Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Waspadai, Ini 10 Gejala Leukemia yang Sering Terabaikan
ilustrasi lelah terus-menerus (pexels.com/phuong nguyen)
  • Gejala leukemia muncul karena sel abnormal mengganggu produksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

  • Tanda yang umum meliputi mudah lelah, demam berulang, infeksi, pucat, mudah memar, dan perdarahan.

  • Gejala leukemia tidak khas dan tidak bisa digunakan untuk memastikan diagnosis tanpa pemeriksaan darah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Leukemia tidak selalu menunjukkan gejala yang langsung mengarah pada kanker. Pada awalnya, bisa tampak seperti infeksi biasa, kelelahan, atau tubuh yang belum pulih sepenuhnya.

Leukemia adalah kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah, terutama sumsum tulang. Ketika sel darah abnormal berkembang terlalu banyak, ruang untuk memproduksi sel darah sehat menjadi berkurang. Akibatnya, tubuh dapat kekurangan sel darah merah, sel darah putih yang berfungsi normal, dan trombosit.

Jenis leukemia juga memengaruhi pola gejalanya. Leukemia akut biasanya berkembang lebih cepat, sedangkan leukemia kronis dapat menimbulkan keluhan yang lebih samar atau bahkan ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan darah rutin.

Berikut sejumlah gejala yang dapat muncul:

1. Mudah lelah dan tubuh terasa lemah

Kekurangan sel darah merah atau anemia dapat membuat seseorang cepat lelah, lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi.

2. Kulit terlihat lebih pucat

Jumlah sel darah merah yang rendah dapat membuat wajah, telapak tangan, atau bagian dalam kelopak mata tampak lebih pucat dari biasanya.

3. Demam atau berkeringat pada malam hari

ilustrasi demam pada malam hari (pexels.com/cottonbro studio)

Sel darah putih yang abnormal tidak bekerja efektif melawan infeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan demam berulang atau infeksi yang lebih sering.

4. Mudah mengalami memar atau perdarahan

Kekurangan trombosit dapat menyebabkan memar muncul tanpa benturan yang jelas, mimisan berulang, gusi berdarah, atau perdarahan yang sulit berhenti.

5. Bintik merah atau ungu kecil pada kulit

Bintik yang disebut petechiae dapat muncul akibat perdarahan kecil di bawah kulit. Bintik ini biasanya tidak memudar ketika ditekan.

6. Sesak napas

Anemia dapat mengurangi kemampuan darah membawa oksigen. Akibatnya, seseorang bisa merasa sesak, terutama saat beraktivitas.

7. Berat badan turun tanpa direncanakan

ilustrasi penurunan berat badan (pexels.com/Annushka Ahuja)

Penurunan berat badan dapat disertai berkurangnya nafsu makan, keringat malam, atau rasa tidak enak badan yang menetap.

8. Nyeri tulang atau sendi

Penumpukan sel leukemia di sumsum tulang dapat menimbulkan rasa nyeri pada tulang atau persendian.

9. Pembengkakan kelenjar getah bening

Benjolan yang tidak nyeri dapat muncul di leher, ketiak, atau lipat paha.

10. Perut terasa penuh atau membesar

Leukemia dapat menyebabkan pembesaran limpa atau hati. Keluhannya bisa berupa rasa penuh, tidak nyaman, atau nyeri di bagian kiri atas perut, terutama di bawah tulang rusuk.

Gejalanya tidak selalu berarti leukemia

ilustrasi pasien kanker didampingi oleh dokter dan caregiver (IDN Times/NRF)

Keluhan seperti demam, lelah, memar, atau berat badan turun dapat disebabkan banyak kondisi lain. Karena itu, gejala tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami leukemia.

Studi berbasis rekam medis terhadap 4.655 orang dewasa menemukan bahwa gejala yang paling berkaitan dengan leukemia akut adalah mimisan atau gusi berdarah, demam, dan kelelahan. Pada leukemia kronis, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, dan mudah memar lebih sering ditemukan. Namun, tidak ada satu gejala maupun kombinasi gejala yang dapat memastikan diagnosis.

Pemeriksaan biasanya dimulai dengan hitung darah lengkap untuk melihat jumlah dan bentuk sel darah. Jika ditemukan kelainan, dokter dapat melanjutkan pemeriksaan dengan apusan darah, pemeriksaan sumsum tulang, atau tes khusus lain sesuai kebutuhan.

Segera temui dokter apabila mengalami demam berulang, kelelahan menetap, infeksi sering kambuh, atau memar dan perdarahan muncul tanpa sebab yang jelas. Pemeriksaan lebih awal membantu dokter menentukan penyebab gejala dan langkah penanganan yang tepat.

Referensi

National Cancer Institute, “Acute Myeloid Leukemia Treatment (PDQ®)–Patient Version,” diakses September 2026.

National Cancer Institute, “Physical Exam,” SEER Training Modules, diakses September 2026.

Elizabeth A. Shephard et al., “Symptoms of Adult Chronic and Acute Leukaemia before Diagnosis: Large Primary Care Case-Control Studies Using Electronic Records,” British Journal of General Practice 66, no. 644 (2016): e171–e181, https://doi.org/10.3399/bjgp16X683989.

National Cancer Institute, “Acute Myeloid Leukemia Treatment (PDQ®)–Patient Version,” diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article