- Lansia yang kemampuan mengatur cairan tubuhnya sudah menurun.
- Anak-anak yang lebih mudah mengalami dehidrasi.
- Pekerja luar ruangan seperti petani, nelayan, buruh bangunan dan kurir.
- Atlet atau orang yang berolahraga berat di cuaca panas.
- Orang dengan penyakit ginjal kronis, diabetes, atau tekanan darah tinggi.
Apakah Cuaca Panas Bisa Merusak Ginjal?

Cuaca panas dapat memicu dehidrasi yang membuat ginjal bekerja lebih keras, menurunkan aliran darah dan oksigen ke organ tersebut, serta meningkatkan risiko cedera ginjal akut.
Paparan panas berulang dan siklus dehidrasi jangka panjang bisa menyebabkan peradangan, fibrosis, hingga penyakit ginjal kronis, terutama pada pekerja luar ruangan di daerah beriklim tropis.
Menjaga hidrasi, menghindari aktivitas berat saat suhu tinggi, serta mengenali tanda dehidrasi menjadi langkah penting untuk melindungi fungsi ginjal di tengah meningkatnya suhu global.
Selain bikin cepat capek dan malas gerak, cuaca panas juga berdampak pada kesehatan organ, termasuk ginjal. Ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak keringat untuk menjaga suhu tetap normal. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, seseorang dapat mengalami dehidrasi yang memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan panas yang berkepanjangan, terutama jika disertai dehidrasi atau aktivitas fisik berat, dapat meningkatkan risiko cedera ginjal akut atau gagal ginjal akut. Bahkan, paparan panas yang berulang diduga ikut berperan dalam berkembangnya penyakit ginjal kronis pada sebagian kelompok pekerja di daerah beriklim panas.
Table of Content
Cuaca panas memengaruhi ginjal
Ginjal berfungsi menyaring limbah dari darah sekaligus menjaga keseimbangan cairan tubuh. Saat cuaca panas, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Jika asupan cairan tidak mencukupi, volume darah yang mengalir ke ginjal berkurang sehingga organ tersebut lebih sedikit menerima pasokan darah dan oksigen. Dalam kondisi ini, ginjal akan memekatkan urine untuk menghemat cairan. Jika terus berlangsung, ini dapat meningkatkan tekanan pada jaringan ginjal dan memicu kerusakan.
Para ahli menyebut dehidrasi sebagai salah satu faktor utama yang menghubungkan cuaca panas dengan kerusakan ginjal. Hipertermia atau peningkatan suhu tubuh yang berlebihan juga memperbesar risiko cedera ginjal akut, terutama pada orang yang bekerja atau berolahraga di bawah terik matahari.
Heat stroke merupakan kondisi yang lebih serius, ketika suhu tubuh mencapai sekitar 40 derajat Celsius atau lebih. Ini adalah kondisi gawat darurat yang dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ, termasuk ginjal, hati, dan otak. Kerusakan terjadi akibat kombinasi suhu tubuh yang sangat tinggi, gangguan sirkulasi darah, serta proses peradangan yang meluas.
Kemungkinan karena paparan yang berulang

Paparan panas yang terjadi berulang kali juga diduga dapat menyebabkan kerusakan ginjal jangka panjang. Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa siklus dehidrasi dan paparan panas yang terus-menerus dapat memicu peradangan, fibrosis dan kerusakan pada tubulus ginjal.
Fenomena ini menjadi perhatian di berbagai negara beriklim tropis dan subtropis, terutama pada pekerja lapangan seperti petani, buruh konstruksi, atau pekerja tambang yang terpapar panas selama berjam-jam setiap hari.
Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa suhu lingkungan yang lebih tinggi berkaitan dengan penurunan fungsi ginjal yang lebih cepat pada pasien yang sudah memiliki penyakit ginjal kronis.
Cara melindungi ginjal
Risiko kerusakan ginjal akibat cuaca panas lebih tinggi pada beberapa kelompok, seperti:
Beberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kesehatan ginjal ketika suhu udara sedang tinggi, di antaranya:
- Minum air putih secara cukup sebelum merasa haus.
- Hindari aktivitas fisik berat pada siang hari ketika suhu sedang sangat panas.
- Istirahat di tempat teduh atau berpendingin bila bekerja di luar ruangan.
- Segera mengganti cairan tubuh yang hilang setelah berkeringat banyak.
- Mengenali tanda dehidrasi seperti urine berwarna gelap, pusing, lemas, dan mulut kering.
Cuaca panas memang dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal, terutama jika menyebabkan dehidrasi, hipertermia, atau heatstroke. Risiko tersebut semakin besar pada orang yang terpapar panas dalam waktu lama atau memiliki penyakit ginjal sebelumnya.
Menjaga hidrasi dan menghindari paparan panas berlebihan menjadi langkah penting untuk melindungi fungsi ginjal, terutama di tengah meningkatnya suhu akibat perubahan iklim.
Referensi
"New Study: Heat Waves from Climate Change Pushing Kidney Patients to ER". National Kidney Foundation. Diakses Juni 2026.
Glaser, Jason, Jay Lemery, Balaji Rajagopalan, Henry F. Diaz, Ramón García-Trabanino, Gangadhar Taduri, Magdalena Madero, et al. “Climate Change and the Emergent Epidemic of CKD from Heat Stress in Rural Communities: The Case for Heat Stress Nephropathy.” Clinical Journal of the American Society of Nephrology 11, no. 8 (May 5, 2016): 1472–83.
Chapman, Christopher L., Blair D. Johnson, Nicole T. Vargas, David Hostler, Mark D. Parker, and Zachary J. Schlader. “Both Hyperthermia and Dehydration during Physical Work in the Heat Contribute to the Risk of Acute Kidney Injury.” Journal of Applied Physiology 128, no. 4 (February 20, 2020): 715–28.
Chapman, Christopher L., Hayden W. Hess, Rebekah A.I. Lucas, Jason Glaser, Rajiv Saran, Jennifer Bragg-Gresham, David H. Wegman, Erik Hansson, Christopher T. Minson, and Zachary J. Schlader. “Occupational Heat Exposure and the Risk of Chronic Kidney Disease of Nontraditional Origin in the United States.” American Journal of Physiology-Regulatory, Integrative and Comparative Physiology 321, no. 2 (June 23, 2021): R141–51.
Zhang, Zhiyan, Hiddo J L Heerspink, Glenn M Chertow, Ricardo Correa-Rotter, Antonio Gasparrini, Niels Jongs, Anna Maria Langkilde, et al. “Ambient Heat Exposure and Kidney Function in Patients with Chronic Kidney Disease: A Post-Hoc Analysis of the DAPA-CKD Trial.” The Lancet Planetary Health 8, no. 4 (April 1, 2024): e225–33.
Zhang, Dingshun, Jie Zhu, Zixin Wang, and Zhifeng Liu. “Pathogenesis and Therapeutic Strategy of Heat Stroke-Induced Acute Kidney Injury.” International Immunopharmacology 160 (May 31, 2025): 114969.







![[QUIZ] Seberapa Tajam Matamu? Cek dengan Tebak Karakter Upin & Ipin Berikut](https://image.idntimes.com/post/20250526/image-15-38aaa07364b27568f6d9ac02c74958a2.jpg)

![[QUIZ] Bisakah Kamu Mengenali Tanda Depresi pada Orang Terdekat?](https://image.idntimes.com/post/20260207/pexels-liza-summer-6383164-1_1d664b73-962c-456c-b634-3a2c9b7c92de.jpg)

![[QUIZ] Dari Cara Kamu Olahraga, Ini Tipe Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20260103/1000316220_a9a91192-e18a-4d4c-8e9b-46e3a4657574.jpg)


![[QUIZ] Kuis Kehamilan: Seberapa Paham Kamu soal Trimester Pertama?](https://image.idntimes.com/post/20240404/ilustrasi-ibu-hamil-3-439ba35c2eddc3609f4199c00217243d.png)



