Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Penyakit Penyebab Gusi Berdarah, Bisa Tanda Leukemia

8 Penyakit Penyebab Gusi Berdarah, Bisa Tanda Leukemia
flormadrigal.com
Share Article

Gusi berdarah merupakan salah satu gangguan pada mulut yang cukup sering dialami oleh masyarakat. Pendarahan tersebut bisa disebabkan karena jarangnya menyikat gigi hingga sikat gigi yang terlalu kasar hingga melukai gusi. NCBI memiliki sebuah jurnal riset yang melakukan penelitian terhadap warga di Arab Saudi terkait masalah peralatan oral.

Ditemukan jika 48,79 persen partisipan melaporkan jika gusinya berdarah dan dengan penggunaan kualitas pembersih mulut yang jelek, kondisi gusi berdarah tersebut semakin parah. Namun lebih dari itu gusi berdarah juga bisa disebabkan oleh penyakit. Berikut adalah penyakit-penyakit yang bisa menjadi penyebab terjadinya gusi berdarah.

  1. 1. Gingivitis

    accessdental-tx.com
    accessdental-tx.com

    Gingivitis adalah kondisi peradangan pada gusi. Dalam bahasan di Mayo Clinic, gingivitis terjadi karena rendahnya tingkat kebersihan oral. Tidak hanya gusi berdarah saja, gingivitis juga menyebabkan bau mulut hingga gigi yang tertanggal jika sudah parah.

  2. 2. Periodontitis

    theimplantexperts.com
    theimplantexperts.com

    Ini merupakan gangguan kesehatan mulut tingkat selanjutnya jika gingivitis tersebut tidak ditangani. Ketika masuk periodontitis, jaringan dan tulang gigimu mulai rusak hingga terinfeksi. Hasil infeksi tersebut menyebabkan gigi tanggal dari akarnya dan terlepas.

  3. 3. Diabetes

    npr.org
    npr.org

    Webmd.com menuliskan jika diabetes tipe 1 atau tipe 2 memiliki gejala gusi yang berdarah pula. Penyebab mengapa gusimu berdarah adalah dikarenakan imunitas tubuh yang melemah hingga tidak mampu melawan kuman.

    Alhasil terjadi infeksi. Ditambah dengan kadar gula darah yang tinggi membuat gusi berdarah itu tidak mudah sembuh.

  4. 4. Leukemia

    together.stjude.org
    together.stjude.org

    Leukemia merupakan kanker darah, disebabkan sel darah putih yang terlalu banyak hingga menyerang sel lain. Sel darah putih berfungsi untuk menghentikan pendarahan pada tubuh, namun karena terkena leukemia, yang terjadi malah sebaliknya: pendarahan menjadi lebih susah disembuhkan.

  5. 5. Trombositopenia

    hematologyadvisor.com
    hematologyadvisor.com

    Dalam penjelasan Mayo Clinic, trombositopenia merupakan isu kesehatan yang mana tingkat trombosit dalam tubuh rendah. Trombosit yang rendah menyebabkan pendarahan susah berhenti. Terjadinya trombositopenia sendiri diasosiasikan dengan penyakit leukemia, HIV, hepatitis C hingga dikarenakan konsumsi alkohol dalam jumlah besar dan obat-obatan kemoterapi.

  6. 6. Hemophilia

    sharecare.com
    sharecare.com

    Ini adalah kelainan tubuh yang unik dan langka. Darahmu tidak mudah membeku layaknya orang pada umumnya sehingga pendarahan sangat susah dihentikan.

    Dikatakan Mayo Clinic bahwa hemophilia merupakan penyakit genetis. Pendarahan tak hanya bisa terjadi pada gusi, tetapi juga pada otak dan bagian tubuh lainnya.

  7. 7. Scurvy

    medicalnewstoday.com
    medicalnewstoday.com

    Penyakit ini datang dari tubuh yang kekurangan vitamin C dan ini bisa disebabkan oleh gangguan pola makan macam anoreksia. Mereka yang terkena scurvy bisa berujung kepada anemia serta kelelahan yang tak bisa dijelaskan.

  8. 8. Kekurangan vitamin K

    medicalnewstoday.com
    medicalnewstoday.com

    Medline Plus menuliskan dalam salah satu artikelnya jika vitamin K penting untuk tubuh agar bisa tumbuh dan berkembang secara alami. Di sisi lain, vitamin K juga membantu pembekuan darah. Kurangnya tubuh akan vitamin ini atau mengalami defisiensi akan menghasilkan permasalahan pendarahan.

    Perhatikan baik-baik dengan gusimu. Jika gusimu berdarah lantaran menyikat gigi, itu masih bisa dimaklumi. Namun jika itu terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung untuk waktu yang lama, maka itu waktunya kamu pergi ke dokter untuk mengecek kesehatanmu. Bisa jadi gusi berdarahmu itu sebenarnya adalah gejala dari suatu penyakit.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More