Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gejala Awal Kanker Ginjal, Kenali sebelum Terlambat

Gejala Awal Kanker Ginjal, Kenali sebelum Terlambat
gambar ginjal di dalam tubuh manusia (unsplash.com/Julien Tromeur)
Share Article

Selama ini kita sering mendengar kanker yang menyerang organ seperti otak, atau hati. Kanker lain yang gak kalah populer adalah leukimia atau kanker darah. Namun tahukah kamu bahwa sebenarnya kanker bisa tumbuh di mana saja, termasuk organ penting lain seperti ginjal. Dilansir WebMd, ginjal adalah dua organ berbentuk seperti kacang seukuran sekepalan tangan. Terletak di perut, organ satu ini ukurannya memang kecil. Namun jangan salah, meski kecil, ginjal memiliki tugas super penting di dalam tubuh yaitu membersihkan darah, menghilangkan limbah, hingga menghasilkan urine.

Kanker ginjal sendiri terjadi ketika sel-sel ginjal mengalami mutasi. Sel-sel yang mengalami mutasi ini kemudian tumbuh dengan cepat dan gak terkendali hingga akhirnya membentuk tumor. Kanker ginjal sama seperti kanker lainnya memang sangat berbahaya. Kabar baiknya, sebagian besar kasus kanker ginjal terdeteksi sejak dini sehingga bisa cepat diobati. Namun untuk bisa mawas terhadap kemungkinan kanker ginjal, pertama-tama kita harus lebih dulu mengetahui gejala awal kanker ginjal. Jadi apa aja gejalanya? 

1. Kanker ginjal lebih umum menyerang laki-laki

Seorang pria tua berjanggut
gambar seorang pria tua berjanggut (unsplash.com/Jorg Karg)

Sama seperti kanker lainnya, para ahli belum bisa menyimpulkan kenapa sel-sel tubuh bisa mengalami mutasi dan berubah menjadi kanker. Meski begitu dilansir Cleveland Clinic, beberapa kelompok dengan kebiasaan atau kondisi tertentu diyakini memiliki risiko yang lebih tinggi dari yang lainnya. Mereka adalah perokok, orang dengan berat badan berlebih atau obesitas, pengguna obat pereda nyeri dalam jangka waktu lama, memiliki tekanan darah tinggi, riwayat keluarga dengan penyakit yang sama, hingga memiliki penyakit ginjal stadium lanjut.

Selain beberapa orang di atas, laki-laki terutama mereka yang berusia 65-74 memiliki risiko dua kali lebih besar terkena penyakit kanker ginjal. Terakhir, mereka yang memiliki kondisi genetik tertentu seperti penyakit von Hippel-Lindau juga memiliki risiko besar terkena tumor yang berakhir menjadi kanker ginjal.

2. Apa gejala awal kanker ginjal?

Seorang pria tertidur kelelahan di meja
gambar seorang pria tertidur kelelahan di meja (unsplash.com/Chroki Chi)

Berbeda dengan penyakit lain yang menimbulkan berbagai gejala, kebanyakan kasus kanker ginjal jarang menimbulkan gejala apapun. Biasanya keberadaan kanker ginjal diketahui secara gak sengaja setelah melakukan pemeriksaan untuk kondisi lain. Dalam beberapa kasus, gejala baru terlihat ketika tumor sudah tumbuh atau sudah menyebar ke luar ginjal.

Dilansir Medical News Today, gejalanya meliputi darah dalam urine yang membuat cairan tersebut tampak berwarna merah muda atau merah, nyeri di salah satu sisi punggung bawah atau samping yang gak kunjung sembuh, munculnya benjolan di sisi atau punggung bawah, kelelahan bahkan setelah beristirahat, penurunan berat badan tanpa alasan jelas, demam yang terus kambuh, pembengkakan pada pergelangan kaki atau tungkai, hingga keringat malam yang berlebihan. Selain itu kanker ginjal yang sudah menyebar ke bagian tubuh lain juga dapat menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk berdarah, hingga nyeri tulang.

3. Diperlukan pemeriksaan menyeluruh dan tes untuk mendiagnosis kanker ginjal

Sample darah pasien
gambar sample darah pasien (unsplash.com/Akram Huseyn)

Kanker ginjal merupakan kondisi serius. Meski kamu sudah mengalami beberapa gejalanya, penyakit ini jelas gak bisa didiagnosis sendiri. Pemeriksaan medis di rumah sakit menjadi satu-satunya cara untuk memastikan apakah seseorang terkena kanker ginjal atau gak. Dilansir National Kidney Foundation, di rumah sakit, dokter akan menanyakan sejumlah gejala dan riwayat kesehatan serta keluarga.

Selain itu, terdapat beberapa tes yang perlu dilakukan untuk mendapatkan diagnosis yang pasti. Tesnya meliputi:

  • Tes urine untuk memeriksa keberadaan darah atau sel-sel abnormal. 
  • Tes darah lengkap untuk mengukur kreatinin dan penanda lain yang menunjukkan seberapa baik fungsi ginjal. Selain itu, tes darah juga dapat mendeteksi perubahan kadar sel darah merah serta sel darah putih yang bisa menjadi pertanda adanya tumor di dalam tubuh.
  • Pemeriksaan pencitraan seperti MRI, USG, atau CT Scan menggunakan sinar-X untuk mendapatkan serangkaian gambar detail ginjal dan mendeteksi keberadaan tumor.
  • Terakhir, dokter juga akan melakukan biopsi menggunakan jarum kecil untuk mengambil Sempel jaringan ginjal. Sampel kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop oleh seorang ahli patologi untuk mencari tanda-tanda kanker.

Kanker ginjal memang merupakan penyakit yang berbahaya. Namun kemampuan penyakit ini untuk tumbuh secara diam-diam tanpa gejala justru merupakan salah satu yang cukup mengkhawatirkan. Hal ini juga menjadi pelajaran buat kita, untuk selalu aware dengan kesehatan tubuh sendiri dan berhenti mengabaikan gejala kecil yang muncul. Pasalnya penyakit serius justru dimulai dari gejala yang sering dianggap sepele.

Referensi

“Kidney Cancer: Overview.” Cleveland Clinic. Diakses Juni 2026.

“Understanding Kidney Cancer.” WebMD. Diakses Juni 2026.

“Kidney Cancer.” National Kidney Foundation. Diakses Juni 2026.

“Kidney Cancer - Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Juni 2026.

“Can Kidney Stones Cause Cancer?” Medical News Today. Diakses Juni 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More

Small Penis Syndrome: Gejala, Penyebab, Pengobatan

22 Jun 2026, 22:16 WIBHealth