Comscore Tracker

5 Fakta Mikroagresi, Bullying Kaum Minor yang Pengaruhi Mental

Mulai dari ujaran negatif hingga perlakuan diskriminatif

Apa yang terlintas dalam benakmu ketika mendengar kata mikroagresi? Mengacu pada tokoh yang mencetuskannya, Chester M. Pierce, istilah mikroagresi digambarkan sebagai bentuk penghinaan yang dialami kelompok etnis Afrika-Amerika.

Dewasa ini, istilah mikroagresi mengalami perluasan makna yang mengarah pada sekelompok orang yang terpinggirkan atau minor. Individu yang masuk dalam kelompok terpinggirkan ialah populasi di luar masyarakat arus utama (kelompok mayoritas).

Penasaran apakah praktik mikroagresi masih eksis di era saat ini? Yuk, mengenal lebih lanjut tentang mikroagresi supaya pengetahuanmu semakin bertambah. Simak penjelasan berikut sampai selesai, ya!

1. Orang yang melakukan mikroagresi tidak menyadari perbuatannya tersebut

5 Fakta Mikroagresi, Bullying Kaum Minor yang Pengaruhi Mentalilustrasi mencengkeram pergelangan tangan (pexels.com/Liza Summer)

Subjek yang menjadi sasaran praktik mikroagresi biasanya mengalami marginalisasi (peminggiran) karena jenis kelamin, ras, agama, atau orientasi seksual. Perlu diketahui, bahwa praktik mikroagresi cenderung sulit teridentifikasi.

Oleh karena itu, orang yang melakukan mikroagresi sering kali tidak menyadari akan perilakunya. Terkadang, mereka juga tidak bermaksud merugikan orang lain atau kelompok masyarakat tertentu melalui ucapan atau tindakan yang mengarah pada unsur mikroagresi.

2. Klasifikasi mikroagresi

5 Fakta Mikroagresi, Bullying Kaum Minor yang Pengaruhi Mentalilustrasi debat dengan teman kantor (pexels.com/SHVETS production)

Menurut psikolog Derald Wing Sue, mikroagresi dikelompokkan dalam tiga jenis, meliputi:

  • Microassaults: digambarkan sebagai perilaku diskriminatif secara sengaja tanpa bermaksud menyerang. Contoh kasusnya adalah seseorang melontarkan lelucon rasis lalu berujar, "saya hanya bercanda."
  • Microinsults: merupakan tindakan atau pernyataan diskriminatif secara tidak sengaja. Kasus microinsults misalnya, seseorang berkata pada dokter berkebangsaan India yang bertugas di Amerika Serikat, "masyarakat India pasti bangga dengan Anda."
  • Microinvalidations: hal ini mengacu pada pernyataan seseorang yang dapat merusak pengalaman sekelompok orang tertentu.

3. Bentuk-bentuk mikroagresi

5 Fakta Mikroagresi, Bullying Kaum Minor yang Pengaruhi Mentalilustrasi stop asian hate (pexels.com/ShotPot)

Terdapat tiga jenis mikroagresi yang meliputi:

  • Mikroagresi verbal: berupa lontaran pernyataan yang menstigmatisasi atau menyakitkan kelompok tertentu yang terpinggirkan. Contohnya, "kamu sangat pandai untuk ukuran seorang perempuan." Kalimat ini termasuk dalam mikroagresi verbal.
  • Mikroagresi perilaku: terjadi ketika seseorang berperilaku diskriminatif terhadap sekelompok orang tertentu. Contohnya, seorang pelayan toko yang mengabaikan dan tidak mau melayani customer transgender.
  • Mikroagresi lingkungan: yaitu diskriminasi dalam konteks yang 'halus', terjadi dalam masyarakat. Contohnya, fasilitas publik dengan label nama tokoh orang kulit putih.

Baca Juga: 6 Ciri Kamu Sedang Berjuang Menghadapi Mental Health

4. Contoh kasus mikroagresi dalam kehidupan sehari-hari

5 Fakta Mikroagresi, Bullying Kaum Minor yang Pengaruhi Mentalilustrasi wanita sedang sedih (pexels.com/Pham Khoai)

Penelitian bertajuk Gendered Microaggressions in Science, Technology, Engineering, and Mathematics tahun 2018 menunjukkan sebesar 73 persen perempuan yang bekerja di bidang sains, teknologi, engineering dan matematika mengalami setidaknya satu bentuk objektivitas seksual.

Adapun contoh kasus mikroagresi di antaranya adalah:

  • Memperlakukan seseorang sebagai warga negara 'kelas dua' karena ras, jenis kelamin, atau orientasi seksualnya
  • Memberi tahu orang kurus atau orang gemuk untuk memperbaiki pola makannya
  • Membuat asumsi mengenai seseorang berdasarkan agama, usia, atau ras
  • Meremehkan kelompok orang tertentu
  • Menganggap orang-orang tertentu lebih berharga, misalnya dari segi kelas sosial

5. Tindak mikroagresi dapat mempengaruhi kesehatan mental korban

5 Fakta Mikroagresi, Bullying Kaum Minor yang Pengaruhi Mentalilustrasi diskusi bersama (pexels.com/Mike Jones)

Praktik mikroagresi perlu diwaspadai, karena hal ini dapat menyebabkan stres bagi orang yang mengalaminya. Pernyataan ini pun diperkuat oleh studi ilmiah yang terpublikasi dalam Journal of College Student Development tahun 2014. Para peneliti yang mempelajari efek mikroagresi rasial pada sekelompok mahasiswa menunjukkan tingkat harga diri yang lebih rendah. Selain itu, mikroagresi rasial sangat berbahaya diterapkan dalam lingkup pendidikan dan pekerjaan.

Sementara itu, studi tahun 2015 dalam Journal of Counseling Psychology menjelaskan, orang yang mengalami mikroagresi etnis memiliki tingkat trauma dan depresi yang lebih tinggi. Kendati demikian, studi ini belum dapat memastikan secara langsung apakah mikroagresi adalah penyebab utama depresi seseorang.

Mengingat mikroagresi dapat memberi dampak cukup signifikan terhadap kehidupan korban, langkah-langkah berikut ini bisa diterapkan untuk mengantisipasi praktiknya, yaitu:

  • Berusaha menawarkan empati kepada korban praktik mikroagresi
  • Belajar peduli terhadap perasaan orang lain
  • Jika pernah melakukan praktik mikroagresi, maka harus berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi

Mikroagresi adalah tindakan yang menyakiti orang lain, terlepas dari unsur sengaja maupun tidak. Penting juga untuk dipahami bahwa ucapan yang menyakitkan, terlebih menyangkut ras, agama, atau gender, bisa berdampak buruk terhadap kesehatan mental korban.

Untuk itu, mulai dari diri kita biasakan menerapkan rasa welas asih pada sesama. Sebagai manusia beradab sudah sepatutnya kita saling menghargai manusia lainnya, ya. 

Baca Juga: 5 Alasan Teknologi Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya