Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemasan Rokok Polos dan Vape Bantu Orang Berhenti?

Kemasan Rokok Polos dan Vape Bantu Orang Berhenti?
ilustrasi kemasan rokok polos (magnific.com/vectorpocket)
Intinya Sih
  • Kemasan polos membuat rokok kurang menarik dan peringatan kesehatan lebih menonjol. Efek ini dapat mendorong sebagian perokok memikirkan atau mencoba berhenti.

  • Dampaknya terhadap keberhasilan berhenti merokok terlihat positif, tetapi cenderung kecil dan hasil penelitian tingkat populasi belum sepenuhnya konsisten.

  • Untuk vape, bukti saat ini lebih kuat dalam hal mengurangi daya tarik bagi remaja, bukan membantu pengguna berhenti merokok atau berhenti menggunakan nikotin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pada sebungkus rokok, warna, logo, bentuk tulisan, dan nama varian dapat membuat produk terlihat lebih modern, premium, atau seolah lebih ringan. Bungkus tersebut juga terus terlihat setiap kali seseorang mengambil rokok.

Kemasan rokok polos adalah upaya menghilangkan fungsi iklan itu. Logo dan gambar merek dihilangkan, warna serta bentuk kemasan diseragamkan, sedangkan nama merek ditulis menggunakan huruf standar. Peringatan kesehatan dan informasi wajib ditampilkan.

Namun, apakah tampilan yang dibuat tidak menarik dapat mengatasi ketergantungan nikotin?

1. Kemasan polos menghilangkan daya tarik

Tujuan utama kemasan polos adalah mengubah lingkungan visual di sekitar kebiasaan merokok.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kemasan polos dirancang untuk mengurangi daya tarik produk, mencegah kemasan memberi kesan menyesatkan tentang tingkat bahaya, dan meningkatkan efektivitas peringatan kesehatan. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pengendalian tembakau yang lebih luas, bukan sebagai kebijakan tunggal.

Tinjauan terhadap 51 penelitian menemukan hasil paling konsisten pada tiga hal:

  • Produk dianggap kurang menarik.
  • Peringatan kesehatan mendapat lebih banyak perhatian.
  • Persepsi mengenai bahaya rokok menjadi lebih kuat.

Tinjauan tersebut juga menyimpulkan bahwa kemasan terstandar mungkin menurunkan prevalensi merokok, tetapi kepastian bukti untuk hasil tersebut masih terbatas.

Sebuah penelitian awal setelah penerapan kemasan polos di Australia menemukan bahwa perokok yang menggunakan bungkus polos lebih sering menilai rokoknya kurang memuaskan dan berkualitas lebih rendah. Mereka juga lebih sering memikirkan bahaya merokok serta menunjukkan dorongan yang lebih besar untuk berhenti.

Akan tetapi, berpikir untuk berhenti belum tentu berakhir dengan berhenti dalam jangka panjang. Ketergantungan nikotin tetap dapat menimbulkan keinginan kuat untuk merokok, sulit berkonsentrasi, mudah marah, atau gangguan tidur ketika seseorang mencoba berhenti.

2. Ada dampak positif, tetapi besarnya tidak selalu sama

Ilustrasi berhenti merokok.
ilustrasi berhenti merokok (IDN Times/NRF)

Australia menjadi negara pertama yang menerapkan kemasan polos secara nasional pada tahun 2012. Analisis yang dilakukan untuk pemerintah Australia memperkirakan prevalensi merokok selama 34 bulan setelah penerapan kebijakan sekitar 0,55 poin persentase lebih rendah daripada perkiraan tanpa perubahan kemasan.

Bukan berarti jumlah perokok turun 55 persen. Jika prevalensi awalnya 15 persen, penurunan 0,55 poin persentase berarti angkanya menjadi sekitar 14,45 persen.

Terlihat kecil, tetapi dampaknya bisa berarti banyak orang pada tingkat populasi. Namun, analisis tersebut menilai kemasan polos bersama peringatan kesehatan bergambar yang diperbesar. Pada saat yang sama, ada juga perubahan harga, kampanye kesehatan, dan kebijakan tembakau lainnya. Pengaruh setiap kebijakan sulit dipisahkan.

Hasil dari negara lain juga tidak selalu sama. Analisis deret waktu di Inggris yang melibatkan lebih dari 257 ribu responden tidak menemukan perubahan bermakna pada rata-rata jumlah rokok yang diisap setelah kemasan terstandar diterapkan. Setelah faktor lain diperhitungkan, bukti penurunan merokok yang besar pada kelompok usia 16–24 tahun juga tidak terlihat jelas.

Apakah artinya gagal? Belum tentu. Kebijakan tersebut mungkin lebih kuat dalam mencegah seseorang mulai merokok, mengurangi keterikatan dengan merek, atau memicu percobaan berhenti daripada secara langsung mengubah jumlah rokok yang dikonsumsi setiap hari.

Bagaimana dengan kemasan polos vape?

Bukti tentang kemasan vape jauh lebih terbatas. Sebagian besar penelitian belum mengukur apakah kemasan polos meningkatkan keberhasilan berhenti merokok atau membuat pengguna berhenti menggunakan vape.

Sebuah penelitian di Britania Raya melibatkan 2.469 remaja dan 12.046 orang dewasa. Sebanyak 35,8 persen remaja yang melihat vape dalam kemasan hijau terstandar menyatakan tidak tertarik mencobanya, dibanding 28,7 persen yang melihat kemasan bermerek. Di kalangan orang dewasa, kemasan tersebut tidak terlihat menurunkan ketertarikan untuk mencoba vape secara konsisten.

Hasil itu menunjukkan kemasan polos berpotensi mengurangi daya tarik vape bagi anak muda tanpa otomatis menghalangi ketertarikan orang dewasa. Namun, penelitian hanya menilai minat terhadap gambar produk, bukan penggunaan di dunia nyata atau keberhasilan berhenti merokok.

Jadi, belum bisa disimpulkan bahwa kemasan polos vape membantu seseorang berhenti merokok. Manfaat yang paling didukung saat ini adalah mengurangi penggunaan kemasan sebagai sarana pemasaran kepada anak dan remaja.

3. Kemasan dapat menjadi pemicu, tetapi tetap butuh strategi

Bagi seseorang yang sudah ingin berhenti, peringatan pada kemasan dapat menjadi pengingat untuk bertindak. Namun, peluang tersebut perlu diubah menjadi rencana yang lebih konkret.

Lakukan langkah-langkah ini:

  • Tentukan tanggal berhenti dalam satu atau dua minggu.
  • Kenali waktu yang paling sering memicu keinginan merokok, seperti setelah makan, saat minum kopi, atau ketika stres.
  • Singkirkan rokok, vape, asbak, dan pemantik dari rumah serta kendaraan.
  • Beri tahu orang terdekat agar mereka tidak menawarkan rokok.
  • Siapkan respons ketika keinginan muncul, misalnya berjalan sebentar, minum air, atau menghubungi seseorang.
  • Cari dukungan tenaga kesehatan jika pernah gagal berhenti atau mengalami ketergantungan berat.

WHO merekomendasikan dukungan perilaku, seperti konseling singkat, konseling individual atau kelompok, layanan telepon, serta intervensi digital.

Pilihan obat yang direkomendasikan untuk orang dewasa mencakup terapi pengganti nikotin, vareniklin, bupropion, dan sitisin. Ketersediaan serta kesesuaiannya berbeda pada setiap orang sehingga perlu dibicarakan dengan dokter atau apoteker.

Kembali merokok setelah sempat berhenti juga bukan berarti seluruh usaha gagal. Ketergantungan nikotin sering butuh beberapa percobaan. Yang terpenting adalah mengenali pemicunya, memperbaiki rencana, dan kembali mencoba dengan dukungan yang lebih kuat.

Aturan kemasan polos dapat membantu, terutama dengan membuat produk kurang menarik, memperjelas pesan kesehatan, dan mendorong sebagian orang mempertimbangkan untuk berhenti. Namun, dampaknya terhadap keberhasilan berhenti merokok cenderung terbatas jika tidak diiringi kebijakan lain dan akses terhadap layanan berhenti merokok.

Untuk vape, bukti yang ada belum menunjukkan bahwa kemasan polos membantu orang berhenti merokok atau berhenti menggunakan nikotin. Manfaat yang paling jelas sejauh ini adalah mengurangi daya tarik visual produk bagi remaja.

Referensi

World Health Organization, "Plain Packaging of Tobacco Products: Evidence, Design and Implementation," diakses Juli 2026.

Ann McNeill, Shannon Gravely, Sara C. Hitchman, Linda Bauld, David Hammond, and Geoffrey T. Fong, “Tobacco Packaging Design for Reducing Tobacco Use,” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 4 (2017): CD011244, https://doi.org/10.1002/14651858.CD011244.pub2.

Melanie A. Wakefield et al., “Introduction Effects of the Australian Plain Packaging Policy on Adult Smokers: A Cross-Sectional Study,” BMJ Open 3, no. 7 (2013): e003175, https://doi.org/10.1136/bmjopen-2013-003175.

Tasneem Chipty, Study of the Impact of the Tobacco Plain Packaging Measure on Smoking Prevalence in Australia (Canberra: Australian Government Department of Health, 2016), diakses Juli 2026.

Vera H. Buss et al., “Impact of Standardised Packaging of Tobacco Products Regulations on Cigarette Consumption and Youth Smoking in England: Interrupted Time-Series Analysis,” Tobacco Control 34, no. 5 (2025): 632–38, https://doi.org/10.1136/tc-2023-058560.

Eve Taylor et al., “Association of Fully Branded and Standardized E-Cigarette Packaging with Interest in Trying Products among Youths and Adults in Great Britain,” JAMA Network Open 6, no. 3 (2023): e231799, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2023.1799.

World Health Organization, "WHO Clinical Treatment Guideline for Tobacco Cessation in Adults," diakses Juli 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More