Comscore Tracker

Mengenal Gangguan Kognitif Ringan yang Umum Dialami Lansia

Penurunan kemampuan berpikir yang tak boleh diremehkan

Pikun sering dikaitkan dengan masalah memori karena proses penuaan pada usia lanjut. Akibatnya, lansia kesulitan dalam menyelesaikan suatu hal, khususnya yang berhubungan dengan ingatan, seperti lupa minum obat atau lupa makan. Ini bukanlah hal normal karena penurunan daya ingat pada usia lanjut bisa jadi indikasi adanya masalah kognitif.

Gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment atau MCI) adalah kondisi seseorang mengalami sedikit penurunan kemampuan daya ingat dan berpikir, yang dampaknya tidak cukup parah saat beraktivitas normal dalam kehidupan sehari-hari.

Meski tergolong ringan, MCI dapat meningkatkan risiko demensia yang kemudian menyebabkan penyakit Alzheimer atau kondisi neurologis lainnya.

Tak boleh disepelekan, berikut ini adalah penjelasan tentang gangguan kognitif ringan yang perlu kamu ketahui.

1. Gejala gangguan kognitif ringan

Mengenal Gangguan Kognitif Ringan yang Umum Dialami Lansiapexels.com/Andrea Piacquadio

MCI tampaknya menjadi kasus yang umum terjadi pada orang dewasa berusia lanjut. Alzheimer Association memperkirakan sekitar 15-20 persen orang di atas usia 65 tahun mungkin mengalami kondisi ini.

Gejala yang ditunjukkan dibagi menjadi dua subtipe utama, yaitu:

  • Amnestik: berhubungan dengan masalah memori seperti lupa nama, tempat, percakapan, atau salah menempatkan barang dan lupa menaruhnya di mana.
  • Non-amnestik: berhubungan dengan keterampilan berpikir yang tidak terkait dengan memori, seperti kehilangan fokus.

Melansir Mayo Clinic, seseorang yang mengalami gangguan kognitif ringan mungkin juga akan menunjukkan gejala lain seperti apatis, depresi, kegelisahan, dan iritabilitas.

2. Penyebab gangguan kognitif ringan

Mengenal Gangguan Kognitif Ringan yang Umum Dialami Lansiafreepik.com/jcomp

Belum diketahui secara pasti penyebab tunggal dari MCI. Bukti terbaru yang telah teridentifikasi dalam studi autopsi pasien dengan diagnosis MCI memaparkan beberapa penemuan penting yang meliputi:

  • Terdapat gumpalan beta amiloid dan protein mikroskopis di otak berdasarkan karakteristik penyakit Alzheimer
  • Terdapat gumpalan protein mikroskopis lain di otak yang terkait dengan penyakit Parkinson, Lewy body dementia, serta beberapa kasus penyakit Alzheimer
  • Stroke kecil atau aliran darah berkurang pada pembuluh darah di otak

Sementara itu, studi pencitraan otak menunjukkan bahwa perubahan berikut ini mungkin terkait dengan kondisi MCI:

  • Penyusutan hipokampus
  • Pembesaran ruang berisi cairan otak (ventrikel)
  • Pengurangan penggunaan glukosa

Melansir Cleaveland Clinic, kondisi lain yang dapat menyebabkan MCI ialah depresi, stres, kecemasan, masalah tiroid, hati, atau ginjal, gangguan tidur, kekurangan vitamin B12 dan nutrisi lainnya, infeksi, masalah mata atau pendengaran, dan alkoholisme.

Baca Juga: 10 Mitos seputar Demensia yang Banyak Beredar, Cek Kebenarannya!

3. Diagnosis gangguan kognitif ringan

Mengenal Gangguan Kognitif Ringan yang Umum Dialami Lansiafreepik.com/freepik

Pemeriksaan medis pasien yang diduga mengalami MCI mencakup elemen inti yang terdiri dari:

  • Identifikasi riwayat kesehatan menyeluruh
  • Penilaian fungsi independen dan aktivitas sehari-hari pasien
  • Meminta masukan dari anggota keluarga atau teman tepercaya untuk memberikan perspektif tambahan
  • Penilaian status mental untuk mengevaluasi memori, perencanaan, penilaian, dan kemampuan untuk memahami informasi visual dan keterampilan berpikir
  • Pemeriksaan neurologis untuk menilai fungsi saraf dan refleks, gerakan, koordinasi, keseimbangan, dan indra
  • Evaluasi suasana hati untuk mendeteksi kondisi lain.
  • Tes laboratorium seperti tes darah dan pencitraan struktur otak.

Jika rangkaian pemeriksaan tidak menghasilkan gambaran klinis yang jelas, dokter mungkin akan merekomendasikan pengujian neuropsikologis. Pengujian ini melibatkan serangkaian tes tertulis atau komputerisasi untuk mengevaluasi keterampilan berpikir tertentu.

4. Mengatasi gangguan kognitif ringan

Mengenal Gangguan Kognitif Ringan yang Umum Dialami Lansiaunsplash.com/Ekaterina Shakharova

Saat ini belum ada obat atau perawatan pasti yang ditetapkan untuk pasien dengan gangguan kognitif ringan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). 

Namun, MCI dapat diobati apabila disebabkan oleh kondisi seperti depresi, kecemasan, stroke, penyakit pembuluh darah, cedera otak traumatis, insomnia, dan efek samping obat. 

Sementara itu, tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan:

  • Meminimalkan konsumsi alkohol
  • Tidak merokok
  • Membatasi paparan polusi udara secara langsung
  • Mengurangi risiko cedera kepala
  • Mengelola kondisi kesehatan meliputi tekanan darah dan berat badan
  • Mempraktikkan kebersihan tempat tidur dan mengatasi gangguan tidur
  • Makan makanan kaya nutrisi
  • Berolahraga secara teratur
  • Rangsang pikiran dengan latihan memori seperti teka-teki silang
  • Terlibat secara sosial dengan orang lain

5. Faktor risiko dan komplikasi yang dapat terjadi

Mengenal Gangguan Kognitif Ringan yang Umum Dialami Lansiaunsplash.com/Skiathos Greece

Melansir Mayo Clinic, faktor risiko terkuat gangguan kognitif ringan adalah bertambahnya usia dan memiliki gen APOE e4 terkait dengan penyakit Alzheimer. Penting untuk dicatat bahwa meskipun memiliki gen tersebut tidak menjamin seseorang akan mengalami penurunan kognitif.

Kondisi medis (diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, kolesterol tinggi, serta depresi) dan faktor gaya hidup (merokok, kurang latihan fisik, tingkat pendidikan rendah, serta partisipasi sosial yang kurang) juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko perubahan kognitif.

Orang dengan MCI memiliki risiko lebih besar terkena demensia. Studi menunjukkan sekitar 10 sampai 15 persen orang dengan diagnosis gangguan kognitif ringan cenderung mengembangkan demensia setiap tahunnya.

Gangguan kognitif ringan berbeda dengan proses penuaan pada umumnya. Secara keseluruhan biasanya tidak mempengaruhi kemampuan signifikan dalam hal melaksanakan aktivitas dasar sehari-hari. Meskipun demikian, kita tetap harus waspada karena gangguan kognitif ringan bisa mengembangkan demensia. Untuk itu, selalu budayakan hidup sehat ya!

Baca Juga: 5 Mikronutrien Ini Sangat Baik untuk Fungsi Kognitif Lansia 

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Riset, data, dan kepenulisan ilmiah adalah hal yang menyenangkan untuk ditelisik. Kecintaan terhadap dunia kepenulisan ditorehkannya melalui bait-bait alinea. Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya