena sering menimpa veteran perang. 
 
Menurut National Center for PTSD, diperkirakan sekitar 15 persen veteran Perang Vietnam dan 12 persen veteran Perang Teluk menderita PTSD. Akan tetapi, PTSD bisa terjadi pada siapa saja di segala usia. Ini terjadi sebagai respons terhadap perubahan kimiawi dan saraf di otak setelah terpapar peristiwa yang mengancam.

5. Gangguan bipolar

5 Masalah Kesehatan yang Bisa Menyebabkan Perubahan Kepribadianunsplash.com/Annie Spratt

Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan mood yang ekstrem. Gangguan ini bukanlah kelainan otak yang langka. Menurut data dari National Institute of Mental Health, sebanyak 2,8 persen orang dewasa Amerika Serikat atau sekitar 5 juta orang telah terdiagnosis mengidap gangguan bipolar.

Rata-rata penderita mulai menunjukkan gejala adalah 25 tahun. Kadang, bipolar memicu depresi yang berlangsung setidaknya 2 minggu. 

Orang-orang dengan gangguan bipolar mungkin mengalami kesulitan dalam mengelola tugas kehidupan sehari-hari di sekolah atau tempat kerja, atau menjaga hubungan. Walaupun tidak ada obat untuk penyakit ini, tetapi ada banyak pilihan pengobatan yang tersedia untuk mengelola gejalanya.

Perubahan kepribadian yang disebabkan oleh kondisi medis dapat mereda setelah kondisinya tersebut mendapatkan penanganan. Namun, dalam beberapa kasus, perubahan tersebut tidak akan hilang dengan pengobatan kondisi yang mendasarinya.

Akan tetapi, kondisi kesehatan mental dapat diobati dengan kombinasi obat dan terapi yang mengubah suasana hati. Jika kamu merasakan perubahan dalam kepribadianmu dan khawatir hal ini disebabkan oleh suatu penyakit, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter.

Baca Juga: Berkenalan dengan Siklotimia, Gangguan Suasana Hati Mirip Bipolar 

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya