Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “BPOM Dorong Akses Terapi Inovatif untuk Penanganan Penyakit Metabolik dengan Zat Aktif Tirzepatide.” 4 Juli 2026.
BPOM. “Persetujuan Tirzepatide sebagai Terapi DM Tipe 2.” 5 Juni 2026.
U.S. Food and Drug Administration. "Mounjaro (tirzepatide) Injection, for Subcutaneous Use: Prescribing Information." Diakses Juli 2026.
Jastreboff, Ania M., Louis J. Aronne, Nadia N. Ahmad, et al. “Tirzepatide Once Weekly for the Treatment of Obesity.” New England Journal of Medicine 387, no. 3 (2022): 205–216.
Tirzepatide Hadir di Indonesia, Buat Siapa Saja?

BPOM telah menerbitkan izin edar tirzepatide untuk diabetes melitus tipe 2 pada Februari 2026 dan tambahan indikasi manajemen berat badan pada Juli 2026.
Tirzepatide bekerja pada reseptor GIP dan GLP-1, yang membantu mengatur gula darah, insulin, rasa kenyang, dan pengosongan lambung.
Obat ini bukan jalan pintas untuk menurunkan berat badan; penggunaannya tetap perlu resep, evaluasi dokter, perubahan gaya hidup, dan pemantauan efek samping.
Obat untuk diabetes dan obesitas terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Selain menurunkan gula darah dan berat badan, terapi penyakit metabolik kini makin diarahkan untuk membantu pasien mengendalikan risiko jangka panjang, seperti komplikasi jantung, gangguan ginjal, perlemakan hati, sleep apnea, hingga kualitas hidup yang menurun.
Di Indonesia, pilihan terapi itu bertambah dengan hadirnya obat berbahan aktif tirzepatide. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) menyampaikan bahwa tirzepatide telah memperoleh izin edar pada Februari 2026 untuk terapi diabetes melitus tipe 2, lalu mendapat tambahan indikasi pada Juli 2026 untuk manajemen berat badan.
Peluncuran produk dengan zat aktif ini dilakukan pada 4 Juli 2026 oleh PT Anugerah Pharmindo Lestari.
Table of Content
1. Tirzepatide menambah pilihan terapi diabetes tipe 2 dan obesitas
Diabetes tipe 2 dan obesitas sering berjalan beriringan. Keduanya sama-sama berkaitan dengan resistansi insulin, peradangan kronis, gangguan metabolisme, dan peningkatan risiko penyakit kronis lain. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya dengan mengurangi makan atau minum obat penurun gula darah.
BPOM menempatkan tirzepatide sebagai salah satu terapi inovatif untuk pengelolaan diabetes melitus tipe 2 dan manajemen berat badan. Sebelum tirzepatide, BPOM juga telah menerbitkan izin edar untuk obat sejenis dengan indikasi serupa, seperti semaglutide dan liraglutide.
Namun, penting untuk dipahami bahwa tambahan pilihan terapi bukan berarti semua orang dengan berat badan berlebih otomatis perlu obat ini. Obesitas dan diabetes tetap perlu ditangani secara menyeluruh, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, tidur, kondisi mental, penyakit penyerta, hingga obat yang sesuai dengan kondisi pasien.
2. Cara kerjanya meniru sinyal hormon di tubuh

Tirzepatide bekerja sebagai agonis reseptor GIP dan GLP-1. Keduanya adalah hormon inkretin yang secara alami diproduksi di usus dan berperan dalam pengaturan gula darah setelah makan.
Dalam label FDA (BPOM Amerika Serikat) untuk tirzepatide, obat ini dijelaskan sebagai agonis reseptor GIP dan GLP-1 yang diberikan lewat suntikan subkutan sekali seminggu sebagai tambahan diet dan olahraga untuk membantu kontrol gula darah pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2.
Secara sederhana, tirzepatide membantu tubuh meningkatkan sekresi insulin ketika gula darah naik, menekan hormon glukagon, meningkatkan sensitivitas insulin, serta memperlambat pengosongan lambung. Efek terakhir ini ikut berperan dalam rasa kenyang dan penurunan asupan makan.
Bukti klinis juga menunjukkan efeknya pada berat badan. Dalam uji klinis SURMOUNT-1 yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, tirzepatide dosis 5 mg, 10 mg, dan 15 mg sekali seminggu selama 72 minggu menghasilkan penurunan berat badan yang bermakna dan berkelanjutan pada peserta dengan obesitas.
3. Tetap harus dipakai dengan resep dan pemantauan dokter
Meski terdengar menjanjikan, tetapi tirzepatide bukan obat pelangsing bebas pakai. Obat ini perlu digunakan dengan resep dan pengawasan dokter, terutama karena efeknya tidak hanya pada berat badan, tetapi juga gula darah, saluran cerna, dan obat lain yang mungkin sedang dikonsumsi pasien.
Tirzepatide dapat menyebabkan efek samping saluran cerna seperti mual, muntah, dan diare; kondisi ini bisa memicu dehidrasi dan berisiko memperburuk fungsi ginjal pada sebagian orang.
Obat ini juga tidak direkomendasikan pada pasien dengan penyakit saluran cerna berat, termasuk gastroparesis berat.
Selain itu, ada peringatan terkait pankreatitis, gangguan kandung empedu, hipoglikemia jika digunakan bersama insulin atau sulfonilurea, serta kontraindikasi pada orang dengan riwayat pribadi atau keluarga medullary thyroid carcinoma atau MEN 2.
BPOM menyatakan produk obat yang beredar di Indonesia telah melalui evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu, termasuk standar praktik laboratorium, klinik, dan manufaktur yang baik. Setelah izin edar diberikan, keamanan obat tetap dipantau melalui farmakovigilans.
Tirzepatide menambah pilihan baru dalam pengelolaan diabetes tipe 2 dan obesitas di Indonesia. Namun, obat ini bukan cara instan menurunkan berat badan. Manfaat terbaiknya justru muncul ketika digunakan pada pasien yang tepat, dengan diagnosis yang jelas, pemantauan medis, dan perubahan gaya hidup yang tetap menjadi fondasi utama.
Referensi






![[QUIZ] Jam Lari Kamu Bisa Menunjukkan Karakter Kamu lho!](https://image.idntimes.com/post/20211018/healthy-young-asian-runner-woman-warm-up-body-stretching-before-exercise-f86cce9f67ab87e1f2714ff01fb5315e-ac9dc8ae0dc9088384b5ca1785f74038.jpg)


![[QUIZ] Dari Alasan Kamu Lari, Kami Bisa Tebak Hubunganmu dengan Tubuh](https://image.idntimes.com/post/20251121/upload_81a60b88dc2c9a6ab5a899c8eea95094_8e0ad0d8-4b7d-4012-89fe-cd0cdcfe0bb1.jpg)


![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Alasan Sebenarnya Kamu Sering Skip Lari](https://image.idntimes.com/post/20250526/screenshot-2025-05-26-202731-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-7422b41e54400dd88dbc0d0b616d345d.png)

![[QUIZ] Gaya Larimu Bisa Ungkap Cara Kamu Menghadapi Hidup](https://image.idntimes.com/post/20241226/pexels-ketut-subiyanto-5037354-c6e430ffa2ab45408b74e54c6f8d59e3.jpg)

![[QUIZ] Bisakah Kamu Mengenali Tanda Depresi pada Orang Terdekat?](https://image.idntimes.com/post/20260207/pexels-liza-summer-6383164-1_1d664b73-962c-456c-b634-3a2c9b7c92de.jpg)

