Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Benarkah Setelah Makan Daging Tidak Boleh Minum Teh?
ilustrasi makan daging kurban (freepik.com/johnstocker)

  • Minum teh langsung setelah makan daging bisa menghambat penyerapan zat besi karena kandungan tanin sehingga disarankan memberi jeda.

  • Beberapa makanan seperti buah citrus, makanan pedas, produk susu, sayuran hijau, dan gorengan sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan teh.

  • Saat Idul Adha, disarankan membatasi porsi daging, memilih cara masak sehat seperti merebus atau memanggang, serta menambah sayur dan vitamin C untuk bantu penyerapan nutrisi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat makan daging, banyak orang memilih minum teh hangat untuk membantu menghilangkan rasa enek dan membuat tubuh terasa nyaman. Apalagi kebiasaan ini sudah cukup umum dilakukan, terutama saat momen makan besar seperti Idul Adha. Namun, di balik kebiasaan tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait penyerapan nutrisi dalam tubuh.

Benarkah setelah makan daging tidak boleh minum teh? Teh diketahui mengandung senyawa tertentu yang bisa memengaruhi penyerapan zat besi dari daging jika dikonsumsi terlalu dekat waktunya. Supaya tidak salah paham dan tahu cara konsumsi lebih tepat, simak penjelasan lengkapnya berikut.

1. Benarkah setelah makan daging tidak boleh minum teh?

Minum teh setelah makan daging sebenarnya bukan sepenuhnya “dilarang”. Namun, ada alasan kenapa kebiasaan ini sering tidak dianjurkan. Daging, terutama daging merah, mengandung zat besi yang penting untuk pembentukan sel darah merah dan menjaga energi tubuh. Nah, teh memiliki kandungan tanin yang bisa menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh.

Jadi, ketika kamu langsung minum teh setelah makan daging, sebagian zat besi dari makanan tersebut bisa jadi tidak terserap secara optimal. Hal serupa juga bisa terjadi pada kopi, bahkan produk susu tertentu yang dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi zat besi.

Meski begitu, kamu tetap boleh minum teh asalkan memberi jeda waktu. Ahli gizi Sandra Moñino menyarankan jeda sekitar 2 jam setelah makan sebelum mengonsumsi teh atau kopi, terutama jika sedang membutuhkan asupan zat besi lebih banyak, seperti saat anemia atau mudah lemas. Dengan memberi jarak waktu, tubuh punya kesempatan menyerap nutrisi dari makanan terlebih dahulu.

2. Makanan lain yang tidak boleh dimakan bersama teh

ilustrasi es teh (pexels.com/Leah Newhouse)

Teh memang jadi minuman favorit banyak orang untuk menemani makan atau camilan, tetapi ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengannya. Berikut beberapa makanan yang sebaiknya tidak dimakan bersama teh beserta alasannya.

  • Buah citrus

Buah seperti jeruk, lemon, dan grapefruit memiliki sifat asam yang cukup tinggi. Saat dikonsumsi bersama teh, kombinasi ini bisa meningkatkan kadar asam di lambung dan memicu rasa tidak nyaman, perut perih, atau acid reflux pada sebagian orang.

  • Makanan pedas

Makanan pedas dapat mengiritasi dinding lambung dan meningkatkan produksi asam lambung. Jika dipadukan dengan teh atau kopi yang juga bersifat asam, risiko heartburn atau sensasi panas di perut bisa menjadi lebih besar.

  • Produk susu

Susu, keju, atau krimer kadang kurang cocok dikonsumsi bersamaan dengan teh tertentu. Kandungan asam pada teh dapat membuat produk susu menggumpal di lambung sehingga memicu rasa begah atau gangguan pencernaan, terutama pada orang yang sensitif terhadap laktosa.

  • Sayuran hijau

Bayam, kale, dan brokoli mengandung oksalat yang dapat mengikat mineral seperti zat besi dan kalsium. Sementara itu, teh juga bisa menghambat penyerapan zat besi. Jika dikonsumsi bersamaan, tubuh mungkin tidak menyerap nutrisi penting secara maksimal.

  • Makanan manis dan pastry

Minum teh sambil makan kue atau pastry memang terasa nikmat, tetapi terlalu banyak gula bisa membuat kadar gula darah naik dengan cepat lalu turun drastis. Akibatnya, tubuh justru jadi lebih mudah lemas setelah efek kafein menghilang.

  • Makanan tinggi protein

Telur, daging, dan kacang-kacangan termasuk makanan tinggi protein yang bisa memengaruhi penyerapan kafein dalam tubuh. Hal ini dapat membuat efek stimulan dari teh terasa kurang maksimal, terutama jika kamu minum teh untuk membantu tubuh lebih segar.

  • Minuman bersoda

Minuman bersoda memiliki kandungan gas dan asam yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi bersama teh, kombinasi ini bisa membuat perut terasa kembung, tidak nyaman, atau memicu gangguan pencernaan.

  • Makanan berminyak dan gorengan

Gorengan dan makanan tinggi lemak cenderung lebih lama dicerna tubuh. Ketika dipadukan dengan teh, beberapa orang bisa merasa begah, mual, atau tidak nyaman di perut karena produksi asam lambung meningkat.

3. Tips aman konsumsi daging saat Idul Adha

Saat Idul Adha, konsumsi daging biasanya meningkat drastis karena stok daging kurban melimpah di rumah. Namun, kalau dikonsumsi berlebihan atau diolah dengan cara yang kurang tepat, daging bisa memicu masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, gangguan pencernaan, hingga peningkatan risiko penyakit metabolik. Supaya tetap bisa menikmati hidangan khas Idul Adha dengan aman, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Batasi porsi daging yang dikonsumsi

Banyak orang kalap makan daging saat Idul Adha, terutama bagian jeroan yang tinggi kolesterol. Padahal konsumsi daging merah tetap perlu dibatasi agar tubuh tidak bekerja terlalu berat. Porsi ideal daging merah matang sekitar 50—70 gram per makan dan sebaiknya tidak berlebihan dalam 1 hari.

  • Pilih cara memasak yang lebih sehat

Cara mengolah daging sangat memengaruhi kandungan lemak dan senyawa berbahaya di dalamnya. Memasak dengan suhu terlalu tinggi seperti membakar sampai gosong atau menggoreng berlebihan bisa menghasilkan zat yang kurang baik untuk tubuh. Sebagai alternatif, kamu bisa merebus, mengukus, atau memanggang daging secukupnya agar nutrisinya tetap terjaga.

  • Perbanyak makan sayur dan buah

Daging sebaiknya dikonsumsi bersama makanan tinggi serat seperti sayur dan buah. Serat membantu menjaga pencernaan, mengontrol kolesterol, dan membuat tubuh terasa lebih seimbang setelah makan banyak daging. Sayuran seperti brokoli, kol, kembang kol, dan wortel juga mengandung vitamin serta antioksidan yang baik untuk kesehatan.

  • Tambahkan sumber vitamin C

Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dari daging dengan lebih optimal. Kamu bisa menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis pada olahan daging, atau mengonsumsi buah segar setelah makan. Cara sederhana ini juga bisa membuat rasa hidangan jadi lebih segar.

  • Kurangi penggunaan santan dan bumbu tinggi gula

Olahan daging bersantan memang menggugah selera, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan asupan lemak jenuh. Selain itu, pilih saus atau kondimen dengan kandungan gula rendah agar hidangan tetap lebih sehat untuk tubuh.

Jadi, benarkah setelah makan daging tidak boleh minum teh berkaitan dengan penyerapan zat besi dalam tubuh. Kalau kamu ingin tetap menikmati teh setelah makan, jangan lupa beri jeda waktu agar manfaat gizinya tidak berkurang, ya.

FAQ seputar benarkah setelah makan daging tidak boleh minum teh

Kenapa setelah makan daging tidak dianjurkan minum teh?

Karena teh mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari daging di dalam tubuh.

Berapa jeda ideal minum teh setelah makan daging?

Idealnya beri jeda sekitar 1–2 jam agar nutrisi dari daging terserap lebih optimal.

Apa minuman terbaik setelah makan daging?

Air putih atau minuman tinggi vitamin C seperti jus jeruk lebih disarankan karena membantu penyerapan zat besi.

Referensi

"Nutritionist Issues Warning to Anyone Who Drinks Coffee After Eating Meat". Gloucestershire Live. Diakses Mei 2026.
"UNAIR Nutrition Expert Offers Practical Advice For Eating Meat Safely During Eid al-Adha". UNAIR. Diakses Mei 2026.
"8 Foods to Avoid Pairing with Tea or Coffee". Times of India. Diakses Mei 2026.

Editorial Team

Related Article