ilustrasi overdosis obat (pexels.com/Kevin Bidwell)
Orang yang mengalami overdosis opioid mungkin sulit dibangunkan, bernapas lambat atau dangkal, mengeluarkan suara seperti tersedak atau mendengkur, dan pupilnya sangat kecil.
Jika itu terjadi, segera hubungi layanan gawat darurat setempat. Berikan nalokson jika tersedia, baringkan orang tersebut miring, dan tetap dampingi sampai bantuan datang. Nalokson dapat membalikkan efek overdosis opioid, termasuk fentanyl, tetapi pertolongan medis tetap diperlukan.
Fentanyl dapat berperan penting dalam perawatan nyeri ketika diresepkan dan dipantau dengan tepat. Namun, kekuatannya membuat penggunaan tanpa resep, berbagi obat, atau mengubah cara pemakaian menjadi berbahaya. Jika seseorang memakai fentanyl resep, perubahan dosis atau penghentian obat sebaiknya dibicarakan dengan dokter.
Referensi
Carlos A. Valdez, Roald N. Leif, and Brian P. Mayer, “An Efficient, Optimized Synthesis of Fentanyl and Related Analogs,” PLOS ONE 9, no. 9 (2014): e108250, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0108250.
T. H. Stanley, “The History and Development of the Fentanyl Series,” Journal of Pain and Symptom Management 7, no. 3, suppl. (1992): S3–S7, https://doi.org/10.1016/0885-3924(92)90047-L.
Centers for Disease Control and Prevention, “Fentanyl Facts,” diakses September 2026.
DailyMed, “Fentanyl Transdermal System,” diakses September 2026.
U.S. Drug Enforcement Administration, “Fentanyl,” diakses September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Fentanyl Facts," diakses September 2026.
U.S. National Library of Medicine, “Fentanyl: Drug Information,” MedlinePlus, diakses September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “5 Things to Know About Naloxone,” diakses September 2026.