Comscore Tracker

Interpersonal and Social Rhythm Therapy: Definisi, Teknik, dan Manfaat

Bisa bantu tingkatkan suasana hati

Interpersonal and social rhythm therapy (IPSRT) merupakan jenis terapi yang berguna untuk membantu mengatur keadaan suasana hati dengan melibatkan rutinitas biologis dan sosial secara alami. Terapi ini didasarkan pada gagasan bahwa perubahan rutinitas dapat memicu episode suasana hati. Adapun subjek yang dimaksud ialah orang yang rentan secara medis, misalnya pengidap gangguan bipolar.

IPSRT dianggap cukup efektif dalam hal peningkatan suasana hati. Ini melibatkan pemanfaatan teknik tertentu dalam upaya membangun rutinitas yang teratur. Sementara itu, pengembangan hubungan interpersonal juga menjadi ruang lingkup yang juga menjadi fokusnya. 

1. Definisi

Interpersonal and Social Rhythm Therapy: Definisi, Teknik, dan Manfaatilustrasi praktisi IPSRT (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Seorang profesor psikologi, Ellen Frank, PhD. dikreditkan dengan menemukan bentuk terapi IPSRT. Gagasannya diketahui tertuang dalam jurnal ilmiah di Dialogues in Clinical Neuroscience. Menurut Ellen, konflik hubungan atau gangguan dalam rutinitas sehari-hari dapat memicu episode suasana hati pada orang dengan kondisi kesehatan mental.

IPSRT termasuk terapi tambahan untuk mengobati masalah kesehatan mental, termasuk gangguan bipolar dan gangguan suasana hati lainnya. Namun, penting untuk dipahami bahwa IPSRT tidak dimaksudkan dalam pengobatan utama bagi gangguan bipolar. Sebaliknya, terapi ini menjadi pelengkap untuk membantu proses perawatan.

2. Teknik

Interpersonal and Social Rhythm Therapy: Definisi, Teknik, dan Manfaatilustrasi pelaksanaan terapi dengan ahli (pexels.com/cottonbro)

IPSRT dapat dilakukan dalam pengaturan yang berbeda, di antaranya adalah:

  • Bersifat individu, satu penyedia layanan kesehatan bekerja untuk satu pasien.
  • Pengaturan kelompok, melibatkan satu atau lebih penyedia layanan kesehatan dengan beberapa pasien.
  • Pengaturan jarak jauh, yakni memanfaatkan koneksi internet dengan virtual conference.

Sementara itu, IPSRT secara general dikategorikan menjadi tiga tahap yang terdiri atas:

  • Tahap awal: Penyedia layanan kesehatan mengawali terapi dengan memahami keadaan suasana hati pasiennya terlebih dahulu. Kemudian mempersempit area masalah interpersonal yang akan menjadi fokus perawatan. Waktu yang diperlukan pada tahap ini mungkin melibatkan beberapa sesi per minggunya.
  • Tahap menengah: Pasien mempertahankan ritme harian (bangun tidur, waktu beraktivitas, pola makan, dan jam tidur). Kemudian penyedia layanan kesehatan meninjaunya pada setiap kunjungan mingguan. Tahap ini juga berfokus pada pengembangan mekanisme koping untuk mengelola perubahan atau gangguan ritme harian.
  • Tahap akhir: Baik pasien maupun penyedia layanan kesehatan bekerja untuk mengurangi jumlah sesi terapi atau menghentikan terapi secara bertahap.

3. Kondisi yang dapat diatasi dengan praktik interpersonal and social rhythm therapy

Interpersonal and Social Rhythm Therapy: Definisi, Teknik, dan Manfaatilustrasi pengidap masalah kesehatan mental (pexels.com/cottonbro)

IPSRT dapat bermanfaat untuk orang dengan kondisi tertentu, terlebih gangguan suasana hati. Penerapan terapi ini akan berpengaruh terhadap:

  • Kepatuhan minum obat.
  • Belajar mengimplementasikan strategi koping yang positif untuk mengelola peristiwa yang membuat stres.
  • Meminimalkan gangguan pada ritme sosial.

Studi dalam Annals of general psychiatry tahun 2020 menemukan,  partisipam gangguan bipolar yang mendapatkan IPSRT mengalami peningkatan positif dari segi gejala kecemasan, depresi, mania, serta respons terhadap obat penstabil suasana hati. 

Meskipun IPSRT awalnya dirancang untuk membantu mengobati gangguan bipolar, penelitian menilai jika terapi ini bisa dijadikan pelengkap untuk kondisi lain, seperti:

  • Gangguan depresi mayor.
  • Gangguan stres pascatrauma (PTSD).
  • Kondisi yang disebabkan oleh peristiwa kesedihan, seperti berkabung pada orang dewasa.

Baca Juga: 5 Masalah Kesehatan yang Bisa Terjadi setelah Terapi Bekam

4. Manfaat berbasis studi ilmiah 

Interpersonal and Social Rhythm Therapy: Definisi, Teknik, dan Manfaatilustrasi terapis dengan klien (pexels.com/ANTONI SHKRABA)

Beberapa penelitian yang berhasil terkuak menunjukkan jika IPSRT dapat bekerja dengan baik untuk beberapa kasus, meliputi:

  • Gangguan bipolar: Telah dikemukakan melalui studi, IPSRT dapat membantu mengurangi gejala depresi dan mania pada pasien dengan gangguan bipolar. Selain itu, juga membantu peningkatan fungsi sehari-hari, kepatuhan terhadap pengobatan, dan respons terhadap obat penstabil suasana hati. Sementara studi lain dalam Psychotherapy (Chicago, III) menemukan, IPSRT dapat membantu mencegah atau menunda timbulnya gangguan bipolar pada remaja yang berisiko.
  • Depresi dan kecemasan: Sebuah studi dalam Current Psychiatry Reports tahun 2016 mencatat, IPSRT dan terapi ritme sosial lainnya dapat bermanfaat bagi orang-orang dengan gangguan suasana hati, seperti depresi dan kecemasan. Ini karena pengidapnya cenderung tidak memiliki ritme harian yang konsisten tetapi memiliki kepekaan yang meningkat terhadap gangguan.
  • Skizofrenia: Sebuah studi yang termuat dalam American Journal of Psychotherapy tahun 2021 mencatat, IPSRT dapat membantu mengatasi gejala depresi yang mungkin dialami oleh penderita skizofrenia.

5. Hal yang perlu diperhatikan

Interpersonal and Social Rhythm Therapy: Definisi, Teknik, dan Manfaatilustrasi klien yang sedang berdiskusi dengan ahli (pexels.com/SHVETS production)

Meskipun IPSRT dapat sangat membantu, terapi ini merupakan pelengkap pengobatan utama. IPSRT sendiri paling sering diterapkan bersama bentuk terapi lain, seperti terapi perilaku kognitif (CBT) atau terapi perilaku dialektik (DBT).

IPSRT tidak secara langsung mengobati kondisi kesehatan mental, tetapi cenderung menciptakan dasar yang kuat bagi pengobatan dan jenis terapi lain agar semakin efektif. Ketika dasar sudah kokoh, maka akan lebih mudah memperbaiki masalah secara komprehensif.

Sementara itu, praktik IPSRT yang dijadikan pelengkap bisa membutuhkan dana dan waktu yang lebih. Siapa saja yang ingin menerapkan terapi ini, perlu mempertimbangkan kondisi finansial dan manajemen waktu sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

IPSRT adalah bentuk terapi yang berfokus pada peningkatan hubungan dan rutinitas, dalam rangka meningkatkan suasana hati. Terapi ini bisa mendatangkan manfaat bagi orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan mental yang membuat mereka rentan terhadap episode suasana hati.

Meskipun interpersonal and social rhythm therapy tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan, namun terapi dapat berfungsi sebagai dukungan tambahan. Penting bagi siapa saja untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin mencoba terapi ini. 

Baca Juga: Mengenal Terapi Sel Punca, Metode Penanganan HIV

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Full-time learner, part-time writer and reader. (Insta @ani412_)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya