IDAI Desak Pemerintah Lindungi Anak dari Dampak Karhutla

Saat kabut asap menyelimuti permukiman, anak-anak tetap perlu belajar, bermain, dan bernapas dengan aman. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendesak pemerintah dan pihak terkait agar menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih intensif serta menempatkan kesehatan anak sebagai prioritas.
Dalam sesi media pada Jumat (16/10) yang dilakukan secara daring, Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), mengingatkan bahwa udara bersih merupakan kebutuhan dasar anak.
“Mendapatkan udara bersih adalah hak anak, bukan kemewahan,” ujarnya.
Dokter Piprim mengatakan anak-anak bukan penyebab kebakaran, tetapi malah termasuk kelompok yang paling rentan menanggung dampaknya. Ia meminta keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dipadamkan.
“Targetnya bukan hanya diukur dari berapa hektar api yang bisa dipadamkan, tapi seberapa baik kesehatan masyarakat, terutama anak-anak ini bisa terlindungi.”
Paparan asap dalam waktu lama juga menjadi perhatian karena paru-paru anak masih berkembang. Dari Satgas Penanggulangan Bencana IDAI, dr. Dimas Dwi Saputro, Sp.A, Subsp.Respi(K) mengatakan bahwa anak yang lama terpapar perlu mendapat pemantauan fungsi paru jangka panjang. Menurutnya, pemantauan bisa dilakukan selama beberapa tahun untuk melihat kemungkinan perubahan pada saluran napas.
Ia juga mendorong pemerintah menyiapkan ruang publik dengan udara bersih agar anak tetap dapat bermain dan belajar saat dikepung kabut asap.
Bagi IDAI, perlindungan anak saat karhutla mencakup lebih dari upaya memadamkan api. Kesehatan dan hak anak untuk tumbuh, belajar, serta beraktivitas juga perlu dijaga selama udara belum aman.











![[QUIZ] Apa Fitness Love Language Kamu? Jawab 1 Pertanyaan Ini](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)
![[QUIZ] Dari Keluhan Kamu, Mungkin Ini Jenis Magnesium yang Cocok](https://image.idntimes.com/post/20260811/gambar-artikel-88_a0d2c204-98d6-41f0-954e-b4f448a7c9b1.png)








