ilustrasi vape (unsplash.com/Romain B)
Nikotin merupakan zat adiktif yang dapat membuat pengguna vape sulit menghentikan kebiasaannya. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penggunaan vape yang mengandung nikotin dapat menyebabkan ketergantungan karena nikotin memengaruhi sistem penghargaan di otak. Ketika seseorang terbiasa menggunakan vape nikotin, ia bisa mengalami keinginan kuat untuk terus menggunakannya.
Saat mencoba berhenti, pengguna juga dapat mengalami gejala putus nikotin (withdrawal), seperti mudah marah, gelisah, sulit tidur, dan kesulitan berkonsentrasi. Gejala tersebut dapat membuat proses berhenti terasa tidak nyaman dan meningkatkan keinginan untuk kembali menggunakan vape nikotin. Karena itu, ketergantungan nikotin bukan sekadar masalah kebiasaan, melainkan kondisi yang dapat membuat seseorang membutuhkan dukungan untuk berhenti.
Pengakuan Selena Gomez tentang perubahan suaranya kembali menyoroti risiko penggunaan vape nikotin bagi kesehatan. Meski perubahan suara tidak bisa langsung dipastikan disebabkan oleh vape, paparan aerosolnya berpotensi mengiritasi tenggorokan dan mengganggu fungsi pita suara. Selain itu, kandungan nikotin yang bersifat adiktif dapat membuat pengguna kesulitan berhenti, sehingga penting untuk memahami risikonya sebelum mencoba.
Referensi:
“Selena Gomez says vaping is the reason her voice is different. What do doctors say?” TODAY.com, 2026. Diakses pada Oktober 2026.
“Effects of E-Cigarette Use on Voice: An Integrative Literature Review.” Journal of Voice, 2025. Diakses pada Oktober 2026.
“Effects of Daily Electronic Cigarette Use on the Vocal Mechanism: A Multimodality Study.” The Laryngoscope, 2025. Diakses pada Oktober 2026.
“Exposure to E-Cigarette Vapor Extract Induces Vocal Fold Epithelial Injury and Triggers Intense Mucosal Remodeling.” Disease Models & Mechanisms, 2022. Diakses pada Oktober 2026.
“2022 NHMRC CEO Statement on Electronic Cigarettes.” National Health and Medical Research Council (NHMRC), 2022. Diakses pada Oktober 2026.
“Vaping and Quitting.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 2024. Diakses pada Oktober 2026.