Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Fakta Vape Nikotin yang Dikaitkan dengan Suara Selena Gomez

4 min read
3 Fakta Vape Nikotin yang Dikaitkan dengan Suara Selena Gomez
ilustrasi vape (unsplash.com/Vaporesso)
  • Selena Gomez mengaku penggunaan vape nikotin berlebihan memengaruhi suaranya dan membuatnya sulit berhenti, sambil mengingatkan pengikutnya agar tidak memulai kebiasaan tersebut.
  • Studi menunjukkan aerosol vape berpotensi memicu peradangan, kekeringan, dan kerusakan jaringan pita suara serta meningkatkan keluhan gangguan suara dan batuk, meski bukti masih terbatas.
  • Aerosol vape dapat mengiritasi tenggorokan dan saluran pernapasan; nikotin bersifat adiktif, sehingga pengguna dapat mengalami keinginan kuat serta gejala putus nikotin saat berhenti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selena Gomez baru-baru ini mengungkapkan bahwa kebiasaannya menggunakan vape nikotin telah memengaruhi suaranya. Dalam unggahan Instagram Story pada Minggu (18/10/2026), penyanyi sekaligus aktris tersebut mengaku pernah menggunakan vape nikotin dalam jumlah banyak dan merasa kesulitan untuk berhenti. Ia juga mengingatkan pengikutnya agar tidak memulai kebiasaan tersebut karena menurutnya, dampaknya tidak sebanding dengan sensasi yang diperoleh.

Pengakuan Selena kembali menyoroti risiko penggunaan vape nikotin yang kerap dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Padahal, aerosol vape dapat mengandung nikotin yang bersifat adiktif serta zat lain yang berpotensi membahayakan kesehatan. Lantas, apa saja fakta tentang vape nikotin dan dampaknya bagi tubuh? Yuk, simak lebih lanjut di bawah ini!

  1. 1. Vape nikotin bisa memengaruhi kualitas suara

    ilustrasi bernyanyi
    ilustrasi bernyanyi (pexels.com/Nano Erdozain)

    Selena Gomez mengungkapkan bahwa kebiasaannya menggunakan vape nikotin membuat suaranya mengalami perubahan. Meski begitu, perubahan suara tidak bisa langsung dipastikan disebabkan oleh vape karena ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi pita suara. Pita suara merupakan jaringan di dalam laring yang bergetar ketika udara melewatinya sehingga menghasilkan suara.

    Saat seseorang menggunakan vape, aerosol yang dihirup dapat bersentuhan langsung dengan jaringan di tenggorokan dan pita suara. Berdasarkan studi yang terbit dalam Journal of Voice pada 2025, penggunaan rokok elektronik berpotensi memicu peradangan dan kekeringan pada jaringan pita suara yang dapat mengganggu kualitas suara. Studi tersebut merupakan tinjauan terhadap 20 artikel ilmiah, tetapi para peneliti menekankan bahwa bukti yang tersedia masih terbatas dan membutuhkan penelitian lebih lanjut. Selain itu, menurut studi yang terbit dalam jurnal The Laryngoscope pada 2025, pengguna vape harian melaporkan lebih banyak gejala gangguan suara dan batuk dibandingkan orang yang tidak menggunakan vape.

    Penelitian lain yang diterbitkan dalam Disease Models & Mechanisms pada 2022 juga menemukan bahwa paparan ekstrak aerosol vape dapat merusak sel-sel jaringan pelapis pita suara dalam model jaringan manusia. Temuan-temuan tersebut menunjukkan adanya potensi risiko bagi kesehatan suara, tetapi belum membuktikan bahwa nikotin saja menjadi penyebabnya karena aerosol vape juga mengandung berbagai zat lain.

  2. 2. Kandungan vape nikotin bisa mengiritasi tenggorokan

    ilustrasi sakit tenggorokan
    ilustrasi sakit tenggorokan (unsplash.com/Kira Severinova)

    Beberapa zat yang ada di dalam vape nikotin bisa mengiritasi tenggorokan. Saat digunakan, vape nikotin menghasilkan aerosol yang dihirup dan bersentuhan langsung dengan jaringan di tenggorokan serta saluran pernapasan. Berdasarkan studi yang dirangkum oleh National Health and Medical Research Council (NHMRC) Australia pada 2022, penggunaan vape yang mengandung nikotin kemungkinan bisa menyebabkan efek samping berupa iritasi tenggorokan dan batuk.

    Iritasi tersebut tidak selalu disebabkan oleh nikotin saja karena aerosol vape juga mengandung bahan lain yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Selain itu, penggunaan vape nikotin dapat menimbulkan keluhan seperti tenggorokan terasa kering dan tidak nyaman. Itulah kenapa, vape nikotin tidak bisa dianggap aman bagi kesehatan tenggorokan meskipun tidak menghasilkan asap dari pembakaran tembakau seperti rokok konvensional.

  3. 3. Nikotin bersifat adiktif dan membuat pengguna sulit berhenti

    ilustrasi vape
    ilustrasi vape (unsplash.com/Romain B)

    Nikotin merupakan zat adiktif yang dapat membuat pengguna vape sulit menghentikan kebiasaannya. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penggunaan vape yang mengandung nikotin dapat menyebabkan ketergantungan karena nikotin memengaruhi sistem penghargaan di otak. Ketika seseorang terbiasa menggunakan vape nikotin, ia bisa mengalami keinginan kuat untuk terus menggunakannya.

    Saat mencoba berhenti, pengguna juga dapat mengalami gejala putus nikotin (withdrawal), seperti mudah marah, gelisah, sulit tidur, dan kesulitan berkonsentrasi. Gejala tersebut dapat membuat proses berhenti terasa tidak nyaman dan meningkatkan keinginan untuk kembali menggunakan vape nikotin. Karena itu, ketergantungan nikotin bukan sekadar masalah kebiasaan, melainkan kondisi yang dapat membuat seseorang membutuhkan dukungan untuk berhenti.

    Pengakuan Selena Gomez tentang perubahan suaranya kembali menyoroti risiko penggunaan vape nikotin bagi kesehatan. Meski perubahan suara tidak bisa langsung dipastikan disebabkan oleh vape, paparan aerosolnya berpotensi mengiritasi tenggorokan dan mengganggu fungsi pita suara. Selain itu, kandungan nikotin yang bersifat adiktif dapat membuat pengguna kesulitan berhenti, sehingga penting untuk memahami risikonya sebelum mencoba.

    Referensi:

    “Selena Gomez says vaping is the reason her voice is different. What do doctors say?” TODAY.com, 2026. Diakses pada Oktober 2026.

    “Effects of E-Cigarette Use on Voice: An Integrative Literature Review.” Journal of Voice, 2025. Diakses pada Oktober 2026.

    “Effects of Daily Electronic Cigarette Use on the Vocal Mechanism: A Multimodality Study.” The Laryngoscope, 2025. Diakses pada Oktober 2026.

    “Exposure to E-Cigarette Vapor Extract Induces Vocal Fold Epithelial Injury and Triggers Intense Mucosal Remodeling.” Disease Models & Mechanisms, 2022. Diakses pada Oktober 2026.

    “2022 NHMRC CEO Statement on Electronic Cigarettes.” National Health and Medical Research Council (NHMRC), 2022. Diakses pada Oktober 2026.

    “Vaping and Quitting.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 2024. Diakses pada Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More