Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perbedaan Tirzepatide dan Semaglutide dalam Menurunkan Berat Badan

Perbedaan Tirzepatide dan Semaglutide dalam Menurunkan Berat Badan
ilustrasi penggunaan tirzepatide dan semaglutide (IDN Times/Novaya Siantita)
Intinya Sih
  • Tirzepatide dan semaglutide sama-sama obat resep untuk manajemen berat badan, tetapi mekanisme kerjanya berbeda.

  • Dalam uji klinis langsung, tirzepatide menurunkan berat badan lebih besar dibanding semaglutide pada orang dewasa dengan obesitas tanpa diabetes.

  • Keduanya bukan obat kurus instan. Penggunaanya harus dipantau dokter, serta rencana pengaturan makan, aktivitas fisik, dan pemantauan efek samping.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Dalam beberapa tahun terakhir pengobatan berbasis GLP‑1 (misalnya semaglutide, tirzepatide) mengubah pengobatan obesitas dengan penurunan berat badan yang substansial dan bukti klinis kuat

Dulu, menurunkan berat badan sering dianggap hanya soal niat, disiplin, atau menahan lapar. Sekarang, makin jelas bahwa obesitas adalah kondisi kronis yang dipengaruhi hormon, metabolisme, otak, lingkungan makan, tidur, aktivitas fisik, genetik, dan kondisi kesehatan lain.

Tirzepatide dan semaglutide sama-sama bisa menurunkan nafsu makan, dan sama-sama digunakan bersama perubahan gaya hidup. Padahal, keduanya tidak persis sama.

Di Amerika Serikat (AS), tirzepatide dengan merek Zepbound disetujui oleh BPOM AS untuk manajemen berat badan kronis pada orang dewasa dengan obesitas atau overweight dengan setidaknya satu kondisi terkait berat badan, digunakan bersama diet rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik. Di Indonesia, tirzepatide telah mendapat izin edar BPOM sebagai terapi untuk diabetes tipe 2.

Untuk semaglutide, merek Wegovy digunakan untuk manajemen berat badan, sedangkan Ozempic untuk manajemen diabetes tipe 2.

Baik tirzepatide maupun semaglutide bukan obat yang boleh digunakan mandiri tanpa evaluasi medis dan pantauan dokter.

Berikut ini perbedaan tirzepatide dan semaglutide dalam membantu menurunkan berat badan.

Table of Content

1. Cara kerjanya berbeda

1. Cara kerjanya berbeda

Semaglutide adalah agonis reseptor GLP-1. Obat ini meniru kerja hormon GLP-1, yang membantu mengatur gula darah, memperlambat pengosongan lambung, dan memberi sinyal kenyang ke otak. Efeknya nafsu makan turun, porsi makan lebih mudah berkurang, dan akhirnya berat badan turun.

Tirzepatide bekerja pada dua jalur hormon, yaitu GIP dan GLP-1. Tirzepatide mengaktifkan reseptor hormon dari usus, yakni GLP-1 dan GIP, untuk menurunkan nafsu makan dan asupan makanan. Karena bekerja pada dua reseptor, tirzepatide sering disebut dual GIP/GLP-1 receptor agonist.

Sederhananya, keduanya sama-sama membantu tubuh merasa lebih kenyang dan mengurangi asupan energi. Bedanya, semaglutide bekerja terutama lewat jalur GLP-1, sedangkan tirzepatide bekerja lewat jalur GLP-1 dan GIP.

2. Mana yang menurunkan berat badan lebih banyak?

Jika melihat hasil uji klinis langsung, tirzepatide menunjukkan penurunan berat badan yang lebih besar dibanding semaglutide.

Dalam studi SURMOUNT-5 yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, 751 orang dewasa dengan obesitas tetapi tanpa diabetes diacak untuk menerima tirzepatide atau semaglutide. Setelah 72 minggu, penurunan berat badan rata-rata adalah 20,2 persen pada kelompok tirzepatide dan 13,7 persen pada kelompok semaglutide. Lingkar pinggang juga turun lebih besar pada kelompok tirzepatide.

Hasil ini sejalan dengan uji besar masing-masing obat.

Pada studi SURMOUNT-1, tirzepatide dosis 10 mg dan 15 mg menghasilkan penurunan berat badan sekitar 19,5–20,9 persen dalam 72 minggu pada orang dewasa dengan obesitas atau overweight tanpa diabetes. Sementara itu, pada studi STEP 1, semaglutide 2,4 mg seminggu sekali menghasilkan penurunan berat badan rata-rata 14,9 persen pada minggu ke-68 dibanding 2,4 persen pada plasebo.

Namun, di kehidupan nyata respons setiap orang bisa berbeda, tergantung dosis yang bisa ditoleransi, pola makan, aktivitas fisik, kondisi metabolik, obat lain, efek samping, dan apakah terapi bisa dipertahankan jangka panjang.

3. Efek sampingnya mirip

Obat diabetes dan penurun berat badan Mounjaro. (commons.wikimedia.org/Raimond Spekking)
Obat diabetes dan penurun berat badan Mounjaro. (commons.wikimedia.org/Raimond Spekking)

Tirzepatide dan semaglutide sama-sama sering menimbulkan efek samping pada saluran cerna, terutama saat awal penggunaan atau saat dosis dinaikkan.

Keluhannya bisa berupa mual, muntah, diare, konstipasi, perut begah, nyeri perut, sendawa, atau refluks.

Label BPOM AS untuk Zepbound mencantumkan risiko serius seperti gangguan saluran cerna berat, cedera ginjal akut akibat dehidrasi, penyakit kandung empedu, pankreatitis akut, hipoglikemia pada kondisi tertentu, reaksi hipersensitivitas, dan risiko aspirasi saat anestesi atau sedasi karena obat memperlambat pengosongan lambung.

Label BPOM AS untuk Wegovy juga mencantumkan risiko pankreatitis akut, penyakit kandung empedu, hipoglikemia, cedera ginjal akibat kekurangan cairan, gangguan saluran cerna berat, peningkatan denyut jantung, serta risiko aspirasi saat anestesi atau sedasi.

Keduanya juga memiliki peringatan terkait tumor sel-C tiroid pada hewan percobaan, dan tidak digunakan pada orang dengan riwayat pribadi atau keluarga medullary thyroid carcinoma atau multiple endocrine neoplasia syndrome type 2.

Kedua obat ini harus digunakan dengan resep dan pemantauan dokter, bukan dibeli atau disuntikkan sendiri tanpa evaluasi medis.

4. Perbedaan manfaat tambahan yang perlu diperhatikan

Selain berat badan, pemilihan obat juga bisa dipengaruhi kondisi penyerta.

Wegovy memiliki indikasi untuk menurunkan risiko kejadian kardiovaskular besar pada orang dewasa dengan penyakit kardiovaskular serta obesitas atau overweight; dalam uji yang melibatkan lebih dari 17.600 peserta, kejadian kardiovaskular besar terjadi pada 6,5 persen peserta yang menerima Wegovy dibanding 8 persen pada plasebo.

Zepbound memiliki indikasi tambahan untuk obstructive sleep apnea sedang hingga berat pada orang dewasa dengan obesitas, digunakan bersama diet rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik. BPOM AS menyatakan persetujuan ini didasarkan pada dua studi acak tersamar ganda (double blind randomized control trial) pada 469 orang dewasa tanpa diabetes, dan tirzepatide bekerja menurunkan berat badan sehingga membantu memperbaiki sleep apnea.

Jadi, pada seseorang dengan penyakit jantung, riwayat sleep apnea, diabetes, gangguan pencernaan, rencana operasi, biaya, akses obat, atau toleransi efek samping tertentu, pilihan obat bisa berbeda.

5. Sama-sama perlu rencana jangka panjang

Penggunaan dua obat ini selama 1–2 bulan mungkin tidak cukup. Obesitas adalah kondisi kronis, sehingga mempertahankan hasil sering membutuhkan strategi jangka panjang.

Pada ekstensi studi STEP 1, peserta yang berhenti menggunakan semaglutide mengalami kenaikan kembali sebagian berat badan yang sudah turun.

Studi SURMOUNT-4 juga menunjukkan bahwa penghentian tirzepatide menyebabkan berat badan naik kembali secara bermakna, sedangkan melanjutkan tirzepatide membantu mempertahankan dan menambah penurunan berat badan awal.

Ini bukan berarti obat harus diminum seumur hidup. Namun, pasien perlu tahu sejak awal bahwa menghentikan obat tanpa rencana makan, aktivitas fisik, tidur, latihan kekuatan, dan pemantauan medis bisa bikin berat badan naik lagi.

Pilih yang mana?

Dua kotak obat Wegovy semaglutida dosis 1 mg dan 0,25 mg dengan pena injeksi siap pakai untuk penggunaan mingguan.
ilustrasi semaglutide merek Wegovy (commons.wikimedia.org/Nelson R. de Lima Filho)

Secara rata-rata, tirzepatide memberi penurunan berat badan lebih besar dalam studi head-to-head. Namun, semaglutide juga efektif dan memiliki data manfaat kardiovaskular yang kuat pada kelompok tertentu.

Pilihan terbaik bergantung pada tujuan terapi, risiko kesehatan, efek samping, kondisi penyerta, ketersediaan, biaya, dan penilaian dokter.

Beberapa pertanyaan yang perlu dibahas dengan dokter sebelum memakai obat ini:

  • Apakah berat badan dan kondisi kesehatan kamu memang memenuhi indikasi terapi?
  • Apakah kamu punya riwayat pankreatitis, penyakit kandung empedu, gangguan ginjal, diabetes, retinopati diabetik, atau masalah pencernaan berat?
  • Apakah ada riwayat kanker tiroid meduler atau MEN2 dalam keluarga?
  • Apakah kamu sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui?
  • Apakah kamu akan menjalani operasi atau prosedur dengan anestesi?
  • Bagaimana rencana makan, olahraga, protein, dan latihan kekuatan agar penurunan berat badan tidak banyak mengorbankan massa otot?
  • Apa rencana jangka panjang jika obat harus dihentikan?

Intinya, tirzepatide dan semaglutide sama‑sama membantu menurunkan berat badan, tetapi tirzepatide (GIP + GLP‑1) umumnya menurunkan lebih banyak dibanding semaglutide (GLP‑1) pada orang obesitas tanpa diabetes.

Keduanya bisa menimbulkan efek samping, perlu pemantauan, dan harus dipadukan dengan perubahan gaya hidup, jadi bukan jalan pintas atau solusi instan.

Pilihan obat sebaiknya didiskusikan bersama dokter berdasarkan manfaat, risiko, dan kebutuhan individu.

Referensi

U.S. Food and Drug Administration. (FDA) “FDA Approves New Medication for Chronic Weight Management.” Diakses Juli 2026.

FDA. “FDA Approves First Treatment to Reduce Risk of Serious Heart Problems Specifically in Adults with Obesity or Overweight.” Diakses Juli 2026.

FDA. “FDA Approves First Medication for Obstructive Sleep Apnea.” Diakses Juli 2026.

Aronne, Louis J., et al. “Tirzepatide as Compared with Semaglutide for the Treatment of Obesity.” New England Journal of Medicine (2025).

Jastreboff, Ania M., et al. “Tirzepatide Once Weekly for the Treatment of Obesity.” New England Journal of Medicine 387, no. 3 (2022): 205–216.

Wilding, John P. H., et al. “Once-Weekly Semaglutide in Adults with Overweight or Obesity.” New England Journal of Medicine 384, no. 11 (2021): 989–1002.

FDA. "Zepbound (Tirzepatide) Injection, Prescribing Information." Revised February 2025. Diakses Juli 2026.

FDA. "Wegovy (Semaglutide) Injection, Prescribing Information." Revised August 2025. Diakses Juli 2026.

Wilding, John P. H., et al. “Weight Regain and Cardiometabolic Effects after Withdrawal of Semaglutide: The STEP 1 Trial Extension.” Diabetes, Obesity and Metabolism 24, no. 8 (2022): 1553–1564.

Aronne, Louis J., et al. “Continued Treatment with Tirzepatide for Maintenance of Weight Reduction in Adults with Obesity: The SURMOUNT-4 Randomized Clinical Trial.” JAMA 331, no. 1 (2024): 38–48.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More