Comscore Tracker

Gigi Goyang, Apakah Jaringan Periodontal Terganggu?   

Mengenal lebih dalam mengenai jaringan periodontal

Kesehatan gigi dan mulut menjadi cerminan dari kesehatan tubuh secara umum. Sehatnya tubuh kita juga akan terlihat dari sehatnya jaringan di rongga mulut. Selain itu, berbagai penyakit sistemik juga bisa bermanifestasi pada rongga mulut dan akan menyebabkan buruknya kualitas kesehatan mulut.

Baik dengan adanya penyakit sistemik maupun penyakit lokal di rongga mulut, semuanya dapat memengaruhi keutuhan jaringan pada rongga mulut. Penyakit yang dialami dapat berimplikasi pada berkurangnya kekuatan gigi.

Keutuhan jaringan di rongga mulut tampak dari utuhnya gigi dan jaringan di sekitarnya. Secara umum, gigi dapat mempertahankan posisinya karena diperkuat jaringan periodontal. Apa itu jaringan periodontal? Apa saja fungsinya? Berikut penjelasannya.

1. Apa itu jaringan periodontal?

Gigi Goyang, Apakah Jaringan Periodontal Terganggu?   ilustrasi bagian jaringan periodontal (infodentis.com)

Dilansir Precision Periodontics & Implant Dentistry, kata "periodontal" atau "periodontium" berasal dari bahasa Yunani "peri" yang berarti "sekitar" dan "odon" yang berarti "gigi". Dari situ, jaringan periodontal dapat diartikan sebagai jaringan yang mengelilingi gigi dan menopang gigi, baik pada rahang atas maupun rahang bawah.

Periodontium yang sering juga disebut sebagai jaringan pendukung gigi ini terdiri dari empat bagian yaitu:

  • Gingiva (gusi)
  • Ligamen periodontal
  • Sementum
  • Tulang alveolar

Setiap bagian memiliki struktur jaringan, komposisi biokimia, dan komponen kimia yang berbeda. Keempat bagian tersebut memiliki fungsinya masing-masing.

2. Fungsi jaringan periodontal

Gigi Goyang, Apakah Jaringan Periodontal Terganggu?   ilustrasi fungsi pendukung gigi (unsplash.com/mejuanca)

Sesuai dengan namanya, jaringan pendukung ini berfungsi untuk mendukung dan mempertahankan gigi agar tetap berada pada soketnya dengan kuat.

Fungsi tersebut diwujudkan oleh empat bagian jaringan periodontal yang saling bersinergi. Jika terdapat satu bagian saja yang mengalami gangguan, maka dukungan kekuatan gigi dapat berkurang. Selain itu, jaringan periodontal juga berperan dalam menerima sensasi sentuhan dan tekanan.

Secara umum, fungsi dari jaringan periodontal meliputi:

  • Attachment: mengikat dan menjaga gigi agar tetap pada soket atau struktur tulang dasar

  • Resistance: menahan kuatnya gaya yang dihasilkan saat mengunyah (mastikasi), berbicara, dan deglutisi (penelanan bolus atau makanan yang telah dimastikasi atau dikunyah sebelumnya)

  • Adaptation: menyesuaikan perubahan pada lingkungan rongga mulut melalui proses remodelling dan regenerasi

  • Defense: mekanisme pertahanan untuk melindungi gigi dari rangsangan berbahaya

Fungsi dari empat bagian jaringan periodontal yaitu:

  • Gingiva (gusi): melapisi tulang rahang dan mengelilingi gigi sebagai penghalang yang efektif bagi bakteri atau zat lain yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih dalam

  • Ligamen periodontal: menghubungkan gigi dengan tulang, memberi dukungan untuk gigi sebagai bantalan mastikasi yang meredam gaya tekan, dan berpartisipasi dalam pembentukan serta resorpsi tulang selama pergerakan, menerima rangsang, dan erupsi gigi

  • Sementum: bagian yang menutupi akar gigi dan sebagai tempat berikatannya ligamen periodontal

  • Tulang alveolar: membentuk soket tulang yang menahan gigi dan sebagai tempat berikatannya ligamen periodontal

Baca Juga: Penyakit Gusi Memperparah Gejala COVID-19? Ini Faktanya

3. Bagaimana kondisi jaringan periodontal yang normal?

Gigi Goyang, Apakah Jaringan Periodontal Terganggu?   ilustrasi gusi yang sehat (infodentis.com)

Kondisi jaringan periodontal yang normal mudah terlihat dari bagian gusi. Gusi yang sehat berwarna coral pink dengan bagian tepi yang mengelilingi gigi tampak halus dan bagian permukaan di bawahnya berkontur seperti kulit jeruk yang biasa disebut stippling gingiva.

Gusi normal juga memiliki tekstur yang kuat dan cekat menahan gerakan serta tidak ada reaksi seperti pendarahan ketika menyikat gigi.

Selain itu, gusi yang sehat tidak mengalami resesi atau penurunan ketinggian yang menampakkan akar gigi. Normalnya, gusi juga tidak mengalami pembesaran dan tidak berwarna kemerahan.

Kesehatan jaringan periodontal juga bisa terlihat dari kegoyangan gigi. Umumnya gigi memiliki mobilitas yang kecil yaitu sekitar 0,2 mm. Jika kegoyangan melebihi angka tersebut, maka bisa jadi terdapat masalah pada jaringan periodontal dalam.

Jaringan periodontal yang sehat juga tercermin dari tidak adanya nyeri ketika mengunyah baik makanan yang keras maupun lunak.

4. Penyakit periodontal dan penyebabnya

Gigi Goyang, Apakah Jaringan Periodontal Terganggu?   ilustrasi sakit gigi (unsplash.com/enginakyurt)

Laporan dalam jurnal Medica Arteriana tahun 2020 menyebutkan bahwa penyakit periodontal menjadi penyakit gigi dan mulut urutan kedua terbanyak setelah karies atau gigi berlubang di Indonesia.

Jenis penyakit gusi yang paling sering terjadi  yaitu gingivitis (radang gusi) dan periodontitis. Penyakit ini bisa muncul sebagai akibat dari infeksi maupun sebagai manifestasi dari penyakit sistemik.

Penyebab pendukung terjadinya penyakit periodontal antara lain:

  • Kebiasaan merokok: dapat mengganggu bakteri normal dan meningkatkan bakteri penyebab infeksi, serta perusakan jaringan penyusun secara langsung maupun tidak langsung karena kandungan dan panas asap rokok

  • Buruknya oral hygiene: meningkatkan jumlah bakteri dalam mulut yang akan membentuk akumulasi plak yang akan menginfeksi jaringan periodontal

  • Perubahan hormon: hormon progresteron yang tinggi dapat menghambat perbaikan jaringan kolagen dan meningkatkan pelebaran pembuluh darah sehingga menyebabkan inflamasi gusi. Selain itu, hormon estrogen yang rendah (terutama ketika menopause) dapat menyebabkan penurunan tulang alveolar (osteoporosis)

  • Penyakit sistemik: diabetes melitus dapat menyebabkan perusakan ligamen periodontal dan meningkatkan terjadinya periodontitis

  • Medikasi obat tertentu: obat antidepresan dapat menyebabkan penurunan produksi saliva sehingga menyebabkan mulut kering, tidak terlindungi, dan meningkatkan pembentukan plak. Selain itu, obat antikonvulsan seperti fenitoin yang dikonsumsi oleh pasien kejang dapat menyebabkan pertumbuhan gingiva yang abnormal

  • Kondisi stres: stres dapat mengurangi aliran sekresi saliva sehingga dapat meningkatkan pembentukan plak. Stres juga dapat menurunkan sistem imun tubuh, menjadikan jaringan periodontal mudah terinfeksi

5. Cara mencegah penyakit periodontal

Gigi Goyang, Apakah Jaringan Periodontal Terganggu?   ilustrasi menyikat gigi (unsplash.com/@diana_pole)

Berdasarkan laporan dalam International Journal of Health Sciences tahun 2017, banyak  cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit periodontal, salah satunya yaitu menjaga oral hygiene.

Menjaga kebersihan mulut atau oral hygiene ini dapat dilakukan dengan menyikat gigi, menggunakan dental floss, dan berkumur. Selain itu diperlukan juga kesadaran untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok. Ini akan sangat membantu untuk mengurangi adanya plak, sehingga kualitas kesehatan mulut akan meningkat.

Cara lain yang dapat dilakukan yaitu mengatur pola makan. Meningkatkan konsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin, seperti C dan E, memiliki komponen antioksidan yang membantu mengurangi produksi radikal bebas selama proses inflamasi. Vitamin C juga berperan dalam memproduksi serat kolagen sebagai penyusun jaringan.

Mengurangi makanan berlemak dan manis juga dapat meningkatkan kesehatan jaringan periodontal. Sementara itu, makanan rendah kalori akan mengurangi proses inflamasi yang merusak jaringan.

Kalau sudah mengalami penyakit periodontal, sebaiknya periksa ke dokter gigi agar mendapat perawatan lebih lanjut. Perawatan yang akan diterima setiap orang akan berbeda-beda, tergantung penyebab dan faktor pendukung penyakitnya. Bila penyakit periodontal sudah dalam kondisi parah, kamu bisa membuat janji temu dengan dokter gigi spesialis periodontal yang dikenal sebagai periodontist.

Penyakit periodontal yang tidak ditangani dapat mengakibatkan lepasnya gigi dan bahkan menyebabkan penyakit lain pada tubuh. Oleh karena itu, melakukan langkah-langkah pencegahan penyakit periodontal adalah solusi terbaik, yaitu dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik, menerapkan gaya hidup sehat, serta kontrol rutin ke dokter gigi enam bulan sekali.

Baca Juga: 8 Penyakit Penyebab Gusi Berdarah, Bisa Tanda Leukemia

Ignasius Oktadewien Photo Writer Ignasius Oktadewien

Seseorang yang tertarik pada bidang kesehatan, terutama kesehatan gigi dan mulut.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya