Studi STEP UP yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology pada 2025, sebanyak 1.407 orang dengan obesitas tanpa diabetes mendapat semaglutide injeksi seminggu sekali pada dosis 7,2 mg, 2,4 mg, atau plasebo.
Setelah 72 minggu, rata-rata berat badan turun:
18,7 persen dengan semaglutide 7,2 mg.
15,6 persen dengan semaglutide 2,4 mg.
3,9 persen dengan plasebo.
Dosis injeksi 7,2 mg tersebut kemudian disetujui FDA pada Maret 2026 untuk pengelolaan berat badan pada kelompok dewasa tertentu.
Sementara itu, studi OASIS 4 menguji semaglutide oral 25 mg sekali sehari pada 307 orang dengan overweight atau obesitas tanpa diabetes. Setelah 64 minggu, rata-rata penurunan berat badan mencapai 13,6 persen, dibandingkan 2,2 persen pada kelompok plasebo.
Sekilas, injeksi terlihat lebih unggul. Namun, STEP UP dan OASIS 4 bukan penelitian yang membandingkan tablet dan suntikan secara langsung.
Peserta, durasi penelitian, dosis, dan rancangan studinya berbeda. Bahkan komentar ilmiah yang menyertai OASIS 4 menekankan bahwa tidak adanya kelompok pembanding aktif membuat efektivitas oral 25 mg tidak bisa langsung dibandingkan dengan semaglutide injeksi 2,4 mg.