Comscore Tracker

Mengenal Eritroblastosis Fetalis, Kondisi Medis Serius pada Kehamilan

Diakibatkan ketidakcocokan golongan darah ibu dan janinnya

Empat jenis golongan darah utama yang kita kenal adalah A, B, AB, dan O. Setiap golongan darah memiliki status resus (Rh) atau kadar protein pada sel darah merah yang bersifat positif atau negatif.

Setiap orang memiliki status resus masing-masing. Ini menjadi perhatian khususnya pada kasus perbedaan resus antara perempuan hamil dengan bayi dalam kandungan. Perbedaan resus bisa meningkatkan potensi komplikasi pada kehamilan, salah satunya eritroblastosis fetalis.

Dirangkum berbagai sumber, berikut ini adalah ulasan mengenai eritroblastosis fetalis yang perlu diketahui.

1. Eritroblastosis fetalis dapat terjadi ketika resus golongan darah ibu berbeda dengan janin

Mengenal Eritroblastosis Fetalis, Kondisi Medis Serius pada Kehamilanilustrasi pasangan yang sedang menantikan buah hati (pexels.com/Jonathan Borba)

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, eritroblastosis fetalis rentan terjadi pada ibu hamil yang berbeda status resus dengan janinnya. Percampuran darah resus negatif dan resus positif bisa membangkitkan respons imun yang dikenal sebagai sensitisasi resus.

Artinya, seorang perempuan dengan resus negatif akan menghasilkan antibodi untuk melawan paparan resus positif. Saat tubuh menerima paparan resus positif, maka sistem kekebalan tubuh akan mengidentifikasinya sebagai benda asing untuk kemudian diserang.

Eritroblastosis fetalis menyebabkan hemolisis atau kerusakan sel darah merah. Ketika proses hemolisis berlanjut, janin akan berusaha memproduksi lebih banyak sel darah merah. Namun, sel darah merah baru sering kali belum matang dan kurang berfungsi dengan optimal.

Produksi sel darah merah secara berlebihan dapat memengaruhi pembesaran organ hati dan limpa. Bayi yang terlahir dengan kondisi ini sering terdiagnosis mengalami anemia hemolitik.

Kasus berlanjut ketika sel darah merah yang belum matang terus dipecah yang dapat menyebabkan penumpukan bilirubin. Bilirubin yang berlebihan dalam tubuh bayi yang baru lahir akan menyebabkan penyakit kuning. Penyakit kuning ditandai dengan perubahan warna kulit dan sklera (bagian putih pada mata) menjadi berwarna kuning.

2. Penyebab eritroblastosis fetalis

Mengenal Eritroblastosis Fetalis, Kondisi Medis Serius pada KehamilanIlustrasi kehamilan (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain perbedaan resus, penyebab lain eritroblastosis fetalis adalah inkompatibilitas ABO. Inkompatibilitas ABO terjadi ketika golongan darah ibu (A, B, atau O) tidak cocok dengan golongan darah janinnya. Kondisi ini cenderung tidak berbahaya jika dibandingkan dengan kasus perbedaan resus. Namun, inkompatibilitas ABO bisa menyebabkan bayi membawa antigen langka yang dapat meningkatkan eritroblastosis fetalis.

Antigen langka tersebut meliputi:

  • Kell
  • Duffy
  • Kidd
  • Lutheran
  • Diego
  • Xg
  • P
  • Ee
  • Cc
  • MNSs

Baca Juga: Waspadai Infeksi Akut COVID-19 pada Ibu Hamil, Ini Penjelasannya

3. Gejala eritroblastosis fetalis dan risiko komplikasi

Mengenal Eritroblastosis Fetalis, Kondisi Medis Serius pada Kehamilanilustrasi kaki bayi (pexels.com/Pixabay)

Dilansir Medical News Today, gejala eritroblastosis fetalis meliputi:

  • Melalui uji amniosentesis teridentifikasi air ketuban berwarna kuning
  • Melalui USG terlihat adanya penumpukan cairan di perut, paru-paru, atau kulit kepala
  • Pembesaran organ hati, limpa, atau jantung
  • Ketika bayi lahir kulit cenderung pucat

Sementara itu, komplikasi yang bisa terjadi yakni:

  • Anemia ringan
  • Anemia berat disertai pembesaran organ hati dan limpa
  • Peningkatan kadar bilirubin dan penyakit kuning
  • Kernikterus atau kelainan yang disebabkan penumpukan bilirubin di otak
  • Hidrops fetalis atau penumpukan cairan di jaringan dan organ janin akibat gagal jantung

4. Diagnosis eritroblastosis fetalis

Mengenal Eritroblastosis Fetalis, Kondisi Medis Serius pada Kehamilanilustrasi proses USG kehamilan (pexels.com/MART PRODUCTION)

Untuk mendiagnosis eritroblastosis fetalis, dokter biasanya akan memastikan terlebih dahulu status resus ibu dan janin melalui tes skrining antibodi pada trimester pertama. Tes bisa dilakukan kembali saat kehamilan memasuki usia 28 minggu. Selain itu, pengujian status resus dari pihak ayah juga dilakukan.

Adapun prosedur tes yang direkomendasikan dokter meliputi:

  • USG
  • Amniosentesis
  • Tes darah tali pusat bayi
  • Pengukuran aliran darah arteri serebral tengah

Evaluasi pada bayi yang baru lahir mungkin juga akan dilakukan untuk memastikan kondisi tertentu seperti golongan darah dan status resus, jumlah sel darah merah, dan antibodi atau kadar bilirubin.

5. Pengobatan dan perawatan eritroblastosis fetalis

Mengenal Eritroblastosis Fetalis, Kondisi Medis Serius pada Kehamilanilustrasi bayi baru lahir (pexels.com/Rene Asmussen)

Bayi yang baru lahir dan terdiagnosis mengalami eritroblastosis fetalis mendapatkan perawatan medis berupa transfusi darah, pemberian cairan intravena, mengatasi permasalahan pernapasan, serta terapi intravenous immunoglobulin (IVIG).

Terkadang dokter juga menempuh prosedur pengobatan exchange transfusion (transfusi tukar) untuk meningkatkan keberadaan jumlah sel darah merah serta menurunkan kadar bilirubin.

Untuk mencegah eritroblastosis fetalis, dokter akan memberikan suntikan Rh-imunoglobulin atau anti-D (Rhogam) untuk ibu hamil dengan status resus negatif dengan suami resus positif.

Eritroblastosis fetalis merupakan kondisi berbahaya yang terjadi selama perkembangan janin di dalam kandungan. Penyebab pastinya adalah perbedaan status resus antara ibu dan janin. Kondisi ini memiliki efek jangka panjang yang dapat memengaruhi kesehatan bayi secara signifikan.

Baca Juga: Masuk Kelompok Rentan, POGI Dorong Vaksinasi COVID-19 untuk Ibu Hamil

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya