Comscore Tracker

Waspada! 6 Jenis Cacing Ini Bisa Menginfeksi Manusia

Beda jenis cacing, berbeda pula cara penularannya 

Cacingan atau terinfeksi cacing merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi. Cacing dapat menginfeksi manusia melalui berbagai cara, seperti tanah, udara, atau makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh telur atau larva cacing.

Banyak orang yang mungkin belum paham tentang jenis-jenis cacing penyebab cacingan. Beda jenis cacing, berbeda pula cara penularannya. Penting untuk dipahami, berikut ini adalah jenis-jenis cacing yang bisa menginfeksi tubuh manusia. 

1. Cacing pita

Waspada! 6 Jenis Cacing Ini Bisa Menginfeksi Manusiagponline.com

Cacing pita juga dikenal dengan nama Cestodes. Salah satu spesies cacing pita yang dapat menginfeksi manusia adalah Taenia saginata. Memiliki tubuh yang bertekstur rata, menyerupai pita, dan memiliki ruas-ruas pada tubuhnya. Selain itu, panjang cacing pita dewasa bisa mencapai 25 meter dan hidup dalam rentang waktu 30 tahun.

Konsumsi makanan atau air yang mengandung larva atau telur cacing pita dapat menyebabkan terjadinya infeksi cacing pita. Cacing pita juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi daging seperti sapi, babi, atau ikan yang tidak dimasak hingga matang.

Di dalam tubuh penderita infeksi usus akibat cacing pita, bagian kepala cacing pita akan menempel pada dinding usus, sementara bagian tubuhnya terus bertambah panjang dan memproduksi telur.

Umumnya infeksi usus akibat cacing pita tergolong ringan. Meski demikian, infeksi cacing yang bermigrasi keluar dari saluran pencernaan dapat memicu komplikasi yang lebih berbahaya.

2. Cacing pipih

Waspada! 6 Jenis Cacing Ini Bisa Menginfeksi Manusiaen.wikipedia.org

Cacing pipih memiliki lebih dari 25.000 spesies dan beberapa di antaranya bisa menyebabkan infeksi cacing pipih pada manusia. Salah satu jenis cacing pipih yang menyebabkan infeksi adalah Schistosoma. Infeksi yang disebabkan jenis cacing ini adalah skistosomiasis.

Cacing penyebab skistosomiasis hidup di air tawar, seperti sungai, danau, dan kubangan. Selain dapat menginfeksi manusia, cacing penyebab skistosomiasis juga dapat menginfeksi hewan, seperti bekicot, siput, tikus, dan sapi.

Cacing Schistosoma bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit, misalnya ketika seseorang mandi atau berenang di danau atau sungai yang terkontaminasi cacing tersebut.

Selain itu, cacing ini juga bisa masuk ke dalam tubuh jika orang tersebut mengonsumsi air atau daging hewan yang terkontaminasi cacing Schistosoma.

Baca Juga: Dubur Gatal di Malam Hari? Fakta Unik Infeksi Cacing Kremi

3. Cacing tambang

Waspada! 6 Jenis Cacing Ini Bisa Menginfeksi Manusiadictio.id

Jika cacing tambang masuk ke dalam tubuh, maka akan menyebabkan infeksi cacing tambang. Terdapat dua jenis cacing tambang yang sering menyebabkan infeksi pada manusia, yaitu Ancylostoma duodenale dan Necator americanus.

Infeksi cacing tambang terjadi saat larva cacing masuk ke dalam tubuh setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Selain itu, infeksi ini juga bisa terjadi jika cacing tambang masuk ke dalam tubuh melalui kulit saat bersentuhan langsung dengan tanah yang terkontaminasi cacing tambang.

Gejala infeksi cacing tambang bisa bervariasi pada setiap orang. Pada beberapa orang dengan sistem imun yang baik, gejala infeksi cacing tambang terkadang tidak terlihat. Namun, jika cacing tambang menginfeksi kulit, biasanya akan muncul keluhan berupa ruam gatal yang berkelok- kelok pada tempat masuknya cacing. Infeksi cacing tambang pada kulit disebut dengan cutaneus larva migran.

4. Cacing kremi

Waspada! 6 Jenis Cacing Ini Bisa Menginfeksi ManusiaIlustrasi: Cacing kremi di dubur anak. nytimes.com

Cacing kremi adalah infeksi parasit yang berukuran kecil, sekitar 2-13 mm, dan menyerang usus besar manusia. Penularan cacing kremi terjadi melalui sentuhan langsung dengan kulit atau benda yang terkontaminasi cacing kremi.  

Di tubuh manusia, cacing kremi dapat berkembang biak dan menimbulkan gejala berupa gatal, nyeri, dan ruam pada anus. Ketika cacing kremi dalam tubuh seseorang terus bertambah banyak, hal itu dapat memicu komplikasi seperti infeksi saluran kemih atau radang vagina.

Penyebaran cacing kremi dapat terjadi melalui kontak langsung dengan seseorang atau benda yang terkontaminasi. Telur cacing kremi biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut, meski telur cacing juga bisa masuk ke dalam tubuh lewat hidung.

5. Cacing gelang

Waspada! 6 Jenis Cacing Ini Bisa Menginfeksi ManusiaAscaris lumbricoides (roundworm). flickr.com/SuSanA Secretariat

Cacing gelang adalah parasit yang hidup dan berkembang biak di dalam usus manusia. Infeksi yang disebabkan oleh Ascaris lumbricoides atau yang juga biasa disebut dengan cacing gelang adalah ascariasis. Ascariasis dapat ditemukan di mana saja, tetapi lebih sering terjadi di wilayah dengan fasilitas kebersihan yang kurang memadai.

Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 10 persen populasi dunia terinfeksi cacing, dan paling banyak disebabkan oleh cacing gelang. Data tersebut juga menyebutkan, angka kematian akibat ascariasis berat diperkirakan mencapai 60 ribu orang tiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, kebanyakan adalah anak-anak.

Saat seseorang terinfeksi cacing gelang, penderita akan merasakan beberapa gejala-gejala, seperti sakit perut hebat, berat badan turun tanpa sebab, dan terasa seperti ada benjolan di tenggorokan. Selain itu, cacing dapat keluar dari tubuh melalui muntah, saat buang air besar, atau melalui lubang hidung.

6. Cacing trikinosis

Waspada! 6 Jenis Cacing Ini Bisa Menginfeksi Manusiamedicalnewstoday.com

Trikinosis atau yang juga disebut dengan trichinellosis, merupakan infeksi parasit yang disebabkan oleh cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia. Jenis cacing penyebab infeksi ini adalah spesies cacing yang disebut Trichinella.

Cacing Trichinella banyak ditemukan pada hewan-hewan liar pemakan daging seperti babi, rubah, anjing, serigala, kuda, dan beruang. Bila mengonsumsi daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi, maka manusia bisa terinfeksi trikinosis.

Saat seseorang baru saja terinfeksi, ada beberapa gejala yang bisa muncul, tetapi pada beberapa orang lainnya tidak merasakan gejala. Namun, satu minggu setelah terinfeksi, larva mulai memasuki jaringan otot dan biasanya gejala-gejalanya akan semakin jelas terasa.

Itulah beberapa jenis cacing yang bisa menyebabkan infeksi pada tubuh manusia. Ada banyak cara untuk mencegah infeksi akibat cacing. Kunci utamanya adalah selalu menjaga kebersihan, baik diri, makanan, tempat tinggal, maupun lingkungan sekitar. Bila mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas tadi, sebaiknya konsultasi ke dokter demi mendapat penanganan yang tepat.

Baca Juga: Gejala Cacingan, 10 Tanda yang Menunjukkan Dampak Buruk Parasit Ini

Heni Candra Kirana Photo Verified Writer Heni Candra Kirana

Keep up the spirit and don't give up

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya