Comscore Tracker

Kenali Kardiomegali, Pembengkakan Jantung yang Berbahaya

Bisa menyebabkan gagal jantung jika tidak segera diobati

Kardiomegali adalah kondisi ketika jantung mengalami pembesaran atau pembengkakan. Ini bukan penyakit, tetapi merupakan pertanda dari kondisi lain. 

Kondisi tertentu bisa menyebabkan otot jantung menebal atau mengakibatkan salah satu bilik jantung membesar, sehingga membuat jantung jadi membesar. Kardiomegali bisa bersifat sementara atau permanen, tergantung kondisinya.

Beberapa bentuk ringan bisa bersifat sementara dan akan sembuh dengan sendirinya tanpa intervensi. Umumnya kondisi tersebut disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol dan narkotika. Namun, kardiomegali yang ringan bisa jadi parah jika penyebab utamanya tidak diobati.

Sementara itu, untuk kardiomegali yang bersifat permanen, butuh perawatan berkelanjutan untuk mencegah perkembangannya. Bila kondisi yang mendasarinya tidak mendapat penanganan, maka kondisi jantung akan memburuk. Kasus kardiomegali yang lebih parah bisa memengaruhi aktivitas harian, seperti berolahraga dan bekerja.

Berikut ini adalah fakta-fakta seputar kardiomegali yang penting untuk diketahui. Simak sampai habis, ya!

1. Penyakit jantung iskemik dan tekanan darah tinggi merupakan penyebab paling umum kardiomegali

Kenali Kardiomegali, Pembengkakan Jantung yang BerbahayaAnatomi jantung. freepik.com/brgfx

Jantung yang membengkak bisa disebabkan oleh kondisi yang memaksa jantung memompa darah lebih keras dari biasanya, atau yang merusak otot jantung. Jantung terkadang bisa menjadi lebih besar dan lebih lemah karena alasan yang tidak diketahui. Kondisi ini dikenal dengan kardiomegali idiopatik. 

Melansir Healthline, penyebab paling umum dari pembesaran jantung yaitu penyakit jantung iskemik dan tekanan darah tinggi.

Penyakit jantung iskemik terjadi saat arteri menyempit, yang disebabkan oleh timbunan lemak yang menumpuk di arteri, mencegah darah masuk ke jantung. Selain itu, memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg berisiko lebih besar untuk mengalami pembengkakan jantung.

Melansir Mayo Clinic dan Healthline, kondisi lain yang bisa menyebabkan pembesaran jantung termasuk:

  • Penyakit katup jantung: empat katup di jantung manusia menjaga aliran darah ke arah yang benar. Jika katup rusak karena kondisi seperti demam reumatik, infeksi (endokarditis infeksi), gangguan jaringan ikat detak jantung tidak teratur (fibrilasi atrium), cacat jantung, pengobatan tertentu, atau pengobatan radiasi untuk kanker, maka jantung bisa membesar.
  • Kardiomiopati: penyakit jantung ini membuat jantung lebih sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Seiring perkembangannya, jantung kemungkinan akan membesar untuk mencoba memompa lebih banyak darah.
  • Serangan jantung: selama serangan jantung, aliran darah ke bagian jantung diblokir sepenuhnya. Kekurangan darah yang kaya akan oksigen bisa merusak otot jantung.
  • Tekanan darah tinggi di arteri yang menghubungkan jantung dan paru-paru (hipertensi pulmonal): jantung kemungkinan perlu memompa darah lebih keras untuk memindahkan darah antara paru-paru dan jantung. Akibatnya, sisi jantung dapat membesar.
  • Cairan di sekitar jantung (efusi perikardial): akumulasi cairan di kantung yang berisi jantung, bisa menyebabkan jantung tampak membesar pada foto rontgen dada.
  • Arteri yang tersumbat di jantung (penyakit arteri koroner): pada kondisi ini, plak lemak di arteri jantung menghalangi aliran darah melalui pembuluh jantung, yang bisa mengakibatkan serangan jantung. Saat satu bagian otot jantung mati, maka jantung harus memompa lebih keras untuk mendapatkan darah yang cukup ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkannya jadi membesar.
  • Jumlah sel darah merah rendah (anemia): anemia merupakan suatu kondisi tidak adanya cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke jaringan. Anemia kronis yang tidak mendapat pengobatan bisa menyebabkan detak jantung yang cepat atau tidak teratur, sehingga menyebabkan jantung harus memompa lebih banyak darah untuk menutupi kekurangan oksigen dalam darah.
  • Penyakit tiroid: kelenjar tiroid memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Baik produksi berlebih (hipertiroidisme) maupun produksi yang kurang ( hipotiroidisme), hormon-hormon ini bisa memengaruhi detak jantung, ukuran jantung, dan tekanan darah.
  • Zat besi yang berlebihan di dalam tubuh (hemokromatosis ): merupakan kelainan saat tubuh tidak bisa memetabolisme zat besi dengan benar, sehingga menyebabkannya menumpuk di berbagai organ, termasuk jantung. Kondisi ini bisa menyebabkan ventrikel kiri membesar akibat melemahnya otot.
  • Penyakit langka yang bisa memengaruhi jantung seperti amiloidosis: adalah kondisi saat protein abnormal beredar di dalam darah dan bisa disimpan di dalam jantung, sehingga mengganggu fungsi jantung dan membuatnya membesar.
  • Irama jantung yang tidak teratur (aritmia): jika seseorang memiliki detak jantung tidak teratur, alih-alih berdetak seperti pola lub-dub yang biasa, jantung berdebar atau berdetak terlalu lambat atau cepat. Irama jantung yang tidak teratur bisa menyebabkan cadangan darah di jantung yang nantinya akan merusak otot.
  • Kondisi bawaan: kardiomegali kongenital merupakan kelainan jantung yang dialami sejak lahir. Cacat jantung bawaan yang menyebabkan gejala ini yaitu: cacat septum atrium (lubang di dinding yang memisahkan dua ruang atas jantung), koarktasio aorta (penyempitan aorta, arteri utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh), patent ductus arteriosus (sebuah lubang di aorta), anomali Ebstein (masalah pada katup yang memisahkan dua bilik kanan jantung, dan tetralogy of Fallot (kombinasi cacat lahir yang mengganggu aliran normal darah melalui jantung).

Jantung yang membesar juga bisa terjadi karena penyebab lainnya, seperti:

  • Penyakit paru-paru, termasuk penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Miokarditis
  • Penyakit jaringan ikat seperti skleroderma
  • Penggunaan narkoba dan alkohol
  • Riwayat keluarga dengan pembesaran jantung atau kardiomiopati

2. Sesak napas dan pembengkakan pada kaki merupakan gejala umum kardiomegali

Kenali Kardiomegali, Pembengkakan Jantung yang Berbahayafreepik.com/freepik

Jantung yang membesar terkadang tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, beberapa gejala bisa muncul, seperti:

  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Irama jantung yang tidak teratur (aritmia)
  • Bengkak di kaki dan pergelangan kaki yang disebabkan oleh penumpukan cairan (edema)

Gejala yang menandakan kondisi darurat medis meliputi:

  • Nyeri dada
  • Kesulitan mengatur napas
  • Nyeri di lengan, punggung, leher, atau rahang
  • Pingsan

Baca Juga: Perhatikan! Ini 8 Tanda Jantung Kamu Bermasalah

3. Kardiomegali bisa menyebabkan gagal jantung, gumpalan darah, hingga henti jantung dan kematian mendadak

Kenali Kardiomegali, Pembengkakan Jantung yang BerbahayaIlustrasi pingsan akibat henti jantung. freepik.com/freepik

Risiko komplikasi dari jantung yang membesar tergantung pada bagian jantung yang membesar dan penyebabnya. Melansir Mayo Clinic, komplikasi yang bisa terjadi di antaranya:

  • Gagal jantung: ventrikel kiri yang membesar merupakan salah satu jenis pembesaran jantung yang paling serius, yang bisa meningkatkan risiko gagal jantung. Pada kondisi tersebut, otot jantung melemah dan ventrikel meregang (melebar) hingga jantung tidak bisa memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh.
  • Gumpalan darah: jantung yang membesar bisa membuat seseorang lebih rentan untuk mengalami gumpalan darah di lapisan jantung. Jika gumpalan masuk ke aliran darah, maka itu bisa menghalangi aliran darah ke organ vital, dan parahnya lagi bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke. Gumpalan yang berkembang pada sisi kanan jantung bisa menyebar ke paru-paru, yang merupakan kondisi berbahaya yang disebut dengan emboli paru.
  • Murmur jantung: pada jantung yang membesar, dua dari empat katup jantung, yaitu katup mitral dan trikuspid, kemungkinan tidak menutup dengan benar karena membesar, sehingga menyebabkan aliran balik darah. Aliran ini menciptakan suara yang disebut dengan murmur jantung. Meski belum pasti berbahaya, tetapi kondisi ini harus mendapat pengawasan dokter.
  • Henti jantung dan kematian mendadak: jantung yang membesar kadang bisa menyebabkan gangguan pada detak jantung. Irama yang terlalu lambat untuk memindahkan darah atau terlalu cepat untuk memungkinkan jantung berdetak dengan baik, bisa menyebabkan pingsan. Bahkan dalam beberapa kasus, bisa terjadi serangan jantung atau kematian mendadak.

4. Diagnosis kardiomegali

Kenali Kardiomegali, Pembengkakan Jantung yang BerbahayaIlustrasi konsultasi dokter (IDN Times/Mardya Shakti)

Dalam proses diagnosis kardiomegali, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan gejala yang dialami pasien. Sejumlah tes berbeda bisa memeriksa struktur dan fungsi jantung.

Sinar-X dada kemungkinan akan diujikan pertama kali oleh dokter, karena bisa menunjukkan kondisi jantung. Melansir Healthline, tes yang bisa membantu dokter untuk menemukan penyebab pembesaran jantung yaitu:

  • Ekokardiogram (EKG): menggunakan gelombang suara untuk mencari masalah dengan bilik jantung.
  • Elektrokardiogram: memantau aktivitas listrik di jantung. Selain itu, juga bisa diagnosis irama jantung dan iskemia yang tidak teratur.
  • Tes darah: memeriksa zat dalam darah yang diproduksi oleh kondisi yang menyebabkan jantung membengkak seperti penyakit tiroid.
  • Sebuah tes stres: melibatkan berjalan di treadmill atau mengayuh sepeda stasioner sementara irama jantung dan pernapasan monitor. Ini bisa menunjukkan seberapa keras jantung bekerja selama berolahraga,
  • CT scan: menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar detail jantung dan struktur lain di dada pasien. Ini bisa membantu mendiagnosis penyakit katup atau peradangan.
  • MRI: menggunakan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk menghasilkan gambar jantung pasien.

Jantung terkadang juga bisa membesar saat mendekati waktu melahirkan. Jenis kardiomegali ini disebut dengan kardiomiopati peripartum. Selama kehamilan, dokter bisa menggunakan tes yang disebut dengan ekokardiogram janin, untuk mendiagnosis kelainan jantung pada bayi yang belum lahir.

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar jantung bayi. Dokter kemungkinan akan merekomendasikan tes ini jika pasien memiliki riwayat keluarga kardiomegali atau kelainan jantung, atau jika bayi pasien memiliki kelainan genetik seperti sindrom Down.

5. Perawatan dan penanganan kardiomegali

Kenali Kardiomegali, Pembengkakan Jantung yang BerbahayaIlustrasi Obat-Obatan (IDN Times/Mardya Shakti)

Setelah kardiomegali terdiagnosis, dokter akan segera menangani kondisi yang menyebabkan jantung pasien membesar. Melansir Healthline, pengobatan yang kemungkinan akan diresepkan dokter yaitu:

  • Tekanan darah tinggi: penghambat ACE, penghambat reseptor angiotensin (ARB), dan penghambat beta.
  • Detak jantung tidak teratur: obat anti aritmia, alat pacu jantung, dan implan cardioverter-defibrillator (ICD).
  • Masalah katup jantung: operasi untuk memperbaiki atau mengganti katup yang rusak.
  • Arteri koroner menyempit: intervensi koroner perkutan, pencangkokan bypass arteri koroner (CABG), dan nitrat.
  • Gagal jantung: diuretik, beta-blocker, inotropik, dan pada sebagian kecil pasien menggunakan alat bantu ventrikel kiri (LVAD).

Prosedur lain bisa memperbaiki kelainan jantung bawaan. Jika pasien mencoba beberapa perawatan tetapi berhasil, pasien kemungkinan membutuhkan transplantasi jantung.

6. Pencegahan kardiomegali

Kenali Kardiomegali, Pembengkakan Jantung yang Berbahayafreepik.com/schantalao

Ada kondisi yang membuat kardiomegali tidak bisa dicegah. Namun, sebagian besar orang bisa mencegah kerusakan pada jantung yang bisa membuatnya membesar, yaitu dengan cara:

  • Makan makanan yang menyehatkan jantung seperti buah-buahan, sayuran, daging unggas tanpa lemak, ikan, produk susu rendah lemak, dan biji-bijian
  • Membatasi konsumsi garam, lemak jenuh, dan lemak trans
  • Rutin latihan aerobik dan latihan kekuatan
  • Menghindari tembakau dan rokok
  • Memeriksa tekanan darah dan kadar kolesterol secara teratur, dan bekerja sama dengan dokter untuk menurunkannya jika tinggi

Itulah deretan fakta seputar kardiomegali, pembengkakan jantung yang berbahaya jika tidak segera diobati. Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala-gejalanya, agar bisa segera mendapat perawatan yang tepat. Agar kondisi jantung tidak semakin memburuk karena kondisi ini, terapkan gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan yang baik untuk jantung.

Baca Juga: 7 Hal yang Paling Berbahaya bagi Jantung Perempuan, Yuk Hindari!

Eliza ustman Photo Verified Writer Eliza ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya